Infraordo Orthosterni
Orthosterni adalah infraordo utama dalam subordo Neoscorpionina (Ordo Scorpiones), yang mencakup hampir semua spesies kalajengking yang masih hidup. Anggota infraordo ini tersebar di seluruh dunia di setiap benua kecuali Antartika dan menempati berbagai macam habitat, termasuk gurun, hutan hujan tropis, sabana, padang rumput, lereng bukit berbatu, gua, daerah pesisir, dan lingkungan pegunungan.
Kalajengking dari infraordo Orthosterni menunjukkan bentuk tubuh khas kalajengking modern, yang terdiri dari sefalotoraks (prosoma) dan perut bersegmen yang dibagi menjadi mesosoma dan metasoma memanjang, yang umumnya dikenal sebagai ekor. Ekornya berujung pada telson berbisa yang dilengkapi dengan sengat melengkung yang digunakan untuk menangkap mangsa dan pertahanan. Pedipalpus besar yang berujung pada capit yang kuat (chelae) digunakan untuk mencengkeram, memanipulasi, dan terkadang mengalahkan mangsa sebelum menyuntikkan racun.
Sebagian besar spesies Orthosterni adalah predator nokturnal yang tetap bersembunyi di bawah bebatuan, kayu gelondong, kulit kayu, serasah daun, atau di dalam liang pada siang hari. Pada malam hari, mereka aktif berburu serangga, laba-laba, kelabang, dan arthropoda lainnya, sementara spesies yang lebih besar kadang-kadang memangsa vertebrata kecil seperti kadal, katak, atau hewan pengerat. Tergantung pada spesiesnya, mangsa ditaklukkan menggunakan capit yang kuat, racun dari sengat, atau kombinasi keduanya.
Seperti semua kalajengking modern, anggota Orthosterni memiliki organ sensorik seperti sisir berpasangan yang disebut pektin di bagian bawah tubuh. Struktur yang sangat khusus ini mendeteksi isyarat kimia, getaran substrat, dan tekstur permukaan, membantu dalam navigasi, deteksi mangsa, dan pengenalan pasangan. Eksoskeleton mereka juga berpendar di bawah sinar ultraviolet karena senyawa fluoresen yang tertanam di kutikula.
Reproduksi bersifat vivipar, dengan betina melahirkan anak hidup daripada bertelur. Kalajengking yang baru lahir naik ke punggung induknya, di mana mereka tetap berada di sana sampai setelah pergantian kulit pertama mereka. Periode perawatan induk ini memberikan perlindungan selama tahap perkembangan yang paling rentan.
Orthosterni mencakup hampir semua famili kalajengking yang masih ada, termasuk Buthidae, Scorpionidae, Hormuridae, Bothriuridae, Euscorpiidae, Diplocentridae, dan beberapa lainnya, yang mewakili keanekaragaman bentuk tubuh, adaptasi ekologis, dan komposisi racun yang luar biasa.
Secara ekologis, spesies Orthosterni merupakan predator penting yang membantu mengatur populasi serangga dan invertebrata lainnya di ekosistem darat. Mereka juga menjadi mangsa bagi burung, reptil, amfibi, mamalia, dan arthropoda yang lebih besar. Sejarah evolusi mereka yang kuno, sistem sensorik yang khusus, dan signifikansi ekologis menjadikan Orthosterni salah satu garis keturunan arachnida modern yang paling sukses dan tersebar luas.
