Serangga Sejati, Belalang, Kutu Daun, dan Sekutunya (Ordo Hemiptera)
Hemiptera, yang umumnya dikenal sebagai serangga sejati, adalah ordo serangga yang besar dan beragam, yang dicirikan oleh alat mulut pengisap-penusuk khusus yang beradaptasi untuk memakan cairan. Alat mulut ini membentuk paruh beruas, atau rostrum, yang digunakan untuk mengekstrak getah tumbuhan, darah hewan, atau cairan tubuh serangga lain. Anggota Hemiptera tersebar luas dan mendiami habitat darat, air tawar, dan, dalam beberapa kasus, habitat yang terkait dengan laut.
Tubuh serangga hemiptera biasanya terbagi menjadi kepala, toraks, dan perut. Kepala memiliki mata majemuk, seringkali ocelli, dan sepasang antena. Pada banyak kelompok, sayap depan dimodifikasi menjadi hemelytra, di mana bagian basal menebal dan seperti kulit sedangkan bagian apikalnya berupa membran; pada kelompok lain, sayap mungkin seluruhnya berupa membran atau mengecil. Saat istirahat, sayap biasanya diletakkan rata di atas perut.
Hemiptera mengalami metamorfosis tidak sempurna (hemimetaboli), berkembang melalui tahap telur, nimfa, dan dewasa. Nimfa umumnya menyerupai versi dewasa yang lebih kecil dan tidak bersayap, serta memiliki kebiasaan makan yang serupa. Respirasi terjadi melalui sistem trakea, dan sistem peredaran darahnya terbuka, seperti pada serangga lainnya.
Secara ekologis, hemiptera memenuhi berbagai peran. Banyak spesies merupakan herbivora dan pengisap getah yang penting, termasuk kutu daun, jangkrik, dan wereng, sementara yang lain adalah predator atau parasit yang membantu mengatur populasi serangga. Beberapa spesies merupakan hama pertanian yang signifikan dan vektor penyakit tanaman, sedangkan yang lain bermanfaat sebagai agen pengendalian hayati. Kelompok utama dalam Hemiptera meliputi Heteroptera (kutu sejati), Auchenorrhyncha (jangkrik, wereng, wereng batang), dan Sternorrhyncha (kutu daun, lalat putih, kutu sisik), yang mencerminkan keanekaragaman morfologi dan ekologi ordo yang cukup besar.
