Gereja Erasia

Passer montanus

Deskripsi

Passer montanus adalah spesies burung yang sangat mudah dijumpai dengan panjang tubuh sekitar 14 cm. Pada individu jantan, bagian atas kepala berwarna merah bata, tenggorokan berwarna hitam dengan tepi leher berwarna putih. Bagian perut berwarna putih kebu-abuan. Pada individu betina hampir tidak bisa dibedakan dengan individu jantan, namun kesuluruhan warnanya sedikit pucat. Burung muda menyerupai burung dewasa, meski warnanya cenderung lebih kusam.

Jumlah Populasi

Tidak diketahui

Berat

-

Panjang

14 cm

Di

Diurnal

Om

Omnivore

Klasifikasi

KERAJAAN

:

Animalia

FILUM

:

Chordata

KELAS

:

Aves

BANGSA

:

Passeriformes

FAMILI

:

Passeridae

MARGA

:

Passer

SPECIES

:

Passer montanus

Distribusi

Spesies Passer montanus tersebar luas dari Eropa hingga Asia Tenggara, menghuni daerah perkotaan dan pedesaan dalam jumlah yang besar, dapat dijumpai di kawasan terbuka.

Geografi

Benua : Eurasia

Negara/Daerah : Eurasia, India, China, Sulawesi, Philippines, Borneo, Sumatra, Java, dan Bali serta juga tersebar ke Australia dan Kepulauan Pacific

Perilaku dan Gaya Hidup

Passer montanus berhubungan erat dengan manusia, hidup berkelompok di sekitar rumah, gudang dan mencari makan di kebun dan ladang, mematuk benih kecil atau padi, kawanan dari spesies ini dating ke sawah pada musim panen.

Gaya Hidup

Berkelompok

Bioma

Wilayah terbuka

Zona Iklim

Tropis dan subtropis

Makanan dan Nutrisi

Spesies ini memakan biji-bijian gulma, seperti chickweed dan goosefoot, serta biji-bijian yang jatuh, selain itu juga akan memakan invertebrata, terutama selama musim kawin ketika anakan diberi makan terutama dari makanan hewani : seperti serangga, kutu kayu, kaki seribu, lipan, dan laba-laba.

Tipe makanan : Omnivora

Perilaku Kawin

Sarang Passer montanus terdiri dari kumpulan jerami, rumput, wol atau bahan lainnya dan dilapisi dengan bulu, untuk meningkatkan isolasi termal. Umumnya bertelur lima atau enam berwarna putih sampai abu-abu pucat dan bintik-bintik, berukuran 20 mm × 14 mm dan berat 2,1 gram. Telur diinkubasi oleh kedua induknya selama 12-13 hari sebelum menetas, dan 15-18 hari lagi sebelum mereka menjadi dewasa. burung yang berkembang biak dalam koloni menghasilkan lebih banyak telur. Betina yang sering bersanggama cenderung bertelur lebih banyak dan memiliki waktu inkubasi yang lebih singkat, sehingga perkawinan dalam pasangan dapat menjadi indikator kemampuan reproduksi pasangan dari spesies ini. Musim berbiak berlangsung sepanjang tahun dengan puncaknya di Jawa Barat dari Mei hingga Juli

Masa reproduksi : Sepanjang tahun

Masa inkubasi : 12 – 13 hari

Usia mandiri : 15 – 18 hari

Nama anakan : –

Jumlah anak/telur : 5 atau 6 telur

Populasi

Status Populasi : Resiko Rendah (LC)

NE

DD

LC

NT

VU

EN

CR

EW

EX

Ancaman Populasi

Penurunan spesies ini di Eropa mungkin merupakan akibat dari perubahan dalam praktik pertanian seperti peningkatan penggunaan pestisida dan herbisida dan penaburan sereal musim gugur yang telah menyebabkan penurunan makanan untuk spesies ini.

Kategori Populasi

Ukuran populasi sangat besar, dan karenanya tidak mendekati ambang batas untuk Rentan di bawah kriteria ukuran populasi. Karena alasan ini, spesies dievaluasi sebagai Least Concern.

FOTO GALERI