Infraordo Cicadomorpha

Cicadomorpha adalah infraordo utama serangga sejati dalam subordo Auchenorrhyncha (Ordo Hemiptera). Infraordo ini terdiri dari lebih dari 45.000 spesies yang telah dideskripsikan, termasuk jangkrik, wereng daun, wereng pohon, wereng katak (spittlebug), dan kelompok terkait. Anggotanya tersebar di seluruh dunia, terdapat di setiap benua kecuali Antartika, dan mendiami berbagai ekosistem darat, termasuk hutan hujan tropis, hutan beriklim sedang, padang rumput, lahan basah, gurun, ladang pertanian, kebun buah-buahan, taman, dan lanskap perkotaan.

Anggota Cicadomorpha umumnya adalah serangga berukuran kecil hingga besar yang dicirikan oleh tubuh berbentuk baji atau kokoh, mata majemuk yang berkembang dengan baik, antena pendek yang berujung pada segmen seperti bulu, dan alat mulut pengisap-penusuk yang beradaptasi untuk memakan getah tanaman. Bentuk tubuh dan warnanya sangat bervariasi di antara kelompok-kelompok tersebut, mulai dari jangkrik yang besar dan berbadan lebar hingga wereng daun yang ramping dan wereng pohon yang sangat berhias. Banyak spesies menunjukkan warna hijau atau cokelat yang samar, sementara yang lain menampilkan pola mencolok berwarna kuning, merah, biru, atau metalik.

Singa dewasa sebagian besar aktif di siang hari, meskipun beberapa jenis jangkrik paling aktif saat fajar atau senja. Sebagian besar spesies adalah pelompat yang hebat karena kaki belakangnya yang membesar, dan banyak juga yang mampu terbang dengan cepat. Jangkrik jantan sangat terkenal karena menghasilkan suara kawin yang keras menggunakan organ penghasil suara khusus yang disebut tymbal, menjadikannya salah satu serangga paling berisik di dunia.

Seperti semua hemiptera, spesies Cicadomorpha makan dengan memasukkan stiletnya ke dalam jaringan tumbuhan untuk mengekstrak getah. Tergantung pada kelompoknya, mereka memakan getah xilem atau floem dari pohon, semak, rumput, herba, dan tanaman pertanian. Sementara banyak spesies memiliki preferensi inang yang sempit, yang lain memakan berbagai macam tanaman. Beberapa wereng daun dan wereng katak merupakan hama pertanian penting karena merusak tanaman secara langsung dan menularkan patogen tanaman seperti virus, fitoplasma, dan bakteri.

Siklus hidupnya melibatkan metamorfosis tidak sempurna, yang terdiri dari tahap telur, nimfa, dan dewasa. Betina memasukkan telur ke dalam jaringan tumbuhan menggunakan ovipositor yang berkembang dengan baik. Nimfa menyerupai serangga dewasa tanpa sayap dan mengalami beberapa kali pergantian kulit sebelum mencapai kematangan. Nimfa jangkrik unik karena menghabiskan beberapa tahun di bawah tanah, memakan getah akar sebelum muncul untuk berganti kulit menjadi dewasa. Sebaliknya, nimfa wereng daun, wereng pohon, dan wereng katak biasanya berkembang di vegetasi, dengan nimfa wereng katak menghasilkan massa pelindung berupa “ludah” berbusa yang khas.

Infraordo ini mencakup beberapa superfamili terkemuka, seperti Cicadoidea (jangkrik), Membracoidea (wereng daun dan wereng pohon), dan Cercopoidea (wereng katak atau wereng busa), yang mewakili keanekaragaman bentuk, perilaku, dan adaptasi ekologis yang luar biasa.

Secara ekologis, serangga Cicadomorpha adalah herbivora penting yang memengaruhi fisiologi tumbuhan dan siklus nutrisi melalui pemakanan getah. Mereka juga berperan sebagai mangsa penting bagi burung, reptil, amfibi, laba-laba, serangga pemangsa, dan mamalia. Interaksi mereka dengan tumbuhan inang, predator, dan patogen menjadikan mereka komponen kunci dalam jaring makanan darat, sementara banyak spesies merupakan indikator berharga bagi kualitas habitat dan kesehatan ekosistem.