Kumbang Scarabaeiform (Infraordo Scarabaeiformia)
Scarabaeiformia adalah infraordo dalam subordo Polyphaga yang terdiri dari kumbang yang umumnya disebut kumbang scarab dan kerabat dekatnya. Kelompok ini dicirikan oleh bentuk tubuh yang kokoh dan ciri morfologi yang khas, terutama antena lamellat, di mana segmen antena terminal melebar menjadi lempengan yang dapat digerakkan dan dapat dibuka atau ditutup. Antena ini sangat sensitif terhadap bau dan memainkan peran penting dalam menemukan makanan, pasangan, dan habitat yang sesuai.
Anggota Scarabaeiformia menunjukkan keragaman yang cukup besar dalam ukuran, bentuk, dan warna, mulai dari spesies kecil yang tidak mencolok hingga kumbang besar dan seringkali berwarna cerah atau metalik. Larva, yang umumnya dikenal sebagai “ulat scarab,” biasanya berbentuk C, bertubuh lunak, dan hidup di tanah, bahan organik yang membusuk, kotoran, atau kayu, di mana mereka memakan akar, detritus, atau bahan yang membusuk. Kebiasaan makan kumbang dewasa sangat beragam dan meliputi herbivora, saprofagia, koprofagia (memakan kotoran), dan, pada beberapa kelompok, memakan nektar atau serbuk sari.
Kumbang Scarabaeiformia mengalami metamorfosis sempurna, dengan tahapan telur, larva, pupa, dan dewasa yang berbeda. Banyak spesies terkait erat dengan habitat atau proses ekologis tertentu, seperti daur ulang nutrisi dan aerasi tanah. Aktivitas mereka, khususnya penguburan dan dekomposisi kotoran oleh kelompok tertentu, berkontribusi signifikan terhadap kesehatan ekosistem.
Infraordo ini mencakup beberapa famili terkemuka, terutama Scarabaeidae, serta garis keturunan terkait yang secara tradisional dikelompokkan dengan kumbang scarab. Scarabaeiformia penting secara ekologis dan ekonomis, mengandung spesies yang bermanfaat sebagai pengurai dan penyerbuk, serta spesies lain yang dapat menjadi hama pertanian selama tahap larva atau dewasanya.
