Subtribe Mycalesina

Mycalesina adalah subfamili kupu-kupu berkaki sikat dalam suku Satyrini (Subfamili Satyrinae, Famili Nymphalidae, Superfamili Papilionoidea, Ordo Lepidoptera). Anggota subfamili ini tersebar terutama di wilayah tropis dan subtropis Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, dan kepulauan Indo-Pasifik. Mereka sangat melimpah di hutan tropis, di mana mereka menghuni lapisan bawah hutan hujan, hutan sekunder, tepi hutan, rumpun bambu, padang rumput, perkebunan, taman, dan kebun yang teduh.

Kupu-kupu dari subfamili Mycalesina umumnya berukuran kecil hingga sedang dan memiliki tubuh yang kokoh dan sayap bulat yang merupakan ciri khas kupu-kupu satyrine. Seperti semua anggota famili Nymphalidae, kaki depan mereka mengecil dan seperti sikat, sehingga secara fungsional mereka berkaki empat. Warna sayap didominasi cokelat, abu-abu, kuning tua, atau cokelat kemerahan, sering dihiasi dengan satu atau lebih bintik mata (ocelli) pada sayap depan dan sayap belakang. Bagian bawah sayapnya memiliki pola rumit dengan garis-garis bergelombang dan pita-pita halus yang sangat mirip dengan daun kering atau rumput mati, memberikan kamuflase yang sangat baik ketika kupu-kupu beristirahat dengan sayap tertutup. Banyak spesies menunjukkan polifenisme musiman, menghasilkan bentuk musim hujan dan musim kering yang berbeda dalam pewarnaan sayap dan perkembangan bintik mata.

Kupu-kupu dewasa bersifat diurnal, meskipun banyak spesies paling aktif pada pagi hari, sore hari, atau di bawah kondisi hutan yang teduh. Penerbangannya lambat, rendah, dan mengepak, biasanya dekat dengan tanah atau di antara semak belukar yang lebat. Alih-alih bergantung terutama pada nektar bunga, banyak spesies memakan buah-buahan yang difermentasi, getah pohon, kotoran hewan, bahan organik yang membusuk, dan kelembapan yang kaya mineral, meskipun nektar juga diambil jika tersedia. Jantan biasanya melakukan pengumpulan lumpur untuk mendapatkan natrium dan mineral lain yang penting untuk keberhasilan reproduksi.

Siklus hidupnya melibatkan metamorfosis lengkap, yang terdiri dari tahap telur, larva (ulat), pupa (kepompong), dan dewasa. Betina meletakkan telur satu per satu di daun tanaman inang. Ulatnya berbadan halus, berwarna hijau atau cokelat, dan memiliki ekor bercabang (bifid) yang khas, memberikan kamuflase di antara rerumputan dan dedaunan. Sebagian besar spesies memakan rumput (Poaceae), bambu, dan tumbuhan monokotil lainnya, meskipun beberapa memanfaatkan rumput teki (Cyperaceae) atau palem (Arecaceae). Kepompongan terjadi pada daun, batang, atau di antara serasah daun, di mana kepompong menempel dengan bantalan sutra.

Subfamili ini mencakup beberapa genus yang terkenal, termasuk Mycalesis, Orsotriaena, Lohora, Mydosama, Culapa, dan Bicyclus. Di antara genus-genus ini, Mycalesis adalah genus terbesar dan paling tersebar luas, yang mengandung banyak spesies yang umumnya dikenal sebagai kupu-kupu semak cokelat.

Secara ekologis, kupu-kupu Mycalesina merupakan komponen penting dari ekosistem hutan dan padang rumput. Ulatnya berkontribusi pada interaksi tumbuhan-herbivora dengan memakan rumput dan bambu, sementara kupu-kupu dewasa membantu daur ulang nutrisi melalui memakan bahan organik yang berfermentasi dan kadang-kadang mengunjungi bunga untuk nektar. Baik larva maupun kupu-kupu dewasa menjadi mangsa bagi burung, reptil, amfibi, laba-laba, serangga predator, dan parasitoid. Karena banyak spesies terkait erat dengan lapisan bawah hutan yang utuh dan merespons secara sensitif terhadap gangguan habitat, kupu-kupu Mycalesina merupakan indikator berharga bagi kesehatan hutan, kualitas habitat, dan keanekaragaman hayati regional.