{"id":27616,"date":"2025-01-12T07:10:54","date_gmt":"2025-01-12T07:10:54","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/kunang-kunang-27601\/"},"modified":"2025-01-12T07:20:11","modified_gmt":"2025-01-12T07:20:11","slug":"kunang-kunang-27601","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/","title":{"rendered":"Kunang-Kunang"},"content":{"rendered":"<p>Lampyridae, yang umumnya dikenal sebagai kunang-kunang atau serangga petir, adalah famili kumbang yang terkenal karena kemampuannya menghasilkan bioluminesensi selama senja untuk menarik pasangan atau mangsa. Pertunjukan cahaya yang memikat ini, yang dihasilkan dari reaksi kimia pada organ pemancar cahaya khusus yang terletak di perut bagian bawah, bervariasi dalam warna dari kuning ke hijau hingga merah pucat, dengan pola yang khusus untuk setiap spesies. Ditemukan di berbagai lingkungan mulai dari daerah beriklim sedang hingga tropis di seluruh dunia, kunang-kunang tumbuh subur di daerah lembap tempat larva mereka, yang sering disebut glowworms, memiliki sumber makanan yang melimpah seperti siput dan invertebrata kecil lainnya. Makanan dewasa bervariasi di antara spesies, dengan beberapa tidak makan sama sekali. Di luar pesona mereka dalam cerita rakyat dan budaya, kunang-kunang dipelajari karena nilainya dalam penelitian ilmiah, termasuk studi tentang bioluminesensi dan sebagai indikator kesehatan lingkungan karena kepekaan mereka terhadap habitat dan perubahan iklim.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampyridae, yang umumnya dikenal sebagai kunang-kunang atau serangga petir, adalah famili kumbang yang terkenal karena kemampuannya menghasilkan bioluminesensi selama senja untuk menarik pasangan atau mangsa. Pertunjukan cahaya yang memikat ini, yang dihasilkan dari reaksi kimia pada organ pemancar cahaya khusus yang terletak di perut bagian bawah, bervariasi dalam warna dari kuning ke hijau hingga merah pucat, dengan pola yang khusus untuk setiap spesies. Ditemukan di berbagai lingkungan mulai dari daerah beriklim sedang hingga tropis di seluruh dunia, kunang-kunang tumbuh subur di daerah lembap tempat larva mereka, yang sering disebut glowworms, memiliki sumber makanan yang melimpah seperti siput dan invertebrata kecil lainnya. Makanan dewasa bervariasi di antara spesies, dengan beberapa tidak makan sama sekali. Di luar pesona mereka dalam cerita rakyat dan budaya, kunang-kunang dipelajari karena nilainya dalam penelitian ilmiah, termasuk studi tentang bioluminesensi dan sebagai indikator kesehatan lingkungan karena kepekaan mereka terhadap habitat dan perubahan iklim.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27632,"parent":0,"menu_order":740,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[428,426,424],"class_list":["post-27616","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-kumbang-belum-terverifikasi","encyclopedia-category-serangga-belum-teridentifikasi","encyclopedia-category-spesies-belum-terverifikasi","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kunang-Kunang (Family Lampyridae) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Lampyridae, yang umumnya dikenal sebagai kunang-kunang atau serangga petir, adalah famili kumbang yang terkenal karena kemampuannya menghasilkan bioluminesensi selama senja untuk menarik pasangan atau mangsa. Pertunjukan cahaya yang memikat ini, yang dihasilkan dari reaksi kimia pada organ pemancar cahaya khusus yang terletak di perut bagian bawah, bervariasi dalam warna dari kuning ke hijau hingga merah pucat, dengan pola yang khusus untuk setiap spesies. Ditemukan di berbagai lingkungan mulai dari daerah beriklim sedang hingga tropis di seluruh dunia, kunang-kunang tumbuh subur di daerah lembap tempat larva mereka, yang sering disebut glowworms, memiliki sumber makanan yang melimpah seperti siput dan invertebrata kecil lainnya. Makanan dewasa bervariasi di antara spesies, dengan beberapa tidak makan sama sekali. Di luar pesona mereka dalam cerita rakyat dan budaya, kunang-kunang dipelajari karena nilainya dalam penelitian ilmiah, termasuk studi tentang bioluminesensi dan sebagai indikator kesehatan lingkungan karena kepekaan mereka terhadap habitat dan perubahan iklim.