Lalat Ortorhafan (Infraordo Orthorrhapha)

Orthorrhapha adalah infraordo dalam subordo Brachycera (Ordo Diptera), yang terdiri dari kelompok lalat tingkat tinggi yang relatif primitif yang mempertahankan beberapa karakteristik leluhur. Anggota infraordo ini tersebar luas di seluruh dunia dan terdapat di berbagai habitat, termasuk hutan, padang rumput, lahan basah, dan lingkungan air tawar.

Lalat Orthorrhapha biasanya dicirikan oleh tubuh yang cukup kokoh dan antena tiga segmen yang relatif pendek, seringkali dengan stilus daripada arista yang berkembang dengan baik. Mereka umumnya menunjukkan bentuk tubuh yang lebih umum dibandingkan dengan Cyclorrhapha yang lebih terspesialisasi. Nama “Orthorrhapha” mengacu pada lubang lurus (longitudinal) tempat lalat dewasa keluar dari kepompong.

Siklus hidupnya melibatkan metamorfosis lengkap, dengan tahap telur, larva, pupa, dan dewasa. Larva biasanya memanjang dan mungkin memiliki kapsul kepala yang lebih jelas dibandingkan dengan lalat yang lebih maju. Mereka menghuni berbagai lingkungan, termasuk sistem perairan, tanah lembap, bahan organik yang membusuk, atau sebagai predator di serasah daun dan sedimen.

Kebiasaan makan pada Orthorrhapha beragam. Serangga dewasa dapat memakan nektar, cairan tumbuhan, atau darah (pada beberapa kelompok seperti lalat kuda), sementara larva dapat berupa detritivora, predator, atau pemakan air. Keragaman ini mencerminkan kemampuan adaptasi ekologis yang luas dari kelompok tersebut.

Infraordo Orthorrhapha mencakup beberapa famili, seperti Tabanidae (lalat kuda), Stratiomyidae (lalat tentara), Rhagionidae (lalat snipe), dan lainnya. Famili-famili ini mewakili tahap evolusi perantara antara lalat nematocera yang lebih primitif dan Cyclorrhapha yang sangat berevolusi.

Secara ekologis, Orthorrhapha memainkan peran penting dalam ekosistem. Banyak spesies berkontribusi pada siklus nutrisi melalui dekomposisi, sementara yang lain bertindak sebagai predator atau penyerbuk. Beberapa spesies, khususnya lalat kuda, memiliki kepentingan medis dan ekonomi karena kebiasaan menghisap darah dan perannya sebagai vektor penyakit.