{"id":29991,"date":"2025-02-07T08:12:22","date_gmt":"2025-02-07T08:12:22","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/"},"modified":"2025-02-07T08:12:54","modified_gmt":"2025-02-07T08:12:54","slug":"silent-slant-faced-grasshopper-29983","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/","title":{"rendered":"Silent Slant-Faced Grasshopper"},"content":{"rendered":"<p>Acrididae, yang umumnya dikenal sebagai belalang, merupakan famili terbesar dalam ordo Orthoptera, yang mencakup berbagai spesies yang dikenal karena kaki belakangnya yang kuat yang digunakan untuk melompat dan kemampuan mereka untuk menghasilkan suara dengan stridulasi atau krepitasi. Serangga ini sebagian besar ditemukan di daerah berumput, ladang terbuka, dan hutan di seluruh dunia, beradaptasi dengan berbagai iklim mulai dari zona tropis hingga sedang. Acrididae terutama herbivora, memakan berbagai macam rumput dan daun, yang menempatkan mereka sebagai hama pertanian yang signifikan ketika populasi mereka menjadi besar, yang menyebabkan kerusakan tanaman yang serius. Siklus hidup belalang mencakup metamorfosis yang tidak lengkap, berkembang dari telur menjadi nimfa hingga dewasa, dengan beberapa tahap nimfa yang menyerupai versi dewasa yang lebih kecil. Acrididae memainkan peran ekologis yang penting, berfungsi sebagai mangsa dan predator dalam ekosistem mereka, dan dinamika populasi mereka sering dipelajari dalam konteks pemodelan ekologi dan strategi pengelolaan hama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Acrididae, yang umumnya dikenal sebagai belalang, merupakan famili terbesar dalam ordo Orthoptera, yang mencakup berbagai spesies yang dikenal karena kaki belakangnya yang kuat yang digunakan untuk melompat dan kemampuan mereka untuk menghasilkan suara dengan stridulasi atau krepitasi. Serangga ini sebagian besar ditemukan di daerah berumput, ladang terbuka, dan hutan di seluruh dunia, beradaptasi dengan berbagai iklim mulai dari zona tropis hingga sedang. Acrididae terutama herbivora, memakan berbagai macam rumput dan daun, yang menempatkan mereka sebagai hama pertanian yang signifikan ketika populasi mereka menjadi besar, yang menyebabkan kerusakan tanaman yang serius. Siklus hidup belalang mencakup metamorfosis yang tidak lengkap, berkembang dari telur menjadi nimfa hingga dewasa, dengan beberapa tahap nimfa yang menyerupai versi dewasa yang lebih kecil. Acrididae memainkan peran ekologis yang penting, berfungsi sebagai mangsa dan predator dalam ekosistem mereka, dan dinamika populasi mereka sering dipelajari dalam konteks pemodelan ekologi dan strategi pengelolaan hama.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29986,"parent":0,"menu_order":302,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[430,426,424],"class_list":["post-29991","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi","encyclopedia-category-serangga-belum-teridentifikasi","encyclopedia-category-spesies-belum-terverifikasi","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Silent Slant-Faced Grasshopper (Family Acrididae) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Acrididae, yang umumnya dikenal sebagai belalang, merupakan famili terbesar dalam ordo Orthoptera, yang mencakup berbagai spesies yang dikenal karena kaki belakangnya yang kuat yang digunakan untuk melompat dan kemampuan mereka untuk menghasilkan suara dengan stridulasi atau krepitasi. Serangga ini sebagian besar ditemukan di daerah berumput, ladang terbuka, dan hutan di seluruh dunia, beradaptasi dengan berbagai iklim mulai dari zona tropis hingga sedang. Acrididae terutama herbivora, memakan berbagai macam rumput dan daun, yang menempatkan mereka sebagai hama pertanian yang signifikan ketika populasi mereka menjadi besar, yang menyebabkan kerusakan tanaman yang serius. Siklus hidup belalang mencakup metamorfosis yang tidak lengkap, berkembang dari telur menjadi nimfa hingga dewasa, dengan beberapa tahap nimfa yang menyerupai versi dewasa yang lebih kecil. Acrididae memainkan peran ekologis yang penting, berfungsi sebagai mangsa dan predator dalam ekosistem mereka, dan dinamika populasi mereka sering dipelajari dalam konteks pemodelan ekologi dan strategi pengelolaan hama.