Subtribe Spilosomina
Spilosomina adalah subfamili ngengat harimau dalam suku Arctiini (Subfamili Arctiinae, Famili Erebidae, Superfamili Noctuoidea, Ordo Lepidoptera). Subfamili ini terdiri dari banyak genus dan beberapa ratus spesies yang telah dideskripsikan dan tersebar di seluruh dunia, dengan keanekaragaman terbesar terjadi di wilayah tropis dan subtropis. Anggota subfamili ini menghuni hutan hujan tropis, hutan beriklim sedang, padang rumput, semak belukar, lahan basah, padang rumput alpin, lahan pertanian, perkebunan, taman, dan kebun, di mana tanaman inang larva yang sesuai berlimpah.
Ngengat dari subfamili Spilosomina umumnya berukuran kecil hingga sedang, dengan rentang sayap berkisar antara sekitar 30–70 mm. Mereka memiliki tubuh yang cukup kokoh, berbulu lebat, dan sayap lebar yang tertutup sisik. Warna sayap sangat bervariasi antar spesies, mulai dari putih murni, krem, kuning, dan oranye hingga cokelat, abu-abu, atau hitam. Banyak spesies memiliki bintik, garis, atau pita hitam, cokelat, atau kemerahan yang mencolok pada sayap depan dan belakang, sementara yang lain hampir tidak memiliki tanda. Pada beberapa spesies, pewarnaan cerah berfungsi sebagai pewarnaan aposematik (peringatan), yang mengiklankan pertahanan kimia yang diperoleh selama tahap larva.
Serangga dewasa sebagian besar aktif di malam hari, meskipun beberapa spesies aktif saat senja atau kadang-kadang di siang hari. Mereka mudah mengunjungi lampu buatan dan sering beristirahat di vegetasi, batang pohon, atau bebatuan selama siang hari. Sebagian besar serangga dewasa memiliki belalai melingkar yang berkembang dengan baik dan memakan nektar, getah pohon, embun madu, atau eksudat tumbuhan kaya gula lainnya, sementara beberapa spesies makan sangat sedikit atau tidak sama sekali selama masa hidup dewasa mereka yang relatif singkat.
Siklus hidup melibatkan metamorfosis lengkap, yang terdiri dari tahap telur, larva (ulat), pupa, dan dewasa. Betina meletakkan telur dalam kelompok atau kumpulan di daun tanaman inang yang sesuai. Ulat ditutupi dengan bulu panjang atau duri yang lebat, memberi mereka penampilan seperti beruang berbulu. Sebagian besar spesies bersifat polifagus, memakan berbagai macam tumbuhan herba, semak, dan pohon yang termasuk dalam famili seperti Asteraceae, Fabaceae, Plantaginaceae, Rosaceae, Urticaceae, Euphorbiaceae, dan banyak lainnya. Kepompongan terjadi di dalam kepompong sutra yang longgar yang seringkali menyertakan rambut larva, memberikan perlindungan tambahan dari predator dan parasitoid.
Subfamili ini mencakup banyak genus yang terkenal, termasuk Spilosoma, Spilarctia, Creatonotos, Aloa, Lemyra, Amsacta, dan taksa terkait. Beberapa spesies diakui sebagai hama pertanian karena ulatnya memakan tanaman yang penting secara ekonomi, sementara yang lain dihargai karena penampilannya yang mencolok dan signifikansi ekologisnya.
Secara ekologis, ngengat Spilosomina merupakan komponen penting dari ekosistem darat. Ulatnya berkontribusi pada interaksi tumbuhan-herbivora dan siklus nutrisi, sementara ngengat dewasa dapat membantu penyerbukan nokturnal tanaman berbunga. Baik larva maupun ngengat dewasa menjadi mangsa bagi burung, kelelawar, reptil, amfibi, laba-laba, serangga predator, dan parasitoid, meskipun bulu dan pertahanan kimiawinya mengurangi predasi oleh banyak vertebrata. Karena banyak spesies merespons gangguan habitat, penggunaan pestisida, dan perubahan vegetasi, ngengat Spilosmina merupakan indikator berharga bagi kesehatan ekosistem, kualitas habitat, dan keanekaragaman hayati.