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kunang-Kunang (Family Lampyridae) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lampyridae, yang umumnya dikenal sebagai kunang-kunang atau serangga petir, adalah famili kumbang yang terkenal karena kemampuannya menghasilkan bioluminesensi selama senja untuk menarik pasangan atau mangsa. Pertunjukan cahaya yang memikat ini, yang dihasilkan dari reaksi kimia pada organ pemancar cahaya khusus yang terletak di perut bagian bawah, bervariasi dalam warna dari kuning ke hijau hingga merah pucat, dengan pola yang khusus untuk setiap spesies. Ditemukan di berbagai lingkungan mulai dari daerah beriklim sedang hingga tropis di seluruh dunia, kunang-kunang tumbuh subur di daerah lembap tempat larva mereka, yang sering disebut glowworms, memiliki sumber makanan yang melimpah seperti siput dan invertebrata kecil lainnya. Makanan dewasa bervariasi di antara spesies, dengan beberapa tidak makan sama sekali. Di luar pesona mereka dalam cerita rakyat dan budaya, kunang-kunang dipelajari karena nilainya dalam penelitian ilmiah, termasuk studi tentang bioluminesensi dan sebagai indikator kesehatan lingkungan karena kepekaan mereka terhadap habitat dan perubahan iklim.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-12T07:20:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_6282.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/\",\"name\":\"Kunang-Kunang (Family Lampyridae) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_6282.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-12T07:10:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-12T07:20:11+00:00\",\"description\":\"Lampyridae, yang umumnya dikenal sebagai kunang-kunang atau serangga petir, adalah famili kumbang yang terkenal karena kemampuannya menghasilkan bioluminesensi selama senja untuk menarik pasangan atau mangsa. Pertunjukan cahaya yang memikat ini, yang dihasilkan dari reaksi kimia pada organ pemancar cahaya khusus yang terletak di perut bagian bawah, bervariasi dalam warna dari kuning ke hijau hingga merah pucat, dengan pola yang khusus untuk setiap spesies. Ditemukan di berbagai lingkungan mulai dari daerah beriklim sedang hingga tropis di seluruh dunia, kunang-kunang tumbuh subur di daerah lembap tempat larva mereka, yang sering disebut glowworms, memiliki sumber makanan yang melimpah seperti siput dan invertebrata kecil lainnya. Makanan dewasa bervariasi di antara spesies, dengan beberapa tidak makan sama sekali. Di luar pesona mereka dalam cerita rakyat dan budaya, kunang-kunang dipelajari karena nilainya dalam penelitian ilmiah, termasuk studi tentang bioluminesensi dan sebagai indikator kesehatan lingkungan karena kepekaan mereka terhadap habitat dan perubahan iklim.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_6282.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_6282.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200,\"caption\":\"Photo by David Lowenthal\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Spesies Belum Terverifikasi\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kumbang\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"Kunang-Kunang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kunang-Kunang (Family Lampyridae) - Bali Wildlife","description":"Lampyridae, yang umumnya dikenal sebagai kunang-kunang atau serangga petir, adalah famili kumbang yang terkenal karena kemampuannya menghasilkan bioluminesensi selama senja untuk menarik pasangan atau mangsa. Pertunjukan cahaya yang memikat ini, yang dihasilkan dari reaksi kimia pada organ pemancar cahaya khusus yang terletak di perut bagian bawah, bervariasi dalam warna dari kuning ke hijau hingga merah pucat, dengan pola yang khusus untuk setiap spesies. Ditemukan di berbagai lingkungan mulai dari daerah beriklim sedang hingga tropis di seluruh dunia, kunang-kunang tumbuh subur di daerah lembap tempat larva mereka, yang sering disebut glowworms, memiliki sumber makanan yang melimpah seperti siput dan invertebrata kecil lainnya. Makanan dewasa bervariasi di antara spesies, dengan beberapa tidak makan sama sekali. Di luar pesona mereka dalam cerita rakyat dan budaya, kunang-kunang dipelajari karena nilainya dalam penelitian ilmiah, termasuk studi tentang bioluminesensi dan sebagai indikator kesehatan lingkungan karena kepekaan mereka terhadap habitat dan perubahan iklim.