{"id":31215,"date":"2025-02-13T04:37:13","date_gmt":"2025-02-13T04:37:13","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/pearl-moth-31208\/"},"modified":"2025-02-13T04:37:32","modified_gmt":"2025-02-13T04:37:32","slug":"pearl-moth-31208","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/","title":{"rendered":"Pearl Moth"},"content":{"rendered":"<p>Crambidae, yang umumnya dikenal sebagai ngengat moncong crambid, adalah famili ngengat yang dibedakan dari tubuhnya yang ramping dan sayapnya yang sering berwarna cerah atau berpola jelas. Famili ini mencakup beragam spesies, diperkirakan berjumlah sekitar 11.000, yang menghuni berbagai ekosistem di seluruh dunia, dari lahan basah hingga padang rumput dan ladang pertanian. Ngengat moncong crambid khususnya terkenal karena tahap larvanya, di mana banyak spesies diidentifikasi sebagai hama pertanian yang signifikan, seperti penggerek jagung Eropa dan cacing jaring tanah, yang menyebabkan kerusakan besar pada tanaman dan rumput. Ngengat dewasa biasanya memiliki tonjolan seperti moncong di kepala mereka, yang memberi mereka nama umum. Kebiasaan makan mereka sangat bervariasi; beberapa adalah pemakan serbuk sari, sementara yang lain memiliki larva yang merupakan penambang daun, penggerek batang, atau pemakan akar. Dampak ekologis Crambidae sangat besar karena peran ganda mereka dalam mendukung ekosistem alami melalui penyerbukan dan potensi kerusakan mereka dalam lingkungan pertanian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Crambidae, yang umumnya dikenal sebagai ngengat moncong crambid, adalah famili ngengat yang dibedakan dari tubuhnya yang ramping dan sayapnya yang sering berwarna cerah atau berpola jelas. Famili ini mencakup beragam spesies, diperkirakan berjumlah sekitar 11.000, yang menghuni berbagai ekosistem di seluruh dunia, dari lahan basah hingga padang rumput dan ladang pertanian. Ngengat moncong crambid khususnya terkenal karena tahap larvanya, di mana banyak spesies diidentifikasi sebagai hama pertanian yang signifikan, seperti penggerek jagung Eropa dan cacing jaring tanah, yang menyebabkan kerusakan besar pada tanaman dan rumput. Ngengat dewasa biasanya memiliki tonjolan seperti moncong di kepala mereka, yang memberi mereka nama umum. Kebiasaan makan mereka sangat bervariasi; beberapa adalah pemakan serbuk sari, sementara yang lain memiliki larva yang merupakan penambang daun, penggerek batang, atau pemakan akar. Dampak ekologis Crambidae sangat besar karena peran ganda mereka dalam mendukung ekosistem alami melalui penyerbukan dan potensi kerusakan mereka dalam lingkungan pertanian.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31210,"parent":0,"menu_order":78,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[434,426,424],"class_list":["post-31215","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-ngengat-belum-terverifikasi","encyclopedia-category-serangga-belum-teridentifikasi","encyclopedia-category-spesies-belum-terverifikasi","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pearl Moth (Family Crambidae) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Crambidae, yang umumnya dikenal sebagai ngengat moncong crambid, adalah famili ngengat yang dibedakan dari tubuhnya yang ramping dan sayapnya yang sering berwarna cerah atau berpola jelas. Famili ini mencakup beragam spesies, diperkirakan berjumlah sekitar 11.000, yang menghuni berbagai ekosistem di seluruh dunia, dari lahan basah hingga padang rumput dan ladang pertanian. Ngengat moncong crambid khususnya terkenal karena tahap larvanya, di mana banyak spesies diidentifikasi sebagai hama pertanian yang signifikan, seperti penggerek jagung Eropa dan cacing jaring tanah, yang menyebabkan kerusakan besar pada tanaman dan rumput. Ngengat dewasa biasanya memiliki tonjolan seperti moncong di kepala mereka, yang memberi mereka nama umum. Kebiasaan makan mereka sangat bervariasi; beberapa adalah pemakan serbuk sari, sementara yang lain memiliki larva yang merupakan penambang daun, penggerek batang, atau pemakan akar. Dampak ekologis Crambidae sangat besar karena peran ganda mereka dalam mendukung ekosistem alami melalui penyerbukan dan potensi kerusakan mereka dalam lingkungan pertanian.