{"id":12398,"date":"2021-09-26T08:45:26","date_gmt":"2021-09-26T08:45:26","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-common-posy\/"},"modified":"2021-09-26T08:45:26","modified_gmt":"2021-09-26T08:45:26","slug":"the-common-posy","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/","title":{"rendered":"The Common Posy"},"content":{"rendered":"<p><em>Drupadia ravindra<\/em> jantan memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua dengan bercak oranye di sayap depan dan biru keunguan di sayap belakang. Spesies betinanya berwarna coklat tua di kedua sayap dengan serangkaian bintik hitam pada area kebiruan tornal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna oranye dengan sebagian sayap belakangnya berwarna putih. Sayap belakangnya bergigi, memiliki ekor putih panjang di ujung vein ke 2, ekor yang lebih pendek di ujung vein 1b dan 3.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Drupadia ravindra<\/em> berwarna keputihan dengan warna dasar hijau atau kekuningan dengan semburat coklat tua. Pada tubuhnya terdapat tanduk panjang di segmen toraks dan abdomen. Permukaan tubuhnya ditutupi setar pendek.<\/p>\n<p>Pupa : Pupa <em>Drupadia ravindra<\/em> berwarna kecoklatan dengan bercak keputihan di dada dan bantalan sayap. Kotak sayap dan dorsum thoraxnya berwarna coklat keabu-abuan hingga coklat kehijauan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Drupadia ravindra jantan memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua dengan bercak oranye di sayap depan dan biru keunguan di sayap belakang. Spesies betinanya berwarna coklat tua di kedua sayap dengan serangkaian bintik hitam pada area kebiruan tornal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna oranye dengan sebagian sayap belakangnya berwarna putih. Sayap belakangnya bergigi, memiliki ekor putih panjang di ujung vein ke 2, ekor yang lebih pendek di ujung vein 1b dan 3.<br \/>\nLarva : larva Drupadia ravindra berwarna keputihan dengan warna dasar hijau atau kekuningan dengan semburat coklat tua. Pada tubuhnya terdapat tanduk panjang di segmen toraks dan abdomen. Permukaan tubuhnya ditutupi setar pendek.<br \/>\nPupa : Pupa Drupadia ravindra berwarna kecoklatan dengan bercak keputihan di dada dan bantalan sayap. Kotak sayap dan dorsum thoraxnya berwarna coklat keabu-abuan hingga coklat kehijauan.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12393,"parent":0,"menu_order":1034,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-12398","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Common Posy (Drupadia ravindra) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Drupadia ravindra jantan memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua dengan bercak oranye di sayap depan dan biru keunguan di sayap belakang. Spesies betinanya berwarna coklat tua di kedua sayap dengan serangkaian bintik hitam pada area kebiruan tornal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna oranye dengan sebagian sayap belakangnya berwarna putih. Sayap belakangnya bergigi, memiliki ekor putih panjang di ujung vein ke 2, ekor yang lebih pendek di ujung vein 1b dan 3. Larva : larva Drupadia ravindra berwarna keputihan dengan warna dasar hijau atau kekuningan dengan semburat coklat tua. Pada tubuhnya terdapat tanduk panjang di segmen toraks dan abdomen. Permukaan tubuhnya ditutupi setar pendek. Pupa : Pupa Drupadia ravindra berwarna kecoklatan dengan bercak keputihan di dada dan bantalan sayap. Kotak sayap dan dorsum thoraxnya berwarna coklat keabu-abuan hingga coklat kehijauan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Common Posy (Drupadia ravindra) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Drupadia ravindra jantan memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua dengan bercak oranye di sayap depan dan biru keunguan di sayap belakang. Spesies betinanya berwarna coklat tua di kedua sayap dengan serangkaian bintik hitam pada area kebiruan tornal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna oranye dengan sebagian sayap belakangnya berwarna putih. Sayap belakangnya bergigi, memiliki ekor putih panjang di ujung vein ke 2, ekor yang lebih pendek di ujung vein 1b dan 3. Larva : larva Drupadia ravindra berwarna keputihan dengan warna dasar hijau atau kekuningan dengan semburat coklat tua. Pada tubuhnya terdapat tanduk panjang di segmen toraks dan abdomen. Permukaan tubuhnya ditutupi setar pendek. Pupa : Pupa Drupadia ravindra berwarna kecoklatan dengan bercak keputihan di dada dan bantalan sayap. Kotak sayap dan dorsum thoraxnya berwarna coklat keabu-abuan hingga coklat kehijauan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Drupadia-ravindra-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1950\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/\",\"name\":\"The Common Posy (Drupadia ravindra) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Drupadia-ravindra-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-09-26T08:45:26+00:00\",\"description\":\"Drupadia ravindra jantan memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua