{"id":28061,"date":"2025-01-14T06:33:19","date_gmt":"2025-01-14T06:33:19","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/kepik-28054\/"},"modified":"2025-01-14T06:33:42","modified_gmt":"2025-01-14T06:33:42","slug":"kepik-28054","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/","title":{"rendered":"Kepik"},"content":{"rendered":"<p>Henosepilachna adalah genus dalam famili Coccinellidae, yang umumnya dikenal sebagai kepik atau ladybirds, meskipun secara khusus, anggota genus ini sebagian besar adalah herbivora. Kumbang ini dikenal karena rangka luarnya yang berbintik-bintik dan berwarna cerah, yang secara tradisional menandakan racun atau rasa tidak enak bagi predator, yang berfungsi sebagai pencegah yang efektif. Tidak seperti kerabat karnivora mereka yang memangsa kutu daun dan hama lainnya, spesies Henosepilachna memakan bahan tanaman, terutama daun dan jaringan lunak berbagai tanaman solanaceous seperti terong dan kentang, yang menjadikannya hama pertanian di beberapa wilayah. Tersebar terutama di Asia dan Australia, kumbang ini memainkan peran penting dalam ekosistem mereka tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas pertanian, yang mengarah pada kepentingan ekonomi dalam mengelola populasi mereka. Studi tentang kumbang Henosepilachna menawarkan wawasan tentang pengendalian hama dan dampak ekologis dari ladybird herbivora.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Henosepilachna adalah genus dalam famili Coccinellidae, yang umumnya dikenal sebagai kepik atau ladybirds, meskipun secara khusus, anggota genus ini sebagian besar adalah herbivora. Kumbang ini dikenal karena rangka luarnya yang berbintik-bintik dan berwarna cerah, yang secara tradisional menandakan racun atau rasa tidak enak bagi predator, yang berfungsi sebagai pencegah yang efektif. Tidak seperti kerabat karnivora mereka yang memangsa kutu daun dan hama lainnya, spesies Henosepilachna memakan bahan tanaman, terutama daun dan jaringan lunak berbagai tanaman solanaceous seperti terong dan kentang, yang menjadikannya hama pertanian di beberapa wilayah. Tersebar terutama di Asia dan Australia, kumbang ini memainkan peran penting dalam ekosistem mereka tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas pertanian, yang mengarah pada kepentingan ekonomi dalam mengelola populasi mereka. Studi tentang kumbang Henosepilachna menawarkan wawasan tentang pengendalian hama dan dampak ekologis dari ladybird herbivora.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28057,"parent":0,"menu_order":658,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[428,426,424],"class_list":["post-28061","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-kumbang-belum-terverifikasi","encyclopedia-category-serangga-belum-teridentifikasi","encyclopedia-category-spesies-belum-terverifikasi","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kepik (Genus Henosepilachna) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Henosepilachna adalah genus dalam famili Coccinellidae, yang umumnya dikenal sebagai kepik atau ladybirds, meskipun secara khusus, anggota genus ini sebagian besar adalah herbivora. Kumbang ini dikenal karena rangka luarnya yang berbintik-bintik dan berwarna cerah, yang secara tradisional menandakan racun atau rasa tidak enak bagi predator, yang berfungsi sebagai pencegah yang efektif. Tidak seperti kerabat karnivora mereka yang memangsa kutu daun dan hama lainnya, spesies Henosepilachna memakan bahan tanaman, terutama daun dan jaringan lunak berbagai tanaman solanaceous seperti terong dan kentang, yang menjadikannya hama pertanian di beberapa wilayah. Tersebar terutama di Asia dan Australia, kumbang ini memainkan peran penting dalam ekosistem mereka tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas pertanian, yang mengarah pada kepentingan ekonomi dalam mengelola populasi mereka. Studi tentang kumbang Henosepilachna menawarkan wawasan tentang pengendalian hama dan dampak ekologis dari ladybird herbivora.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kepik (Genus Henosepilachna) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Henosepilachna adalah genus dalam famili Coccinellidae, yang umumnya dikenal sebagai kepik atau ladybirds, meskipun secara khusus, anggota genus ini sebagian besar adalah herbivora. Kumbang ini dikenal karena rangka luarnya yang berbintik-bintik dan berwarna cerah, yang secara tradisional menandakan racun atau rasa tidak enak bagi predator, yang berfungsi sebagai pencegah yang efektif. Tidak seperti kerabat karnivora mereka yang memangsa kutu daun dan hama lainnya, spesies Henosepilachna memakan bahan tanaman, terutama daun dan jaringan lunak berbagai tanaman solanaceous seperti terong dan kentang, yang menjadikannya hama pertanian di beberapa wilayah. Tersebar terutama di Asia dan Australia, kumbang ini memainkan peran penting dalam ekosistem mereka tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas pertanian, yang mengarah pada kepentingan ekonomi dalam mengelola populasi mereka. Studi tentang kumbang Henosepilachna menawarkan wawasan tentang pengendalian hama dan dampak ekologis dari ladybird herbivora.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-14T06:33:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_0413.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1547\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1084\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/kumbang-belum-terverifikasi\\\/kepik-28054\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/kumbang-belum-terverifikasi\\\/kepik-28054\\\/\",\"name\":\"Kepik (Genus Henosepilachna) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/kumbang-belum-terverifikasi\\\/kepik-28054\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/kumbang-belum-terverifikasi\\\/kepik-28054\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/IMG_0413.