Subtribe Ypthimina
Ypthimina adalah subfamili kupu-kupu berkaki sikat dalam suku Satyrini (Subfamili Satyrinae, Famili Nymphalidae, Superfamili Papilionoidea, Ordo Lepidoptera). Subfamili ini terdiri dari banyak genus dan beberapa ratus spesies yang telah dideskripsikan, yang tersebar terutama di Afrika, Eropa, Asia, dan Australia, dengan keanekaragaman terbesar terjadi di wilayah tropis dan subtropis. Anggota subfamili ini menghuni hutan hujan tropis, hutan beriklim sedang, padang rumput, sabana, tepi hutan, lahan basah, ladang pertanian, perkebunan, taman, dan kebun, di mana rumput dan tanaman monokotil lainnya berlimpah.
Kupu-kupu dari subfamili Ypthimina umumnya berukuran kecil hingga sedang, dengan rentang sayap berkisar antara sekitar 30–60 mm. Seperti semua anggota famili Nymphalidae, mereka memiliki kaki depan yang mengecil dan seperti sikat yang tidak digunakan untuk berjalan. Tubuh mereka kompak dan kokoh, sedangkan sayapnya membulat dan sebagian besar berwarna cokelat, abu-abu, krem, atau kuning tua. Ciri khas kelompok ini adalah adanya bintik mata (ocelli) yang khas pada sayap, terutama di bagian bawah sayap belakang dan sayap depan. Bintik mata ini, yang sering dikelilingi oleh cincin konsentris berwarna hitam, kuning, dan putih, membantu menghalau predator dengan mengejutkan mereka atau mengalihkan serangan dari bagian tubuh yang vital. Bagian bawah sayap yang berpola samar sangat mirip dengan daun kering atau rumput, memberikan kamuflase yang sangat baik ketika kupu-kupu beristirahat dengan sayap tertutup.
Kupu-kupu dewasa bersifat diurnal dan paling aktif pada pagi dan sore hari. Penerbangan mereka biasanya lambat, rendah, dan mengepak, tetap dekat dengan tanah atau di antara rumput dan vegetasi rendah. Kupu-kupu dewasa memakan nektar, tetapi banyak spesies juga memperoleh nutrisi dari buah-buahan yang difermentasi, getah pohon, kotoran hewan, dan kelembapan yang kaya mineral. Jantan sering melakukan penguburan lumpur untuk memperoleh natrium dan mineral lain yang meningkatkan keberhasilan reproduksi.
Siklus hidupnya melibatkan metamorfosis lengkap, yang terdiri dari tahap telur, larva (ulat), pupa (kepompong), dan dewasa. Betina biasanya bertelur satu per satu pada tanaman inang. Ulatnya berbadan halus, berwarna hijau atau cokelat, dan memiliki ekor bercabang (bifid) yang khas, ciri umum dari banyak larva satyrine. Mereka terutama memakan rumput (Poaceae), meskipun beberapa spesies juga memanfaatkan rumput teki (Cyperaceae) dan bambu. Kepompongan terjadi pada daun, batang, atau di antara serasah daun, di mana kepompong menempel dengan bantalan sutra dan menyatu dengan baik dengan lingkungannya.
Subtribus ini mencakup beberapa genus yang terkenal, terutama Ypthima, Mashunoides, dan taksa terkait. Spesies Ypthima, yang umumnya dikenal sebagai ringlets, termasuk di antara kupu-kupu satyrine yang paling tersebar luas dan dikenal, dikenali dari susunan dan jumlah bintik mata yang khas pada sayapnya.
Secara ekologis, kupu-kupu Ypthimina merupakan herbivora penting selama tahap larva dan berkontribusi pada siklus nutrisi dan penyerbukan sebagai kupu-kupu dewasa. Ulatnya memengaruhi vegetasi padang rumput dan lapisan bawah hutan melalui aktivitas merumput, sementara larva dan kupu-kupu dewasa menjadi mangsa bagi burung, reptil, amfibi, laba-laba, serangga predator, dan parasitoid. Karena banyak spesies terkait erat dengan padang rumput dan tepi hutan serta merespons dengan cepat terhadap gangguan habitat dan perubahan struktur vegetasi, kupu-kupu Ypthimina merupakan indikator berharga bagi kesehatan ekosistem, kualitas habitat, dan keanekaragaman hayati.
