Asota plana
Asota plana adalah spesies ngengat erebid yang termasuk dalam genus Asota (Subfamili Aganainae, Famili Erebidae, Superfamili Noctuoidea, Ordo Lepidoptera). Spesies ini tersebar luas di seluruh Asia Selatan dan Tenggara, termasuk India, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, Filipina, dan sebagian wilayah selatan Tiongkok. Spesies ini menghuni hutan tropis dan subtropis, hutan sekunder, perkebunan, taman, kebun, dan ruang hijau perkotaan, terutama di daerah yang banyak ditumbuhi pohon ara (Ficus spp.).
Asota plana adalah ngengat berukuran sedang yang dikenal karena warnanya yang mencolok. Sayap depan sebagian besar berwarna hitam atau cokelat tua dengan bercak putih atau krem yang kontras, sedangkan sayap belakang berwarna oranye terang hingga kuning-oranye dengan tepi luar hitam yang lebar. Perutnya seringkali berwarna cerah dengan corak oranye dan hitam yang berselang-seling, memberikan ngengat penampilan yang mencolok yang diyakini berfungsi sebagai warna peringatan terhadap predator.
Serangga dewasa memiliki tubuh yang kokoh, antena sederhana, dan belalai yang berkembang dengan baik yang digunakan untuk memakan nektar dan cairan manis lainnya. Mereka sebagian besar aktif di malam hari tetapi kadang-kadang dapat terlihat beristirahat di batang pohon atau dinding pada siang hari.
Siklus hidupnya melibatkan metamorfosis lengkap dengan empat tahap: telur, larva (ulat), pupa, dan dewasa. Betina meletakkan telur di daun tanaman inang, terutama spesies Ficus (famili Moraceae). Ulatnya bertubuh halus, berwarna abu-abu gelap hingga hitam, dan ditandai dengan garis dan bintik memanjang berwarna kuning cerah, oranye, atau putih. Mereka memakan daun ara dan kadang-kadang dapat menjadi melimpah di suatu daerah, menyebabkan penggundulan daun yang terlihat.
Pupasi terjadi di dalam kepompong sutra yang longgar di antara daun atau serasah daun. Setelah metamorfosis, serangga dewasa muncul dan memulai siklus reproduksinya.
Secara ekologis, Asota plana berperan sebagai herbivora selama tahap larva dan sebagai penyerbuk pemakan nektar selama masa dewasanya. Tumbuhan ini merupakan bagian dari jaring makanan hutan tropis, berperan sebagai mangsa bagi kelelawar, burung, reptil, laba-laba, dan serangga predator. Spesies ini juga berkontribusi pada interaksi tumbuhan-serangga melalui hubungannya yang erat dengan pohon Ficus, menjadikannya komponen penting dari keanekaragaman hayati hutan tropis.
