Serangga Bersayap dan Serangga yang Pernah Bersayap (Subkelas Pterygota)
-
Hewan(Kerajaan Animalia)
- Artropoda(Filum Arthropoda)
- Heksapoda(Subfilum Hexapoda)
- Serangga(Kelas Insecta)
- Serangga Bersayap dan Serangga yang Pernah Bersayap(Subkelas Pterygota)
- Kecoa dan Rayap(Ordo Blattodea)
- Kumbang(Ordo Coleoptera)
- Lalat(Ordo Diptera)
- Serangga Sejati, Belalang, Kutu Daun, dan Sekutunya(Ordo Hemiptera)
- Semut, Lebah, Tawon, dan Lalat Gergaji(Ordo Hymenoptera)
- Semut Singa, Serangga Bersayap Jaring, dan Sekutunya(Ordo Neuroptera)
- Belalang, Jangkrik, dan Katydid(Ordo Orthoptera)
- Serangga Ranting(Ordo Phasmida)
- Kutu Kulit Kayu, Kutu Buku, dan Kutu Parasit(Ordo Psocodea)
- Kecoa dan Rayap(Ordo Blattodea)
- Serangga Bersayap dan Serangga yang Pernah Bersayap(Subkelas Pterygota)
- Serangga(Kelas Insecta)
- Heksapoda(Subfilum Hexapoda)
- Artropoda(Filum Arthropoda)
Pterygota adalah subkelas utama dalam kelas Insecta, yang terdiri dari serangga bersayap dan keturunannya yang kemudian kehilangan sayap. Ciri khas kelompok ini adalah adanya sayap pada beberapa tahap siklus hidup, sebuah inovasi evolusioner kunci yang memungkinkan serangga untuk menyebar luas, memanfaatkan ceruk ekologis baru, dan melakukan diversifikasi secara ekstensif.
Pada serangga pterygota, tubuh mengikuti rencana serangga tipikal yaitu kepala, toraks, dan abdomen. Toraks terspesialisasi untuk terbang, dengan mesotoraks dan metatoraks yang memiliki satu atau dua pasang sayap dan otot terbang yang kuat. Sayap berupa membran atau dimodifikasi menjadi berbagai bentuk, seperti elytra yang mengeras atau tegmina yang seperti kulit, yang berperan dalam penerbangan, perlindungan, dan komunikasi. Bagian mulut beragam dan beradaptasi dengan berbagai strategi makan.
Respirasi terjadi melalui sistem trakea, dan sirkulasi terbuka, seperti pada serangga lain. Eksoskeleton terdiri dari kitin dan secara berkala dilepaskan selama pertumbuhan. Pterygota memiliki sistem sensorik dan saraf yang canggih, mendukung perilaku kompleks, termasuk kontrol terbang, pertunjukan perkawinan, dan interaksi sosial pada beberapa kelompok.
Perkembangan pada Pterygota bersifat hemimetabolus (metamorfosis tidak lengkap), di mana juvenil menyerupai dewasa mini tanpa sayap yang berkembang sempurna, atau holometabolus (metamorfosis lengkap), yang melibatkan tahapan larva, pupa, dan dewasa yang berbeda. Divisi utama dalam Pterygota meliputi Paleoptera (seperti lalat capung dan capung) dan Neoptera, yang mencakup sebagian besar serangga bersayap modern. Pterygota mendominasi sebagian besar ekosistem darat dan memainkan peran penting sebagai penyerbuk, herbivora, predator, dan pengurai, menjadikannya salah satu kelompok serangga yang paling signifikan secara ekologis.
