Kumbang Air, Kumbang Pengembara, Kumbang Scarab, Kumbang Bertanduk Panjang, Kumbang Daun, dan Kumbang Moncong (Subordo Polyphaga)

Polyphaga adalah subordo terbesar dan paling beragam dari ordo Coleoptera, yang mencakup sebagian besar spesies kumbang yang dikenal. Anggota subordo ini dibedakan oleh ciri-ciri anatomi toraks dan abdomen, khususnya tidak adanya sutura notopleural pada prothorax dan tersembunyinya coxae belakang, yang tidak membagi sternit abdomen pertama. Ciri-ciri struktural ini mencerminkan berbagai adaptasi fungsional dan ekologis.

Kumbang Polyphaga menunjukkan keragaman yang luar biasa dalam ukuran tubuh, bentuk, dan gaya hidup. Mereka mendiami hampir semua habitat darat dan banyak habitat air tawar, termasuk hutan, padang rumput, gurun, sistem air tawar, tanah, bahan organik yang membusuk, dan lingkungan yang dimodifikasi manusia. Strategi makan sangat beragam dan meliputi herbivora, predasi, pemakan bangkai, fungivora, penggerogot kayu, dan detritivora, yang berkontribusi pada keberhasilan ekologis mereka.

Seperti semua kumbang, Polyphaga mengalami metamorfosis lengkap, dengan tahapan telur, larva, pupa, dan dewasa yang berbeda. Larva seringkali sangat terspesialisasi untuk makan dalam substrat tertentu, sementara serangga dewasa dapat beradaptasi untuk penyebaran, pertahanan, atau reproduksi. Sayap depan dimodifikasi menjadi elytra yang melindungi sayap belakang dan perut, dan bagian mulut biasanya berupa mandibula, meskipun beradaptasi dengan beragam makanan.

Polyphaga mencakup banyak famili kumbang yang terkenal dan signifikan secara ekologis, seperti Scarabaeidae, Cerambycidae, Curculionidae, Staphylinidae, dan Coccinellidae. Anggota subordo ini memainkan peran penting dalam ekosistem sebagai pengurai, herbivora, predator, dan penyerbuk, dan mereka memiliki kepentingan ekonomi yang besar, baik sebagai organisme yang bermanfaat maupun sebagai hama yang memengaruhi pertanian, kehutanan, dan produk yang disimpan.