{"id":27985,"date":"2025-01-13T12:01:32","date_gmt":"2025-01-13T12:01:32","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/"},"modified":"2025-01-13T12:01:53","modified_gmt":"2025-01-13T12:01:53","slug":"kumbang-tanduk-panjang-27976","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/","title":{"rendered":"Kumbang Tanduk Panjang"},"content":{"rendered":"<p>Cerambycidae, yang umumnya dikenal sebagai kumbang tanduk panjang, adalah famili besar kumbang yang dicirikan oleh antena mereka yang sangat panjang, sering kali melebihi panjang tubuh mereka sendiri, dan beragam ukuran, bentuk, dan warna tubuh. Kumbang ini ditemukan di seluruh dunia, tumbuh subur di berbagai habitat tetapi terutama di daerah berhutan tempat larva mereka memakan kayu, berkontribusi pada dekomposisi dan daur ulang pohon yang mati. Kumbang dewasa juga dikenal karena keanekaragaman makanannya, memakan daun, nektar, dan sisa-sisa tanaman. Kumbang tanduk panjang memainkan peran ekologis yang penting, membantu regenerasi hutan dan pemeliharaan ekosistem yang sehat, meskipun beberapa spesies dapat menjadi hama yang signifikan dalam kehutanan dan pertanian dengan merusak pohon hidup dan produk kayu. Penampilan mereka yang khas dan kepentingan ekologis membuat mereka menjadi subjek yang menarik dalam penelitian ilmiah dan upaya konservasi, menyoroti keseimbangan antara peran mereka yang bermanfaat dalam ekosistem alami dan dampaknya sebagai hama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerambycidae, yang umumnya dikenal sebagai kumbang tanduk panjang, adalah famili besar kumbang yang dicirikan oleh antena mereka yang sangat panjang, sering kali melebihi panjang tubuh mereka sendiri, dan beragam ukuran, bentuk, dan warna tubuh. Kumbang ini ditemukan di seluruh dunia, tumbuh subur di berbagai habitat tetapi terutama di daerah berhutan tempat larva mereka memakan kayu, berkontribusi pada dekomposisi dan daur ulang pohon yang mati. Kumbang dewasa juga dikenal karena keanekaragaman makanannya, memakan daun, nektar, dan sisa-sisa tanaman. Kumbang tanduk panjang memainkan peran ekologis yang penting, membantu regenerasi hutan dan pemeliharaan ekosistem yang sehat, meskipun beberapa spesies dapat menjadi hama yang signifikan dalam kehutanan dan pertanian dengan merusak pohon hidup dan produk kayu. Penampilan mereka yang khas dan kepentingan ekologis membuat mereka menjadi subjek yang menarik dalam penelitian ilmiah dan upaya konservasi, menyoroti keseimbangan antara peran mereka yang bermanfaat dalam ekosistem alami dan dampaknya sebagai hama.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27979,"parent":0,"menu_order":672,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[428,426,424],"class_list":["post-27985","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-kumbang-belum-terverifikasi","encyclopedia-category-serangga-belum-teridentifikasi","encyclopedia-category-spesies-belum-terverifikasi","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kumbang Tanduk Panjang (Family Cerambycidae) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cerambycidae, yang umumnya dikenal sebagai kumbang tanduk panjang, adalah famili besar kumbang yang dicirikan oleh antena mereka yang sangat panjang, sering kali melebihi panjang tubuh mereka sendiri, dan beragam ukuran, bentuk, dan warna tubuh. Kumbang ini ditemukan di seluruh dunia, tumbuh subur di berbagai habitat tetapi terutama di daerah berhutan tempat larva mereka memakan kayu, berkontribusi pada dekomposisi dan daur ulang pohon yang mati. Kumbang dewasa juga dikenal karena keanekaragaman makanannya, memakan daun, nektar, dan sisa-sisa tanaman. Kumbang tanduk panjang memainkan peran ekologis yang penting, membantu regenerasi hutan dan pemeliharaan ekosistem yang sehat, meskipun beberapa spesies dapat menjadi hama yang signifikan dalam kehutanan dan pertanian dengan merusak pohon hidup dan produk kayu. Penampilan mereka yang khas dan kepentingan ekologis membuat mereka menjadi subjek yang menarik dalam penelitian ilmiah dan upaya konservasi, menyoroti keseimbangan antara peran mereka yang bermanfaat dalam ekosistem alami dan dampaknya sebagai hama.