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-14T06:33:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-14T06:33:42+00:00\",\"description\":\"Henosepilachna adalah genus dalam famili Coccinellidae, yang umumnya dikenal sebagai kepik atau ladybirds, meskipun secara khusus, anggota genus ini sebagian besar adalah herbivora. Kumbang ini dikenal karena rangka luarnya yang berbintik-bintik dan berwarna cerah, yang secara tradisional menandakan racun atau rasa tidak enak bagi predator, yang berfungsi sebagai pencegah yang efektif. Tidak seperti kerabat karnivora mereka yang memangsa kutu daun dan hama lainnya, spesies Henosepilachna memakan bahan tanaman, terutama daun dan jaringan lunak berbagai tanaman solanaceous seperti terong dan kentang, yang menjadikannya hama pertanian di beberapa wilayah. Tersebar terutama di Asia dan Australia, kumbang ini memainkan peran penting dalam ekosistem mereka tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas pertanian, yang mengarah pada kepentingan ekonomi dalam mengelola populasi mereka. Studi tentang kumbang Henosepilachna menawarkan wawasan tentang pengendalian hama dan dampak ekologis dari ladybird herbivora.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/kumbang-belum-terverifikasi\\\/kepik-28054\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/kumbang-belum-terverifikasi\\\/kepik-28054\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/kumbang-belum-terverifikasi\\\/kepik-28054\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/IMG_0413.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/IMG_0413.jpg\",\"width\":1547,\"height\":1084,\"caption\":\"Photo by David Lowenthal\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/kumbang-belum-terverifikasi\\\/kepik-28054\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Spesies Belum Terverifikasi\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kumbang\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/spesies-belum-terverifikasi\\\/serangga-belum-teridentifikasi\\\/kumbang-belum-terverifikasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"Kepik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kepik (Genus Henosepilachna) - Bali Wildlife","description":"Henosepilachna adalah genus dalam famili Coccinellidae, yang umumnya dikenal sebagai kepik atau ladybirds, meskipun secara khusus, anggota genus ini sebagian besar adalah herbivora. Kumbang ini dikenal karena rangka luarnya yang berbintik-bintik dan berwarna cerah, yang secara tradisional menandakan racun atau rasa tidak enak bagi predator, yang berfungsi sebagai pencegah yang efektif. Tidak seperti kerabat karnivora mereka yang memangsa kutu daun dan hama lainnya, spesies Henosepilachna memakan bahan tanaman, terutama daun dan jaringan lunak berbagai tanaman solanaceous seperti terong dan kentang, yang menjadikannya hama pertanian di beberapa wilayah. Tersebar terutama di Asia dan Australia, kumbang ini memainkan peran penting dalam ekosistem mereka tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas pertanian, yang mengarah pada kepentingan ekonomi dalam mengelola populasi mereka. Studi tentang kumbang Henosepilachna menawarkan wawasan tentang pengendalian hama dan dampak ekologis dari ladybird herbivora.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kepik (Genus Henosepilachna) - Bali Wildlife","og_description":"Henosepilachna adalah genus dalam famili Coccinellidae, yang umumnya dikenal sebagai kepik atau ladybirds, meskipun secara khusus, anggota genus ini sebagian besar adalah herbivora. Kumbang ini dikenal karena rangka luarnya yang berbintik-bintik dan berwarna cerah, yang secara tradisional menandakan racun atau rasa tidak enak bagi predator, yang berfungsi sebagai pencegah yang efektif. Tidak seperti kerabat karnivora mereka yang memangsa kutu daun dan hama lainnya, spesies Henosepilachna memakan bahan tanaman, terutama daun dan jaringan lunak berbagai tanaman solanaceous seperti terong dan kentang, yang menjadikannya hama pertanian di beberapa wilayah. Tersebar terutama di Asia dan Australia, kumbang ini memainkan peran penting dalam ekosistem mereka tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas pertanian, yang mengarah pada kepentingan ekonomi dalam mengelola populasi mereka. Studi tentang kumbang Henosepilachna menawarkan wawasan tentang pengendalian hama dan dampak ekologis dari ladybird herbivora.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2025-01-14T06:33:42+00:00","og_image":[{"width":1547,"height":1084,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_0413.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/","name":"Kepik (Genus Henosepilachna) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_0413.jpg","datePublished":"2025-01-14T06:33:19+00:00","dateModified":"2025-01-14T06:33:42+00:00","description":"Henosepilachna adalah genus dalam famili Coccinellidae, yang umumnya dikenal sebagai kepik atau ladybirds, meskipun secara khusus, anggota genus ini sebagian besar adalah herbivora. Kumbang ini dikenal karena rangka luarnya yang berbintik-bintik dan berwarna cerah, yang secara tradisional menandakan racun atau rasa tidak enak bagi predator, yang berfungsi sebagai pencegah yang efektif. Tidak seperti kerabat karnivora mereka yang memangsa kutu daun dan hama lainnya, spesies Henosepilachna memakan bahan tanaman, terutama daun dan jaringan lunak berbagai tanaman solanaceous seperti terong dan kentang, yang menjadikannya hama pertanian di beberapa wilayah. Tersebar terutama di Asia dan Australia, kumbang ini memainkan peran penting dalam ekosistem mereka tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas pertanian, yang mengarah pada kepentingan ekonomi dalam mengelola populasi mereka. Studi tentang kumbang Henosepilachna menawarkan wawasan tentang pengendalian hama dan dampak ekologis dari ladybird herbivora.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_0413.jpg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_0413.jpg","width":1547,"height":1084,"caption":"Photo by David Lowenthal"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kepik-28054\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Spesies Belum Terverifikasi","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kumbang","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"Kepik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/28061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/28061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28062,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/28061\/revisions\/28062"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=28061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}