Cucujiform Beetles (Infraordo Cucujiformia)

Cucujiformia adalah infraordo besar dan sangat beragam dalam subordo Polyphaga (Ordo Coleoptera). Infraordo ini mencakup banyak kelompok kumbang yang paling dikenal dan kaya spesies, dengan anggota yang tersebar di seluruh dunia di hampir semua habitat darat. Infraordo ini mencakup berbagai macam kumbang yang penting secara ekologis dan ekonomis.

Kumbang Cucujiformia umumnya dicirikan oleh kebiasaan utamanya sebagai fitofag (pemakan tumbuhan), meskipun fungivori, detritivori, dan predasi juga terjadi pada beberapa garis keturunan. Kumbang dewasa biasanya memiliki alat mulut pengunyah yang berkembang dengan baik, dan banyak kelompok menunjukkan hubungan erat dengan tanaman inang tertentu. Larva juga beragam dalam bentuk dan gaya hidup, mulai dari pemakan daun dan penggerek kayu hingga pemakan biji dan pemakan akar.

Secara morfologi, Cucujiformia menunjukkan variasi yang cukup besar, tetapi anggotanya sering kali memiliki ciri-ciri yang sama seperti protoraks yang relatif sederhana dan tidak terspesialisasi, antena yang fleksibel dengan berbagai bentuk (filiform, bergerigi, klavat, atau lamellat), dan elytra yang biasanya menutupi seluruh abdomen. Rumus tarsal bervariasi tetapi sering kali tampak pseudotetramerous (tampak 4-4-4 karena segmen yang berkurang).

Superfamili utama dalam Cucujiformia meliputi Chrysomeloidea, Curculionoidea, Tenebrionoidea, Cleroidea, dan Cucujoidea, yang mencakup famili seperti Chrysomelidae (kumbang daun), Curculionidae (kumbang sejati), Tenebrionidae (kumbang gelap), dan Cleridae (kumbang bercorak). Banyak dari kelompok ini telah mengalami radiasi adaptif yang luas dalam kaitannya dengan tumbuhan berbunga.

Secara ekologis, Cucujiformia memainkan peran sentral dalam ekosistem darat, khususnya dalam interaksi tumbuhan-serangga. Meskipun beberapa spesies merupakan hama pertanian yang signifikan, spesies lainnya bermanfaat sebagai penyerbuk, pengurai, atau agen pengendalian hayati. Keanekaragaman yang sangat besar dan cakupan ekologis Cucujiformia menjadikannya salah satu garis keturunan yang paling sukses secara evolusioner di antara kumbang.