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kumbang Tanduk Panjang (Family Cerambycidae) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerambycidae, yang umumnya dikenal sebagai kumbang tanduk panjang, adalah famili besar kumbang yang dicirikan oleh antena mereka yang sangat panjang, sering kali melebihi panjang tubuh mereka sendiri, dan beragam ukuran, bentuk, dan warna tubuh. Kumbang ini ditemukan di seluruh dunia, tumbuh subur di berbagai habitat tetapi terutama di daerah berhutan tempat larva mereka memakan kayu, berkontribusi pada dekomposisi dan daur ulang pohon yang mati. Kumbang dewasa juga dikenal karena keanekaragaman makanannya, memakan daun, nektar, dan sisa-sisa tanaman. Kumbang tanduk panjang memainkan peran ekologis yang penting, membantu regenerasi hutan dan pemeliharaan ekosistem yang sehat, meskipun beberapa spesies dapat menjadi hama yang signifikan dalam kehutanan dan pertanian dengan merusak pohon hidup dan produk kayu. Penampilan mereka yang khas dan kepentingan ekologis membuat mereka menjadi subjek yang menarik dalam penelitian ilmiah dan upaya konservasi, menyoroti keseimbangan antara peran mereka yang bermanfaat dalam ekosistem alami dan dampaknya sebagai hama.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-13T12:01:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_3884.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/\",\"name\":\"Kumbang Tanduk Panjang (Family Cerambycidae) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_3884.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-13T12:01:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-13T12:01:53+00:00\",\"description\":\"Cerambycidae, yang umumnya dikenal sebagai kumbang tanduk panjang, adalah famili besar kumbang yang dicirikan oleh antena mereka yang sangat panjang, sering kali melebihi panjang tubuh mereka sendiri, dan beragam ukuran, bentuk, dan warna tubuh. Kumbang ini ditemukan di seluruh dunia, tumbuh subur di berbagai habitat tetapi terutama di daerah berhutan tempat larva mereka memakan kayu, berkontribusi pada dekomposisi dan daur ulang pohon yang mati. Kumbang dewasa juga dikenal karena keanekaragaman makanannya, memakan daun, nektar, dan sisa-sisa tanaman. Kumbang tanduk panjang memainkan peran ekologis yang penting, membantu regenerasi hutan dan pemeliharaan ekosistem yang sehat, meskipun beberapa spesies dapat menjadi hama yang signifikan dalam kehutanan dan pertanian dengan merusak pohon hidup dan produk kayu. Penampilan mereka yang khas dan kepentingan ekologis membuat mereka menjadi subjek yang menarik dalam penelitian ilmiah dan upaya konservasi, menyoroti keseimbangan antara peran mereka yang bermanfaat dalam ekosistem alami dan dampaknya sebagai hama.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_3884.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_3884.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200,\"caption\":\"Photo by David Lowenthal\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Spesies Belum Terverifikasi\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kumbang\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"Kumbang Tanduk Panjang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kumbang Tanduk Panjang (Family Cerambycidae) - Bali Wildlife","description":"Cerambycidae, yang umumnya dikenal sebagai kumbang tanduk panjang, adalah famili besar kumbang yang dicirikan oleh antena mereka yang sangat panjang, sering kali melebihi panjang tubuh mereka sendiri, dan beragam ukuran, bentuk, dan warna tubuh. Kumbang ini ditemukan di seluruh dunia, tumbuh subur di berbagai habitat tetapi terutama di daerah berhutan tempat larva mereka memakan kayu, berkontribusi pada dekomposisi dan daur ulang pohon yang mati. Kumbang dewasa juga dikenal karena keanekaragaman makanannya, memakan daun, nektar, dan sisa-sisa tanaman. Kumbang tanduk panjang memainkan peran ekologis yang penting, membantu regenerasi hutan dan pemeliharaan ekosistem yang sehat, meskipun beberapa spesies dapat menjadi hama yang signifikan dalam kehutanan dan pertanian dengan merusak pohon hidup dan produk kayu. Penampilan mereka yang khas dan kepentingan ekologis membuat mereka menjadi subjek yang menarik dalam penelitian ilmiah dan upaya konservasi, menyoroti keseimbangan antara peran mereka yang bermanfaat dalam ekosistem alami dan dampaknya sebagai hama.