Genus Aegus
-
Hewan(Kerajaan Animalia)
- Artropoda(Filum Arthropoda)
Aegus adalah genus kumbang rusa dalam suku Aegini, subfamili Lucaninae (Famili Lucanidae, Ordo Coleoptera). Genus ini sebagian besar tersebar di daerah tropis Dunia Lama, dengan keanekaragaman terbesar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan wilayah sekitarnya. Spesies Aegus terutama berasosiasi dengan habitat hutan, mulai dari hutan hujan dataran rendah hingga hutan pegunungan.
Kumbang Aegus dewasa berukuran sedang hingga besar dan memiliki bentuk tubuh yang kokoh dan memanjang, khas kumbang lucanid. Jantan memiliki rahang yang berkembang sedang, melengkung, dan terkadang bergigi, digunakan untuk bertarung dengan jantan saingan daripada untuk makan. Dibandingkan dengan beberapa genus kumbang rusa lainnya, rahang Aegus biasanya kurang berlebihan tetapi masih jelas menunjukkan dimorfisme seksual. Warnanya umumnya cokelat gelap hingga hitam, seringkali dengan permukaan kusam atau sedikit mengkilap.
Larva Aegus adalah ulat besar berbentuk C yang berkembang di dalam kayu yang membusuk seperti batang kayu yang lapuk, tunggul, atau cabang yang jatuh. Mereka memakan kayu yang telah terurai dan diperkaya dengan jamur dan mikroorganisme, dan perkembangan mereka dapat memakan waktu beberapa tahun sebelum menjadi pupa. Siklus hidup ini mengaitkan genus ini erat dengan ekosistem hutan dewasa yang memiliki cukup kayu mati.
Kumbang dewasa biasanya aktif di malam hari atau senja dan sering tertarik pada aliran getah pohon, buah-buahan yang berfermentasi, atau lampu buatan di malam hari. Makanan pada kumbang dewasa terutama melibatkan konsumsi getah atau eksudat manis lainnya daripada bahan tanaman padat.
Secara ekologis, spesies Aegus berkontribusi pada siklus nutrisi hutan melalui tahap larva pemakan kayu dan berperan sebagai bagian dari jaring makanan hutan. Karena ketergantungan mereka pada habitat hutan yang utuh, mereka dapat sensitif terhadap deforestasi dan gangguan habitat. Genus Aegus merupakan komponen yang khas dan mudah dikenali dari fauna kumbang rusa Asia Tenggara, yang dihargai karena penampilannya yang kokoh dan peran ekologisnya dalam ekosistem hutan.
