Bunglon (Genus Bronchocela)
Bronchocela adalah genus kadal naga arboreal dalam subfamili Draconinae (Famili Agamidae, Ordo Squamata). Umumnya dikenal sebagai bunglon, anggota genus ini tersebar di seluruh Asia Selatan dan Tenggara, termasuk India, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Filipina. Mereka terutama berasosiasi dengan hutan hujan tropis, hutan sekunder, perkebunan, kebun, dan habitat lain dengan vegetasi lebat.
Kadal dari genus Bronchocela ramping, berukuran sedang, dan sangat beradaptasi dengan gaya hidup arboreal. Mereka memiliki tubuh yang pipih secara lateral, ekor yang sangat panjang, anggota tubuh yang panjang, dan jari tangan dan kaki yang memanjang dengan cakar tajam yang memberikan cengkeraman yang sangat baik pada cabang dan ranting. Kepala relatif sempit, dan banyak spesies memiliki jambul rendah yang memanjang di sepanjang leher dan punggung, yang biasanya lebih menonjol pada jantan.
Tubuhnya sebagian besar berwarna hijau terang, memungkinkan kadal ini untuk berbaur secara efektif dengan dedaunan di sekitarnya. Tergantung pada spesies dan kondisi lingkungan, individu dapat menampilkan warna hijau kekuningan, biru kehijauan, atau cokelat. Beberapa spesies dapat mengalami perubahan warna terbatas sebagai respons terhadap suhu, stres, atau interaksi sosial.
Spesies Bronchocela bersifat diurnal dan sangat bergantung pada penglihatan mereka yang sangat baik untuk mendeteksi mangsa dan predator. Mereka adalah pendaki yang lincah dan seringkali tetap diam di antara dedaunan sebelum melakukan gerakan cepat untuk menangkap mangsa atau menghindari bahaya.
Makanan mereka terutama berupa serangga, yang terdiri dari semut, kumbang, belalang, lalat, ulat, laba-laba, dan arthropoda kecil lainnya. Mereka kadang-kadang mengonsumsi invertebrata kecil lainnya yang ditemui saat mencari makan.
Reproduksi bersifat ovipar. Betina meletakkan sejumlah kecil telur di liang dangkal atau lokasi tersembunyi di dalam tanah atau serasah daun. Anak-anak yang baru menetas muncul sepenuhnya mandiri dan mulai memakan serangga kecil segera setelah menetas.
Genus ini mencakup beberapa spesies, seperti Bronchocela cristatella, Bronchocela jubata, dan Bronchocela burmana, masing-masing beradaptasi dengan habitat hutan yang berbeda di seluruh Asia.
Secara ekologis, kadal Bronchocela merupakan predator penting bagi serangga arboreal, membantu mengatur populasi arthropoda di ekosistem hutan. Mereka juga menjadi mangsa bagi burung, ular, mamalia, dan reptil yang lebih besar. Keterkaitan erat mereka dengan vegetasi hutan yang sehat menjadikan mereka indikator berharga bagi kualitas habitat dan komponen penting dari keanekaragaman hayati tropis.