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Silent Slant-Faced Grasshopper (Family Acrididae) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Acrididae, yang umumnya dikenal sebagai belalang, merupakan famili terbesar dalam ordo Orthoptera, yang mencakup berbagai spesies yang dikenal karena kaki belakangnya yang kuat yang digunakan untuk melompat dan kemampuan mereka untuk menghasilkan suara dengan stridulasi atau krepitasi. Serangga ini sebagian besar ditemukan di daerah berumput, ladang terbuka, dan hutan di seluruh dunia, beradaptasi dengan berbagai iklim mulai dari zona tropis hingga sedang. Acrididae terutama herbivora, memakan berbagai macam rumput dan daun, yang menempatkan mereka sebagai hama pertanian yang signifikan ketika populasi mereka menjadi besar, yang menyebabkan kerusakan tanaman yang serius. Siklus hidup belalang mencakup metamorfosis yang tidak lengkap, berkembang dari telur menjadi nimfa hingga dewasa, dengan beberapa tahap nimfa yang menyerupai versi dewasa yang lebih kecil. Acrididae memainkan peran ekologis yang penting, berfungsi sebagai mangsa dan predator dalam ekosistem mereka, dan dinamika populasi mereka sering dipelajari dalam konteks pemodelan ekologi dan strategi pengelolaan hama.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-07T08:12:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_5819.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1715\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/\",\"name\":\"Silent Slant-Faced Grasshopper (Family Acrididae) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_5819.jpg\",\"datePublished\":\"2025-02-07T08:12:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-07T08:12:54+00:00\",\"description\":\"Acrididae, yang umumnya dikenal sebagai belalang, merupakan famili terbesar dalam ordo Orthoptera, yang mencakup berbagai spesies yang dikenal karena kaki belakangnya yang kuat yang digunakan untuk melompat dan kemampuan mereka untuk menghasilkan suara dengan stridulasi atau krepitasi. Serangga ini sebagian besar ditemukan di daerah berumput, ladang terbuka, dan hutan di seluruh dunia, beradaptasi dengan berbagai iklim mulai dari zona tropis hingga sedang. Acrididae terutama herbivora, memakan berbagai macam rumput dan daun, yang menempatkan mereka sebagai hama pertanian yang signifikan ketika populasi mereka menjadi besar, yang menyebabkan kerusakan tanaman yang serius. Siklus hidup belalang mencakup metamorfosis yang tidak lengkap, berkembang dari telur menjadi nimfa hingga dewasa, dengan beberapa tahap nimfa yang menyerupai versi dewasa yang lebih kecil. Acrididae memainkan peran ekologis yang penting, berfungsi sebagai mangsa dan predator dalam ekosistem mereka, dan dinamika populasi mereka sering dipelajari dalam konteks pemodelan ekologi dan strategi pengelolaan hama.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_5819.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_5819.jpg\",\"width\":1715,\"height\":1200,\"caption\":\"Photo by David Lowenthal\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Spesies Belum Terverifikasi\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Jangkrik dan Belalang\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"Silent Slant-Faced Grasshopper\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Silent Slant-Faced Grasshopper (Family Acrididae) - Bali Wildlife","description":"Acrididae, yang umumnya dikenal sebagai belalang, merupakan famili terbesar dalam ordo Orthoptera, yang mencakup berbagai spesies yang dikenal karena kaki belakangnya yang kuat yang digunakan untuk melompat dan kemampuan mereka untuk menghasilkan suara dengan stridulasi atau krepitasi. Serangga ini sebagian besar ditemukan di daerah berumput, ladang terbuka, dan hutan di seluruh dunia, beradaptasi dengan berbagai iklim mulai dari zona tropis hingga sedang. Acrididae terutama herbivora, memakan berbagai macam rumput dan daun, yang menempatkan mereka sebagai hama pertanian yang signifikan ketika populasi mereka menjadi besar, yang menyebabkan kerusakan tanaman yang serius. Siklus hidup belalang mencakup metamorfosis yang tidak lengkap, berkembang dari telur menjadi nimfa hingga dewasa, dengan beberapa tahap nimfa yang menyerupai versi dewasa yang lebih kecil. Acrididae memainkan peran ekologis yang penting, berfungsi sebagai mangsa dan predator dalam ekosistem mereka, dan dinamika populasi mereka sering dipelajari dalam konteks pemodelan ekologi dan strategi pengelolaan hama.