Kumbang Lepuh (Famili Meloidae)
Meloidae, yang umumnya dikenal sebagai kumbang lepuh, adalah famili yang khas dalam superfamili Tenebrionoidea (Ordo Coleoptera). Famili ini terdiri dari beberapa ribu spesies yang telah dideskripsikan dan tersebar di seluruh dunia, dengan keanekaragaman terbesar di habitat kering, semi-kering, dan terbuka seperti padang rumput, sabana, gurun, dan daerah pertanian. Kumbang lepuh terkenal karena pertahanan kimianya dan siklus hidupnya yang tidak biasa.
Kumbang Meloidae dewasa biasanya berukuran sedang hingga besar dengan bentuk tubuh lunak, memanjang, dan agak fleksibel. Ciri khasnya adalah pronotum yang sempit, yang jauh lebih sempit daripada kepala dan elytra, sehingga kumbang tampak “berleher”. Elytra seringkali lunak dan mungkin tidak sepenuhnya menutupi perut. Warnanya berkisar dari cokelat kusam atau hitam hingga warna peringatan yang cerah, termasuk warna metalik atau pola bergaris yang mencolok.
Ciri khas Meloidae adalah produksi cantharidin, zat kimia beracun yang menyebabkan lepuh pada kulit dan berfungsi sebagai pertahanan yang efektif terhadap predator. Senyawa ini juga dapat membahayakan ternak jika kumbang lepuh mengkontaminasi jerami atau pakan ternak. Kehadiran cantharidin tercermin dalam pewarnaan aposematik banyak spesies.
Meloidae menunjukkan hipermetamorfosis, pola perkembangan kompleks di mana tahap larva sangat berbeda dalam bentuk dan perilaku. Tahap larva pertama (triungulin) aktif dan bergerak, sering mencari inang seperti lebah soliter atau kantung telur belalang. Tahap larva selanjutnya berbentuk seperti ulat dan menetap. Larva biasanya parasitoid atau predator, memakan makanan dan larva lebah atau telur belalang.
Famili ini mencakup beberapa genus penting, seperti Meloe, Lytta, Epicauta, dan Hycleus. Beberapa spesies memiliki signifikansi historis, karena cantharidin yang diekstrak dari kumbang lepuh dulunya digunakan dalam pengobatan tradisional dan sebagai afrodisiak, meskipun sangat beracun.
Secara ekologis, Meloidae memainkan peran penting dalam mengatur populasi serangga lain, khususnya belalang dan lebah soliter. Meskipun kumbang dewasa dapat memakan bunga, daun, atau serbuk sari dan kadang-kadang dapat merusak tanaman, larvanya sering memberikan manfaat tidak langsung melalui predasi atau parasitisme. Kombinasi unik antara pertahanan kimia, perkembangan hipermetamorfosis, dan interaksi ekologis menjadikan Meloidae salah satu famili kumbang yang paling khas.