dengan bercak oranye di sayap depan dan biru keunguan di sayap belakang. Spesies betinanya berwarna coklat tua di kedua sayap dengan serangkaian bintik hitam pada area kebiruan tornal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna oranye dengan sebagian sayap belakangnya berwarna putih. Sayap belakangnya bergigi, memiliki ekor putih panjang di ujung vein ke 2, ekor yang lebih pendek di ujung vein 1b dan 3. Larva : larva Drupadia ravindra berwarna keputihan dengan warna dasar hijau atau kekuningan dengan semburat coklat tua. Pada tubuhnya terdapat tanduk panjang di segmen toraks dan abdomen. Permukaan tubuhnya ditutupi setar pendek. Pupa : Pupa Drupadia ravindra berwarna kecoklatan dengan bercak keputihan di dada dan bantalan sayap. Kotak sayap dan dorsum thoraxnya berwarna coklat keabu-abuan hingga coklat kehijauan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Drupadia-ravindra-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Drupadia-ravindra-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg\",\"width\":1950,\"height\":1365},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Common Posy\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Common Posy (Drupadia ravindra) - Bali Wildlife","description":"Drupadia ravindra jantan memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua dengan bercak oranye di sayap depan dan biru keunguan di sayap belakang. Spesies betinanya berwarna coklat tua di kedua sayap dengan serangkaian bintik hitam pada area kebiruan tornal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna oranye dengan sebagian sayap belakangnya berwarna putih. Sayap belakangnya bergigi, memiliki ekor putih panjang di ujung vein ke 2, ekor yang lebih pendek di ujung vein 1b dan 3. Larva : larva Drupadia ravindra berwarna keputihan dengan warna dasar hijau atau kekuningan dengan semburat coklat tua. Pada tubuhnya terdapat tanduk panjang di segmen toraks dan abdomen. Permukaan tubuhnya ditutupi setar pendek. Pupa : Pupa Drupadia ravindra berwarna kecoklatan dengan bercak keputihan di dada dan bantalan sayap. Kotak sayap dan dorsum thoraxnya berwarna coklat keabu-abuan hingga coklat kehijauan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Common Posy (Drupadia ravindra) - Bali Wildlife","og_description":"Drupadia ravindra jantan memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua dengan bercak oranye di sayap depan dan biru keunguan di sayap belakang. Spesies betinanya berwarna coklat tua di kedua sayap dengan serangkaian bintik hitam pada area kebiruan tornal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna oranye dengan sebagian sayap belakangnya berwarna putih. Sayap belakangnya bergigi, memiliki ekor putih panjang di ujung vein ke 2, ekor yang lebih pendek di ujung vein 1b dan 3. Larva : larva Drupadia ravindra berwarna keputihan dengan warna dasar hijau atau kekuningan dengan semburat coklat tua. Pada tubuhnya terdapat tanduk panjang di segmen toraks dan abdomen. Permukaan tubuhnya ditutupi setar pendek. Pupa : Pupa Drupadia ravindra berwarna kecoklatan dengan bercak keputihan di dada dan bantalan sayap. Kotak sayap dan dorsum thoraxnya berwarna coklat keabu-abuan hingga coklat kehijauan.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1950,"height":1365,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Drupadia-ravindra-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/","name":"The Common Posy (Drupadia ravindra) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Drupadia-ravindra-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg","datePublished":"2021-09-26T08:45:26+00:00","description":"Drupadia ravindra jantan memiliki sayap sisi atas berwarna coklat tua dengan bercak oranye di sayap depan dan biru keunguan di sayap belakang. Spesies betinanya berwarna coklat tua di kedua sayap dengan serangkaian bintik hitam pada area kebiruan tornal pada sayap belakang. Sayap sisi bawahnya bewarna oranye dengan sebagian sayap belakangnya berwarna putih. Sayap belakangnya bergigi, memiliki ekor putih panjang di ujung vein ke 2, ekor yang lebih pendek di ujung vein 1b dan 3. Larva : larva Drupadia ravindra berwarna keputihan dengan warna dasar hijau atau kekuningan dengan semburat coklat tua. Pada tubuhnya terdapat tanduk panjang di segmen toraks dan abdomen. Permukaan tubuhnya ditutupi setar pendek. Pupa : Pupa Drupadia ravindra berwarna kecoklatan dengan bercak keputihan di dada dan bantalan sayap. Kotak sayap dan dorsum thoraxnya berwarna coklat keabu-abuan hingga coklat kehijauan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Drupadia-ravindra-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Drupadia-ravindra-by-budak-Source-iNaturalist.jpeg","width":1950,"height":1365},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-posy\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Common Posy"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12398\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=12398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}