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kunang-Kunang (Family Lampyridae) - Bali Wildlife","og_description":"Lampyridae, yang umumnya dikenal sebagai kunang-kunang atau serangga petir, adalah famili kumbang yang terkenal karena kemampuannya menghasilkan bioluminesensi selama senja untuk menarik pasangan atau mangsa. Pertunjukan cahaya yang memikat ini, yang dihasilkan dari reaksi kimia pada organ pemancar cahaya khusus yang terletak di perut bagian bawah, bervariasi dalam warna dari kuning ke hijau hingga merah pucat, dengan pola yang khusus untuk setiap spesies. Ditemukan di berbagai lingkungan mulai dari daerah beriklim sedang hingga tropis di seluruh dunia, kunang-kunang tumbuh subur di daerah lembap tempat larva mereka, yang sering disebut glowworms, memiliki sumber makanan yang melimpah seperti siput dan invertebrata kecil lainnya. Makanan dewasa bervariasi di antara spesies, dengan beberapa tidak makan sama sekali. Di luar pesona mereka dalam cerita rakyat dan budaya, kunang-kunang dipelajari karena nilainya dalam penelitian ilmiah, termasuk studi tentang bioluminesensi dan sebagai indikator kesehatan lingkungan karena kepekaan mereka terhadap habitat dan perubahan iklim.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2025-01-12T07:20:11+00:00","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_6282.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/","name":"Kunang-Kunang (Family Lampyridae) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_6282.jpg","datePublished":"2025-01-12T07:10:54+00:00","dateModified":"2025-01-12T07:20:11+00:00","description":"Lampyridae, yang umumnya dikenal sebagai kunang-kunang atau serangga petir, adalah famili kumbang yang terkenal karena kemampuannya menghasilkan bioluminesensi selama senja untuk menarik pasangan atau mangsa. Pertunjukan cahaya yang memikat ini, yang dihasilkan dari reaksi kimia pada organ pemancar cahaya khusus yang terletak di perut bagian bawah, bervariasi dalam warna dari kuning ke hijau hingga merah pucat, dengan pola yang khusus untuk setiap spesies. Ditemukan di berbagai lingkungan mulai dari daerah beriklim sedang hingga tropis di seluruh dunia, kunang-kunang tumbuh subur di daerah lembap tempat larva mereka, yang sering disebut glowworms, memiliki sumber makanan yang melimpah seperti siput dan invertebrata kecil lainnya. Makanan dewasa bervariasi di antara spesies, dengan beberapa tidak makan sama sekali. Di luar pesona mereka dalam cerita rakyat dan budaya, kunang-kunang dipelajari karena nilainya dalam penelitian ilmiah, termasuk studi tentang bioluminesensi dan sebagai indikator kesehatan lingkungan karena kepekaan mereka terhadap habitat dan perubahan iklim.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_6282.jpg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/IMG_6282.jpg","width":1714,"height":1200,"caption":"Photo by David Lowenthal"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/kunang-kunang-27601\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Spesies Belum Terverifikasi","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kumbang","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/spesies-belum-terverifikasi\/serangga-belum-teridentifikasi\/kumbang-belum-terverifikasi\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"Kunang-Kunang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/27616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/27616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27619,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/27616\/revisions\/27619"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27632"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=27616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}