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pearl Moth (Family Crambidae) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Crambidae, yang umumnya dikenal sebagai ngengat moncong crambid, adalah famili ngengat yang dibedakan dari tubuhnya yang ramping dan sayapnya yang sering berwarna cerah atau berpola jelas. Famili ini mencakup beragam spesies, diperkirakan berjumlah sekitar 11.000, yang menghuni berbagai ekosistem di seluruh dunia, dari lahan basah hingga padang rumput dan ladang pertanian. Ngengat moncong crambid khususnya terkenal karena tahap larvanya, di mana banyak spesies diidentifikasi sebagai hama pertanian yang signifikan, seperti penggerek jagung Eropa dan cacing jaring tanah, yang menyebabkan kerusakan besar pada tanaman dan rumput. Ngengat dewasa biasanya memiliki tonjolan seperti moncong di kepala mereka, yang memberi mereka nama umum. Kebiasaan makan mereka sangat bervariasi; beberapa adalah pemakan serbuk sari, sementara yang lain memiliki larva yang merupakan penambang daun, penggerek batang, atau pemakan akar. Dampak ekologis Crambidae sangat besar karena peran ganda mereka dalam mendukung ekosistem alami melalui penyerbukan dan potensi kerusakan mereka dalam lingkungan pertanian.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-13T04:37:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_4961.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1151\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"806\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/\",\"name\":\"Pearl Moth (Family Crambidae) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_4961.jpg\",\"datePublished\":\"2025-02-13T04:37:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-13T04:37:32+00:00\",\"description\":\"Crambidae, yang umumnya dikenal sebagai ngengat moncong crambid, adalah famili ngengat yang dibedakan dari tubuhnya yang ramping dan sayapnya yang sering berwarna cerah atau berpola jelas. Famili ini mencakup beragam spesies, diperkirakan berjumlah sekitar 11.000, yang menghuni berbagai ekosistem di seluruh dunia, dari lahan basah hingga padang rumput dan ladang pertanian. Ngengat moncong crambid khususnya terkenal karena tahap larvanya, di mana banyak spesies diidentifikasi sebagai hama pertanian yang signifikan, seperti penggerek jagung Eropa dan cacing jaring tanah, yang menyebabkan kerusakan besar pada tanaman dan rumput. Ngengat dewasa biasanya memiliki tonjolan seperti moncong di kepala mereka, yang memberi mereka nama umum. Kebiasaan makan mereka sangat bervariasi; beberapa adalah pemakan serbuk sari, sementara yang lain memiliki larva yang merupakan penambang daun, penggerek batang, atau pemakan akar. Dampak ekologis Crambidae sangat besar karena peran ganda mereka dalam mendukung ekosistem alami melalui penyerbukan dan potensi kerusakan mereka dalam lingkungan pertanian.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_4961.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_4961.jpg\",\"width\":1151,\"height\":806,\"caption\":\"Photo by David Lowenthal\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Spesies Belum Terverifikasi\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Ngengat\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"Pearl Moth\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pearl Moth (Family Crambidae) - Bali Wildlife","description":"Crambidae, yang umumnya dikenal sebagai ngengat moncong crambid, adalah famili ngengat yang dibedakan dari tubuhnya yang ramping dan sayapnya yang sering berwarna cerah atau berpola jelas. Famili ini mencakup beragam spesies, diperkirakan berjumlah sekitar 11.000, yang menghuni berbagai ekosistem di seluruh dunia, dari lahan basah hingga padang rumput dan ladang pertanian. Ngengat moncong crambid khususnya terkenal karena tahap larvanya, di mana banyak spesies diidentifikasi sebagai hama pertanian yang signifikan, seperti penggerek jagung Eropa dan cacing jaring tanah, yang menyebabkan kerusakan besar pada tanaman dan rumput. Ngengat dewasa biasanya memiliki tonjolan seperti moncong di kepala mereka, yang memberi mereka nama umum. Kebiasaan makan mereka sangat bervariasi; beberapa adalah pemakan serbuk sari, sementara yang lain memiliki larva yang merupakan penambang daun, penggerek batang, atau pemakan akar. Dampak ekologis Crambidae sangat besar karena peran ganda mereka dalam mendukung ekosistem alami melalui penyerbukan dan potensi kerusakan mereka dalam lingkungan pertanian.