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Silent Slant-Faced Grasshopper (Family Acrididae) - Bali Wildlife","og_description":"Acrididae, yang umumnya dikenal sebagai belalang, merupakan famili terbesar dalam ordo Orthoptera, yang mencakup berbagai spesies yang dikenal karena kaki belakangnya yang kuat yang digunakan untuk melompat dan kemampuan mereka untuk menghasilkan suara dengan stridulasi atau krepitasi. Serangga ini sebagian besar ditemukan di daerah berumput, ladang terbuka, dan hutan di seluruh dunia, beradaptasi dengan berbagai iklim mulai dari zona tropis hingga sedang. Acrididae terutama herbivora, memakan berbagai macam rumput dan daun, yang menempatkan mereka sebagai hama pertanian yang signifikan ketika populasi mereka menjadi besar, yang menyebabkan kerusakan tanaman yang serius. Siklus hidup belalang mencakup metamorfosis yang tidak lengkap, berkembang dari telur menjadi nimfa hingga dewasa, dengan beberapa tahap nimfa yang menyerupai versi dewasa yang lebih kecil. Acrididae memainkan peran ekologis yang penting, berfungsi sebagai mangsa dan predator dalam ekosistem mereka, dan dinamika populasi mereka sering dipelajari dalam konteks pemodelan ekologi dan strategi pengelolaan hama.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2025-02-07T08:12:54+00:00","og_image":[{"width":1715,"height":1200,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_5819.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/","name":"Silent Slant-Faced Grasshopper (Family Acrididae) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_5819.jpg","datePublished":"2025-02-07T08:12:22+00:00","dateModified":"2025-02-07T08:12:54+00:00","description":"Acrididae, yang umumnya dikenal sebagai belalang, merupakan famili terbesar dalam ordo Orthoptera, yang mencakup berbagai spesies yang dikenal karena kaki belakangnya yang kuat yang digunakan untuk melompat dan kemampuan mereka untuk menghasilkan suara dengan stridulasi atau krepitasi. Serangga ini sebagian besar ditemukan di daerah berumput, ladang terbuka, dan hutan di seluruh dunia, beradaptasi dengan berbagai iklim mulai dari zona tropis hingga sedang. Acrididae terutama herbivora, memakan berbagai macam rumput dan daun, yang menempatkan mereka sebagai hama pertanian yang signifikan ketika populasi mereka menjadi besar, yang menyebabkan kerusakan tanaman yang serius. Siklus hidup belalang mencakup metamorfosis yang tidak lengkap, berkembang dari telur menjadi nimfa hingga dewasa, dengan beberapa tahap nimfa yang menyerupai versi dewasa yang lebih kecil. Acrididae memainkan peran ekologis yang penting, berfungsi sebagai mangsa dan predator dalam ekosistem mereka, dan dinamika populasi mereka sering dipelajari dalam konteks pemodelan ekologi dan strategi pengelolaan hama.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_5819.jpg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_5819.jpg","width":1715,"height":1200,"caption":"Photo by David Lowenthal"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/silent-slant-faced-grasshopper-29983\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Spesies Belum Terverifikasi","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Jangkrik dan Belalang","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/jangkrik-dan-belalang-belum-teridentifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"Silent Slant-Faced Grasshopper"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/29991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/29991\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29992,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/29991\/revisions\/29992"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=29991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}