Belalang, Wētā, dan Sekutunya (Infraordo Tettigoniidea)
Tettigoniidea adalah infraordo dalam subordo Ensifera, yang terdiri dari serangga yang umumnya dikenal sebagai belalang semak atau jangkrik semak dan kerabat dekatnya. Kelompok ini sangat beragam di wilayah tropis dan subtropis, di mana anggotanya menghuni hutan, padang rumput, semak belukar, dan lingkungan bervegetasi lainnya.
Tettigoniidea biasanya dicirikan oleh bentuk tubuh yang pipih secara lateral, seperti daun atau ramping yang memberikan kamuflase efektif di antara dedaunan. Antenanya sangat panjang dan berserabut, seringkali melebihi panjang tubuh. Betina memiliki ovipositor yang berkembang dengan baik, berbentuk bilah atau pedang yang digunakan untuk memasukkan telur ke dalam jaringan tumbuhan, tanah, atau kayu. Kaki belakang memanjang dan berotot, beradaptasi untuk melompat, sedangkan kaki depan umumnya tidak dimodifikasi.
Sebagian besar anggota Tettigoniidea memiliki sayap yang berkembang dengan baik. Sayap depan membentuk tegmina yang seperti kulit yang seringkali memiliki struktur khusus untuk menghasilkan suara, sedangkan sayap belakang berupa membran dan terlipat di bawah saat istirahat. Komunikasi akustik sangat berkembang pada infraordo ini; jantan biasanya menghasilkan lagu spesifik spesies melalui stridulasi, dan penerimaan suara terjadi melalui organ timpani yang terletak di tibia depan.
Perkembangan bersifat hemimetabolus, dengan tahap telur, nimfa, dan dewasa. Nimfa menyerupai dewasa tetapi tidak memiliki sayap dan organ reproduksi yang berkembang sempurna. Kebiasaan makan bervariasi antar spesies dan meliputi herbivora, omnivora, dan predasi, dengan banyak spesies memainkan berbagai peran dalam ekosistem mereka.
Secara ekologis, Tettigoniidea merupakan komponen penting dari jaring makanan darat, bertindak sebagai herbivora dan predator serta menjadi mangsa bagi burung, reptil, mamalia, dan serangga lainnya. Sensitivitas mereka terhadap struktur habitat dan perubahan lingkungan menjadikan banyak spesies sebagai indikator yang berguna untuk kesehatan ekosistem, terutama di lanskap hutan dan semi-alami.