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kumbang Tanduk Panjang (Family Cerambycidae) - Bali Wildlife","og_description":"Cerambycidae, yang umumnya dikenal sebagai kumbang tanduk panjang, adalah famili besar kumbang yang dicirikan oleh antena mereka yang sangat panjang, sering kali melebihi panjang tubuh mereka sendiri, dan beragam ukuran, bentuk, dan warna tubuh. Kumbang ini ditemukan di seluruh dunia, tumbuh subur di berbagai habitat tetapi terutama di daerah berhutan tempat larva mereka memakan kayu, berkontribusi pada dekomposisi dan daur ulang pohon yang mati. Kumbang dewasa juga dikenal karena keanekaragaman makanannya, memakan daun, nektar, dan sisa-sisa tanaman. Kumbang tanduk panjang memainkan peran ekologis yang penting, membantu regenerasi hutan dan pemeliharaan ekosistem yang sehat, meskipun beberapa spesies dapat menjadi hama yang signifikan dalam kehutanan dan pertanian dengan merusak pohon hidup dan produk kayu. Penampilan mereka yang khas dan kepentingan ekologis membuat mereka menjadi subjek yang menarik dalam penelitian ilmiah dan upaya konservasi, menyoroti keseimbangan antara peran mereka yang bermanfaat dalam ekosistem alami dan dampaknya sebagai hama.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2025-01-13T12:01:53+00:00","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_3884.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/","name":"Kumbang Tanduk Panjang (Family Cerambycidae) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_3884.jpg","datePublished":"2025-01-13T12:01:32+00:00","dateModified":"2025-01-13T12:01:53+00:00","description":"Cerambycidae, yang umumnya dikenal sebagai kumbang tanduk panjang, adalah famili besar kumbang yang dicirikan oleh antena mereka yang sangat panjang, sering kali melebihi panjang tubuh mereka sendiri, dan beragam ukuran, bentuk, dan warna tubuh. Kumbang ini ditemukan di seluruh dunia, tumbuh subur di berbagai habitat tetapi terutama di daerah berhutan tempat larva mereka memakan kayu, berkontribusi pada dekomposisi dan daur ulang pohon yang mati. Kumbang dewasa juga dikenal karena keanekaragaman makanannya, memakan daun, nektar, dan sisa-sisa tanaman. Kumbang tanduk panjang memainkan peran ekologis yang penting, membantu regenerasi hutan dan pemeliharaan ekosistem yang sehat, meskipun beberapa spesies dapat menjadi hama yang signifikan dalam kehutanan dan pertanian dengan merusak pohon hidup dan produk kayu. Penampilan mereka yang khas dan kepentingan ekologis membuat mereka menjadi subjek yang menarik dalam penelitian ilmiah dan upaya konservasi, menyoroti keseimbangan antara peran mereka yang bermanfaat dalam ekosistem alami dan dampaknya sebagai hama.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_3884.jpg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_3884.jpg","width":1714,"height":1200,"caption":"Photo by David Lowenthal"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kumbang-tanduk-panjang-27976\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Spesies Belum Terverifikasi","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kumbang","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"Kumbang Tanduk Panjang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/27985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/27985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27986,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/27985\/revisions\/27986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=27985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}