{"id":12727,"date":"2021-10-05T14:14:28","date_gmt":"2021-10-05T14:14:28","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-plain-plushblue\/"},"modified":"2021-10-05T14:14:28","modified_gmt":"2021-10-05T14:14:28","slug":"the-plain-plushblue","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/","title":{"rendered":"The Plain Plushblue"},"content":{"rendered":"<p><em>Flos apidanus<\/em> jantan memiliki sayap sisi atas berwarna ungu tua kebiruan dengan tepi depan yang sempit, betinanya berwarna lebih biru dan bersinar, garis tepi sayapnya agak teratur di tepi costa dan distal kedua sayap. Sayap sisi bawahnya bewarna kekuningan pucat hingga coklat, memiliki tanda berwarna keputihan dengan semburat ungu. Pada sayap depan terdapat pita discal dan post-discal yang melengkung, pada sayap belakang terdapat pita discal keputihan dari mid-costa hingga mid-dorsum, di dasar costa kedua sayap terdapat bercak coklat kecil. Spesies ini memiliki ekor pendek pada vein 2 dan bergigi pada vein 1b dan 3.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Flos apidanus<\/em> berwarna hijau kekuningan dengan pita dorsal berwarna hijau, memiliki kelenjar nektar pada segmen abdominal ke-7 berwarna hitam atau coklat tua, tubuhnya ditutupi setae pendek.<\/p>\n<p>Pupa : Pupa <em>Flos apidanus<\/em> berwarna hijau kekuningan, memiliki bentuk lycaenid yang khas dengan segmen anal yang agak terlihat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Flos apidanus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna ungu tua kebiruan dengan tepi depan yang sempit, betinanya berwarna lebih biru dan bersinar, garis tepi sayapnya agak teratur di tepi costa dan distal kedua sayap. Sayap sisi bawahnya bewarna kekuningan pucat hingga coklat, memiliki tanda berwarna keputihan dengan semburat ungu. Pada sayap depan terdapat pita discal dan post-discal yang melengkung, pada sayap belakang terdapat pita discal keputihan dari mid-costa hingga mid-dorsum, di dasar costa kedua sayap terdapat bercak coklat kecil. Spesies ini memiliki ekor pendek pada vein 2 dan bergigi pada vein 1b dan 3.<br \/>\nLarva : larva Flos apidanus berwarna hijau kekuningan dengan pita dorsal berwarna hijau, memiliki kelenjar nektar pada segmen abdominal ke-7 berwarna hitam atau coklat tua, tubuhnya ditutupi setae pendek.<br \/>\nPupa : Pupa Flos apidanus berwarna hijau kekuningan, memiliki bentuk lycaenid yang khas dengan segmen anal yang agak terlihat.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12723,"parent":0,"menu_order":1106,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-12727","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Plain Plushblue (Flos apidanus) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Flos apidanus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna ungu tua kebiruan dengan tepi depan yang sempit, betinanya berwarna lebih biru dan bersinar, garis tepi sayapnya agak teratur di tepi costa dan distal kedua sayap. Sayap sisi bawahnya bewarna kekuningan pucat hingga coklat, memiliki tanda berwarna keputihan dengan semburat ungu. Pada sayap depan terdapat pita discal dan post-discal yang melengkung, pada sayap belakang terdapat pita discal keputihan dari mid-costa hingga mid-dorsum, di dasar costa kedua sayap terdapat bercak coklat kecil. Spesies ini memiliki ekor pendek pada vein 2 dan bergigi pada vein 1b dan 3. Larva : larva Flos apidanus berwarna hijau kekuningan dengan pita dorsal berwarna hijau, memiliki kelenjar nektar pada segmen abdominal ke-7 berwarna hitam atau coklat tua, tubuhnya ditutupi setae pendek. Pupa : Pupa Flos apidanus berwarna hijau kekuningan, memiliki bentuk lycaenid yang khas dengan segmen anal yang agak terlihat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Plain Plushblue (Flos apidanus) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Flos apidanus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna ungu tua kebiruan dengan tepi depan yang sempit, betinanya berwarna lebih biru dan bersinar, garis tepi sayapnya agak teratur di tepi costa dan distal kedua sayap. Sayap sisi bawahnya bewarna kekuningan pucat hingga coklat, memiliki tanda berwarna keputihan dengan semburat ungu. Pada sayap depan terdapat pita discal dan post-discal yang melengkung, pada sayap belakang terdapat pita discal keputihan dari mid-costa hingga mid-dorsum, di dasar costa kedua sayap terdapat bercak coklat kecil. Spesies ini memiliki ekor pendek pada vein 2 dan bergigi pada vein 1b dan 3. Larva : larva Flos apidanus berwarna hijau kekuningan dengan pita dorsal berwarna hijau, memiliki kelenjar nektar pada segmen abdominal ke-7 berwarna hitam atau coklat tua, tubuhnya ditutupi setae pendek. Pupa : Pupa Flos apidanus berwarna hijau kekuningan, memiliki bentuk lycaenid yang khas dengan segmen anal yang agak terlihat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Flos-apidanus-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1434\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-plain-plushblue\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-plain-plushblue\\\/\",\"name\":\"The Plain Plushblue (Flos apidanus) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-plain-plushblue\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-plain-plushblue\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Flos-apidanus-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-10-05T14:14:28+00:00\",\"description\":\"Flos apidanus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna ungu tua kebiruan dengan tepi