Belalang Bertanduk Pendek dan Belalang (Superfamili Acridoidea)
Acridoidea adalah superfamili terbesar dan paling beragam dalam infraordo Acrididea (Subordo Caelifera, Ordo Orthoptera), yang mencakup belalang dan jangkrik sejati. Superfamili ini memiliki distribusi global, terdapat di semua benua kecuali Antartika, dan sangat melimpah di habitat terbuka dan semi-terbuka seperti padang rumput, sabana, gurun, stepa, lahan pertanian, dan daerah pegunungan.
Anggota Acridoidea umumnya merupakan serangga berukuran sedang hingga besar dengan tubuh yang kokoh dan kaki belakang yang kuat yang beradaptasi untuk melompat. Mereka dicirikan oleh antena yang relatif pendek, biasanya lebih pendek daripada gabungan kepala dan pronotum, dan mata majemuk yang berkembang dengan baik. Pronotum berbentuk pelana dan mungkin halus atau berlekuk. Sayap depan (tegmina) biasanya sempit dan seperti kulit, berfungsi sebagai penutup pelindung, sedangkan sayap belakang lebar, berselaput, dan sering digunakan untuk penerbangan berkelanjutan.
Stridulasi umum terjadi pada Acridoidea dan biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur belakang pada sayap depan atau perut. Suara ini memainkan peran penting dalam komunikasi, terutama selama proses pacaran dan interaksi teritorial. Organ timpani yang digunakan untuk pendengaran biasanya terletak di sisi segmen perut pertama.
Acridoidea mengalami perkembangan hemimetabola. Betina bertelur dalam kantung padat di tanah, seringkali dilindungi oleh sekresi berbusa yang mengeras setelah diletakkan. Nimfa menyerupai dewasa tetapi tidak memiliki sayap dan organ reproduksi yang matang, berkembang melalui serangkaian pergantian kulit.
Secara ekologis, Acridoidea terutama herbivora, sebagian besar memakan rumput dan tumbuhan berbatang pendek lainnya, meskipun beberapa spesies dapat memakan berbagai macam vegetasi. Beberapa spesies, terutama belalang, mampu membentuk kawanan migrasi besar yang dapat menyebabkan kerusakan pertanian yang luas. Pada saat yang sama, belalang acridoid merupakan komponen penting ekosistem darat, bertindak sebagai konsumen primer utama dan menjadi mangsa bagi burung, reptil, mamalia, dan predator invertebrata.
