Ular Kobra (Genus Naja)

Naja merupakan genus ular berbisa dalam famili Elapidae yang dikenal sebagai kobra sejati. Anggota genus ini mudah dikenali dari kemampuannya mengembangkan tulang leher sehingga membentuk tudung (hood) saat merasa terancam, sebagai perilaku pertahanan diri.

Kobra memiliki taring depan pendek yang tetap dan menghasilkan racun yang terutama bersifat neurotoksik, meskipun pada beberapa spesies juga mengandung komponen sitotoksik yang dapat merusak jaringan. Ular dari genus Naja umumnya memiliki sisik halus, tubuh ramping hingga sedang, dan kepala yang hanya sedikit berbeda dari leher ketika tudung tidak dikembangkan.

Kobra tersebar luas di Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara, menghuni berbagai habitat seperti hutan, savana, padang rumput, lahan pertanian, hingga kawasan permukiman manusia. Sebagian besar spesies bersifat terestrial, meskipun beberapa dapat hidup semi-akuatik.

Makanannya terutama terdiri dari vertebrata kecil seperti hewan pengerat, amfibi, reptil (termasuk ular lain), burung, dan telur. Beberapa spesies yang dikenal sebagai kobra penyembur mampu menyemprotkan racun secara akurat ke arah mata ancaman sebagai mekanisme pertahanan.

Secara ekologis, kobra berperan penting sebagai predator dalam mengendalikan populasi mangsa. Meskipun umumnya waspada dan tidak agresif, kobra dapat mempertahankan diri secara aktif ketika terancam, sehingga memiliki arti penting dalam konteks medis bagi manusia.