depan yang sempit, betinanya berwarna lebih biru dan bersinar, garis tepi sayapnya agak teratur di tepi costa dan distal kedua sayap. Sayap sisi bawahnya bewarna kekuningan pucat hingga coklat, memiliki tanda berwarna keputihan dengan semburat ungu. Pada sayap depan terdapat pita discal dan post-discal yang melengkung, pada sayap belakang terdapat pita discal keputihan dari mid-costa hingga mid-dorsum, di dasar costa kedua sayap terdapat bercak coklat kecil. Spesies ini memiliki ekor pendek pada vein 2 dan bergigi pada vein 1b dan 3. Larva : larva Flos apidanus berwarna hijau kekuningan dengan pita dorsal berwarna hijau, memiliki kelenjar nektar pada segmen abdominal ke-7 berwarna hitam atau coklat tua, tubuhnya ditutupi setae pendek. Pupa : Pupa Flos apidanus berwarna hijau kekuningan, memiliki bentuk lycaenid yang khas dengan segmen anal yang agak terlihat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-plain-plushblue\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-plain-plushblue\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-plain-plushblue\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Flos-apidanus-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/Flos-apidanus-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg\",\"width\":2048,\"height\":1434},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-plain-plushblue\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Plain Plushblue\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Plain Plushblue (Flos apidanus) - Bali Wildlife","description":"Flos apidanus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna ungu tua kebiruan dengan tepi depan yang sempit, betinanya berwarna lebih biru dan bersinar, garis tepi sayapnya agak teratur di tepi costa dan distal kedua sayap. Sayap sisi bawahnya bewarna kekuningan pucat hingga coklat, memiliki tanda berwarna keputihan dengan semburat ungu. Pada sayap depan terdapat pita discal dan post-discal yang melengkung, pada sayap belakang terdapat pita discal keputihan dari mid-costa hingga mid-dorsum, di dasar costa kedua sayap terdapat bercak coklat kecil. Spesies ini memiliki ekor pendek pada vein 2 dan bergigi pada vein 1b dan 3. Larva : larva Flos apidanus berwarna hijau kekuningan dengan pita dorsal berwarna hijau, memiliki kelenjar nektar pada segmen abdominal ke-7 berwarna hitam atau coklat tua, tubuhnya ditutupi setae pendek. Pupa : Pupa Flos apidanus berwarna hijau kekuningan, memiliki bentuk lycaenid yang khas dengan segmen anal yang agak terlihat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Plain Plushblue (Flos apidanus) - Bali Wildlife","og_description":"Flos apidanus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna ungu tua kebiruan dengan tepi depan yang sempit, betinanya berwarna lebih biru dan bersinar, garis tepi sayapnya agak teratur di tepi costa dan distal kedua sayap. Sayap sisi bawahnya bewarna kekuningan pucat hingga coklat, memiliki tanda berwarna keputihan dengan semburat ungu. Pada sayap depan terdapat pita discal dan post-discal yang melengkung, pada sayap belakang terdapat pita discal keputihan dari mid-costa hingga mid-dorsum, di dasar costa kedua sayap terdapat bercak coklat kecil. Spesies ini memiliki ekor pendek pada vein 2 dan bergigi pada vein 1b dan 3. Larva : larva Flos apidanus berwarna hijau kekuningan dengan pita dorsal berwarna hijau, memiliki kelenjar nektar pada segmen abdominal ke-7 berwarna hitam atau coklat tua, tubuhnya ditutupi setae pendek. Pupa : Pupa Flos apidanus berwarna hijau kekuningan, memiliki bentuk lycaenid yang khas dengan segmen anal yang agak terlihat.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":2048,"height":1434,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Flos-apidanus-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/","name":"The Plain Plushblue (Flos apidanus) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Flos-apidanus-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg","datePublished":"2021-10-05T14:14:28+00:00","description":"Flos apidanus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna ungu tua kebiruan dengan tepi depan yang sempit, betinanya berwarna lebih biru dan bersinar, garis tepi sayapnya agak teratur di tepi costa dan distal kedua sayap. Sayap sisi bawahnya bewarna kekuningan pucat hingga coklat, memiliki tanda berwarna keputihan dengan semburat ungu. Pada sayap depan terdapat pita discal dan post-discal yang melengkung, pada sayap belakang terdapat pita discal keputihan dari mid-costa hingga mid-dorsum, di dasar costa kedua sayap terdapat bercak coklat kecil. Spesies ini memiliki ekor pendek pada vein 2 dan bergigi pada vein 1b dan 3. Larva : larva Flos apidanus berwarna hijau kekuningan dengan pita dorsal berwarna hijau, memiliki kelenjar nektar pada segmen abdominal ke-7 berwarna hitam atau coklat tua, tubuhnya ditutupi setae pendek. Pupa : Pupa Flos apidanus berwarna hijau kekuningan, memiliki bentuk lycaenid yang khas dengan segmen anal yang agak terlihat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Flos-apidanus-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Flos-apidanus-by-Catalina-Tong-Source-iNaturalist.jpeg","width":2048,"height":1434},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-plain-plushblue\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Plain Plushblue"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12727\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=12727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}