Amfibi (Kelas Amphibia)
Amfibia adalah kelas hewan vertebrata ektotermik yang meliputi katak, kodok, salamander, newt, dan caecilian. Amfibi tersebar luas di seluruh dunia, terdapat di setiap benua kecuali Antartika, dan mendiami berbagai lingkungan seperti hutan, lahan basah, sungai, kolam, padang rumput, dan hutan hujan tropis. Sebagian besar spesies terkait erat dengan habitat air tawar atau lembap karena sifat kulit dan biologi reproduksinya.
Amfibi dicirikan oleh kulitnya yang lembap dan permeabel, yang sering digunakan untuk pertukaran gas selain paru-paru atau insang. Tidak seperti reptil, mereka tidak memiliki sisik, bulu, atau rambut. Sebagian besar amfibi memiliki empat anggota tubuh, meskipun caecilian tidak memiliki anggota tubuh dan beradaptasi untuk menggali. Suhu tubuh mereka diatur oleh kondisi lingkungan eksternal, sehingga mereka ektotermik.
Ciri khas amfibi adalah siklus hidup mereka, yang seringkali meliputi metamorfosis. Banyak spesies memulai hidup sebagai larva akuatik dengan insang, seperti kecebong pada katak, dan kemudian berubah menjadi dewasa terestrial atau semi-akuatik dengan paru-paru. Namun, beberapa spesies tetap akuatik sepanjang hidup atau melewati tahap larva sepenuhnya.
Reproduksi pada amfibi umumnya terkait dengan air atau lingkungan lembap. Telur biasanya lunak, seperti jeli, dan tidak memiliki cangkang pelindung, sehingga rentan terhadap kekeringan. Pembuahan dapat terjadi secara eksternal atau internal tergantung pada kelompoknya.
Kebiasaan makan bervariasi di antara tahapan hidup dan kelompok. Larva seringkali herbivora atau detritivora, sedangkan dewasa sebagian besar karnivora, memakan serangga, cacing, invertebrata kecil, dan kadang-kadang vertebrata kecil. Amfibi memainkan peran penting dalam mengendalikan populasi serangga.
Kelas Amphibia secara tradisional dibagi menjadi tiga ordo utama: Anura (katak dan kodok), Caudata atau Urodela (salamander dan kadal air), dan Gymnophiona atau Apoda (caecilian).
Secara ekologis, amfibi merupakan komponen penting dalam jaring makanan, berperan sebagai predator dan mangsa. Kulitnya yang permeabel dan sensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan menjadikannya indikator berharga bagi kesehatan ekosistem. Namun, banyak spesies amfibi terancam oleh hilangnya habitat, polusi, perubahan iklim, penyakit, dan spesies invasif, sehingga menjadikannya salah satu kelompok vertebrata yang paling rentan di seluruh dunia.