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pearl Moth (Family Crambidae) - Bali Wildlife","og_description":"Crambidae, yang umumnya dikenal sebagai ngengat moncong crambid, adalah famili ngengat yang dibedakan dari tubuhnya yang ramping dan sayapnya yang sering berwarna cerah atau berpola jelas. Famili ini mencakup beragam spesies, diperkirakan berjumlah sekitar 11.000, yang menghuni berbagai ekosistem di seluruh dunia, dari lahan basah hingga padang rumput dan ladang pertanian. Ngengat moncong crambid khususnya terkenal karena tahap larvanya, di mana banyak spesies diidentifikasi sebagai hama pertanian yang signifikan, seperti penggerek jagung Eropa dan cacing jaring tanah, yang menyebabkan kerusakan besar pada tanaman dan rumput. Ngengat dewasa biasanya memiliki tonjolan seperti moncong di kepala mereka, yang memberi mereka nama umum. Kebiasaan makan mereka sangat bervariasi; beberapa adalah pemakan serbuk sari, sementara yang lain memiliki larva yang merupakan penambang daun, penggerek batang, atau pemakan akar. Dampak ekologis Crambidae sangat besar karena peran ganda mereka dalam mendukung ekosistem alami melalui penyerbukan dan potensi kerusakan mereka dalam lingkungan pertanian.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2025-02-13T04:37:32+00:00","og_image":[{"width":1151,"height":806,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_4961.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/","name":"Pearl Moth (Family Crambidae) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_4961.jpg","datePublished":"2025-02-13T04:37:13+00:00","dateModified":"2025-02-13T04:37:32+00:00","description":"Crambidae, yang umumnya dikenal sebagai ngengat moncong crambid, adalah famili ngengat yang dibedakan dari tubuhnya yang ramping dan sayapnya yang sering berwarna cerah atau berpola jelas. Famili ini mencakup beragam spesies, diperkirakan berjumlah sekitar 11.000, yang menghuni berbagai ekosistem di seluruh dunia, dari lahan basah hingga padang rumput dan ladang pertanian. Ngengat moncong crambid khususnya terkenal karena tahap larvanya, di mana banyak spesies diidentifikasi sebagai hama pertanian yang signifikan, seperti penggerek jagung Eropa dan cacing jaring tanah, yang menyebabkan kerusakan besar pada tanaman dan rumput. Ngengat dewasa biasanya memiliki tonjolan seperti moncong di kepala mereka, yang memberi mereka nama umum. Kebiasaan makan mereka sangat bervariasi; beberapa adalah pemakan serbuk sari, sementara yang lain memiliki larva yang merupakan penambang daun, penggerek batang, atau pemakan akar. Dampak ekologis Crambidae sangat besar karena peran ganda mereka dalam mendukung ekosistem alami melalui penyerbukan dan potensi kerusakan mereka dalam lingkungan pertanian.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_4961.jpg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_4961.jpg","width":1151,"height":806,"caption":"Photo by David Lowenthal"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/pearl-moth-31208\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Spesies Belum Terverifikasi","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Ngengat","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/ngengat-belum-terverifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"Pearl Moth"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/31215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/31215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31216,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/31215\/revisions\/31216"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31210"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=31215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}