Tekukur Biasa (Spilopelia chinensis)

Spilopelia chinensis adalah spesies merpati yang termasuk dalam genus Spilopelia (Famili Columbidae, Ordo Columbiformes). Umumnya dikenal sebagai Merpati Bertotol, spesies ini tersebar luas di Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, dan sebagian wilayah Indo-Pasifik. Spesies ini juga telah diperkenalkan ke beberapa wilayah di luar jangkauan asalnya, termasuk Australia, Hawaii, dan pulau-pulau Pasifik lainnya. Ia menghuni hutan, tepi hutan, semak belukar, lahan pertanian, perkebunan, desa, taman, kebun, dan lingkungan perkotaan, di mana ia mudah beradaptasi dengan lanskap yang dimodifikasi manusia.

Spilopelia chinensis adalah merpati berukuran sedang dengan panjang sekitar 28–32 cm, dengan rentang sayap 45–55 cm. Ia memiliki tubuh ramping, kepala bulat yang relatif kecil, ekor panjang yang bertingkat, dan sayap runcing yang beradaptasi untuk penerbangan cepat dan langsung. Bulunya didominasi warna coklat kemerahan hingga coklat keabu-abuan, dengan bercak hitam dan krem ​​bersisik halus pada sayap dan punggung. Ciri khasnya yang paling mencolok adalah bercak hitam di sisi dan belakang leher, yang tertutup rapat oleh bintik-bintik putih kecil, yang memberi spesies ini nama umumnya. Bagian bawah tubuhnya berwarna abu-abu kemerahan pucat, matanya berwarna coklat kemerahan, paruhnya berwarna abu-abu gelap hingga hitam, dan kakinya berwarna merah muda hingga kemerahan.

Burung dewasa aktif di siang hari dan biasanya terlihat sendirian, berpasangan, atau dalam kelompok kecil. Mereka menghabiskan sebagian besar hari mencari makan di tanah dengan cara berjalan yang khas, dan terbang dengan cepat ketika terganggu dengan kepakan sayap yang kuat dan langsung. Suara mereka berupa serangkaian suara lembut dan berulang yang merdu yang biasa terdengar selama musim kawin dan berfungsi untuk menarik pasangan dan komunikasi teritorial. Proses pacaran melibatkan pertunjukan membungkuk, melebarkan ekor, dan penerbangan pertunjukan singkat.

Merpati Bertotol terutama memakan biji-bijian, terutama biji rumput, biji-bijian serealia, beras, millet, biji gulma, dan buah-buahan yang jatuh. Kadang-kadang ia mengonsumsi serangga kecil, siput, dan invertebrata lainnya, terutama selama musim kawin ketika protein tambahan bermanfaat. Mencari makan biasanya terjadi di area terbuka, di bawah semak-semak, atau di sepanjang pinggir jalan dan ladang yang ditanami.

Siklus hidupnya meliputi tahap telur, anak burung, burung muda, remaja, dan dewasa. Pasangan yang berkembang biak membangun sarang platform sederhana dari ranting dan rumput di pohon, semak-semak, pagar hidup, atau kadang-kadang di bangunan. Betina biasanya bertelur dua butir telur putih halus, dan kedua induk berbagi tugas inkubasi selama sekitar 13–15 hari. Anak burung yang baru menetas awalnya diberi makan susu tembolok, diikuti dengan biji-bijian yang dilunakkan. Burung muda umumnya terbang dalam waktu 12–16 hari, meskipun mereka tetap bergantung pada induknya untuk waktu singkat setelahnya.

Spilopelia chinensis adalah salah satu merpati yang paling tersebar luas dan dikenal di seluruh wilayah sebarannya. Kemampuannya beradaptasi memungkinkannya untuk berkembang di habitat alami dan lingkungan perkotaan, di mana ia sering hidup berdampingan dengan manusia.

Secara ekologis, Merpati Bertotol memainkan peran penting dalam penyebaran biji dan pengaturan populasi gulma melalui kebiasaan makannya. Spesies ini juga menjadi mangsa bagi burung pemangsa, ular, dan mamalia darat, sehingga berkontribusi pada jaring makanan lokal. Karena persebarannya yang luas, kemampuan adaptasi ekologis, dan sensitivitasnya terhadap degradasi habitat yang parah, Spilopelia chinensis dianggap sebagai indikator yang berguna untuk kualitas habitat, perubahan lanskap, dan keanekaragaman hayati regional.