Belalang, Jangkrik, dan Sekutunya (Subordo Ensifera)
Ensifera adalah subordo dalam ordo Orthoptera yang mencakup jangkrik, belalang daun, belalang semak, jangkrik tanah, dan kerabatnya. Anggota subordo ini sebagian besar nokturnal dan tersebar luas di berbagai habitat darat, dengan keanekaragaman terbesar di wilayah tropis dan subtropis.
Ensifera dicirikan oleh antena mereka yang panjang, ramping, dan seperti filamen, yang biasanya lebih panjang dari tubuh, dan oleh adanya ovipositor yang berkembang dengan baik pada betina yang seringkali memanjang dan seperti pedang, yang memberi nama subordo ini (ensifer berarti “pembawa pedang”). Tubuhnya umumnya ramping, dan kaki belakangnya membesar dan beradaptasi untuk melompat, meskipun pada beberapa kelompok, seperti jangkrik tanah, kaki depannya dimodifikasi untuk menggali.
Sebagian besar Ensifera memiliki dua pasang sayap, dengan sayap depan membentuk tegmina yang seperti kulit dan sayap belakang berupa membran. Banyak spesies mampu menghasilkan suara melalui stridulasi, biasanya dengan menggosok sayap depan bersama-sama, dan mereka mendeteksi suara menggunakan organ timpani yang terletak di tibia depan. Komunikasi akustik memainkan peran penting dalam daya tarik pasangan dan pengenalan spesies.
Perkembangan bersifat hemimetabolus, dengan tahap telur, nimfa, dan dewasa. Nimfa menyerupai dewasa secara umum tetapi tidak memiliki sayap dan struktur reproduksi yang berkembang sempurna. Kebiasaan makan pada Ensifera sangat beragam dan meliputi herbivora, omnivora, pemakan bangkai, dan predasi.
Secara ekologis, ensifera merupakan komponen penting ekosistem darat, berfungsi sebagai herbivora, predator, dan mangsa bagi berbagai hewan. Banyak spesies berkontribusi pada siklus nutrisi dan berfungsi sebagai indikator kualitas habitat, sementara yang lain penting secara ekonomi sebagai hama pertanian atau, dalam beberapa budaya, sebagai sumber makanan.
