{"id":12274,"date":"2021-09-25T08:09:52","date_gmt":"2021-09-25T08:09:52","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-chocolate-pansy\/"},"modified":"2021-09-25T08:09:52","modified_gmt":"2021-09-25T08:09:52","slug":"the-chocolate-pansy","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/","title":{"rendered":"The Chocolate Pansy"},"content":{"rendered":"<p><em>Junonia xx <\/em>memiliki sayap sisi atas berwarna coklat jingga dengan beberapa garis coklat melintang dari costa menuju dorsum. Pada sayap belakang terdapat serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kemerahan mencolok, sedangkan pada sayap depan tidak terlalu mencolok. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat kusam dengan garis gelap yang membentang dari costa ke dorsum. Terdapat bintik putih besar di sebelah garis ruang 7 sayap belakang dan serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kekuningan pada kedua sayap.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Junonia xx <\/em>memiliki bentuk tubuh silinder berwarna kekuningan dan ditutupi turbekel dan setae panjang berwarna gelap saat menetas. Kapsul kepalanya berwarna kekuningan dengan dua bercak gelap lateral. Pada fase instar selanjutnya tubuhnya berwarna coklat tua hingga hitam, kecuali ujung posterior berwarna kekuningan.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Junonia xx<\/em> berwarna coklat keabu-abuan dengan serangkaian tonjolan runcing dan pendek di dorso-lateral. Panjang pupa sekitar 18 \u2013 19 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Junonia xx memiliki sayap sisi atas berwarna coklat jingga dengan beberapa garis coklat melintang dari costa menuju dorsum. Pada sayap belakang terdapat serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kemerahan mencolok, sedangkan pada sayap depan tidak terlalu mencolok. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat kusam dengan garis gelap yang membentang dari costa ke dorsum. Terdapat bintik putih besar di sebelah garis ruang 7 sayap belakang dan serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kekuningan pada kedua sayap.<br \/>\nLarva : larva Junonia xx memiliki bentuk tubuh silinder berwarna kekuningan dan ditutupi turbekel dan setae panjang berwarna gelap saat menetas. Kapsul kepalanya berwarna kekuningan dengan dua bercak gelap lateral. Pada fase instar selanjutnya tubuhnya berwarna coklat tua hingga hitam, kecuali ujung posterior berwarna kekuningan.<br \/>\nPupa : pupa Junonia xx berwarna coklat keabu-abuan dengan serangkaian tonjolan runcing dan pendek di dorso-lateral. Panjang pupa sekitar 18 \u2013 19 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12217,"parent":0,"menu_order":1004,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-12274","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Chocolate Pansy (Junonia) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Junonia xx memiliki sayap sisi atas berwarna coklat jingga dengan beberapa garis coklat melintang dari costa menuju dorsum. Pada sayap belakang terdapat serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kemerahan mencolok, sedangkan pada sayap depan tidak terlalu mencolok. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat kusam dengan garis gelap yang membentang dari costa ke dorsum. Terdapat bintik putih besar di sebelah garis ruang 7 sayap belakang dan serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kekuningan pada kedua sayap. Larva : larva Junonia xx memiliki bentuk tubuh silinder berwarna kekuningan dan ditutupi turbekel dan setae panjang berwarna gelap saat menetas. Kapsul kepalanya berwarna kekuningan dengan dua bercak gelap lateral. Pada fase instar selanjutnya tubuhnya berwarna coklat tua hingga hitam, kecuali ujung posterior berwarna kekuningan. Pupa : pupa Junonia xx berwarna coklat keabu-abuan dengan serangkaian tonjolan runcing dan pendek di dorso-lateral. Panjang pupa sekitar 18 \u2013 19 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Chocolate Pansy (Junonia) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Junonia xx memiliki sayap sisi atas berwarna coklat jingga dengan beberapa garis coklat melintang dari costa menuju dorsum. Pada sayap belakang terdapat serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kemerahan mencolok, sedangkan pada sayap depan tidak terlalu mencolok. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat kusam dengan garis gelap yang membentang dari costa ke dorsum. Terdapat bintik putih besar di sebelah garis ruang 7 sayap belakang dan serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kekuningan pada kedua sayap. Larva : larva Junonia xx memiliki bentuk tubuh silinder berwarna kekuningan dan ditutupi turbekel dan setae panjang berwarna gelap saat menetas. Kapsul kepalanya berwarna kekuningan dengan dua bercak gelap lateral. Pada fase instar selanjutnya tubuhnya berwarna coklat tua hingga hitam, kecuali ujung posterior berwarna kekuningan. Pupa : pupa Junonia xx berwarna coklat keabu-abuan dengan serangkaian tonjolan runcing dan pendek di dorso-lateral. Panjang pupa sekitar 18 \u2013 19 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9343.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/\",\"name\":\"The Chocolate Pansy (Junonia) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9343.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-25T08:09:52+00:00\",\"description\":\"Junonia xx memiliki sayap sisi atas berwarna coklat jingga dengan beberapa garis coklat melintang dari costa menuju dorsum. Pada sayap belakang terdapat serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kemerahan mencolok, sedangkan pada sayap depan tidak terlalu mencolok. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat kusam dengan garis gelap yang membentang dari costa ke dorsum. Terdapat bintik putih besar di sebelah garis ruang 7 sayap belakang dan serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kekuningan pada kedua sayap. Larva : larva Junonia xx memiliki bentuk tubuh silinder berwarna kekuningan dan ditutupi turbekel dan setae panjang berwarna gelap saat menetas. Kapsul kepalanya berwarna kekuningan dengan dua bercak gelap lateral. Pada fase instar selanjutnya tubuhnya berwarna coklat tua hingga hitam, kecuali ujung posterior berwarna kekuningan. Pupa : pupa Junonia xx berwarna coklat keabu-abuan dengan serangkaian tonjolan runcing dan pendek di dorso-lateral. Panjang pupa sekitar 18 \u2013 19 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9343.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9343.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Chocolate Pansy\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Chocolate Pansy (Junonia) - Bali Wildlife","description":"Junonia xx memiliki sayap sisi atas berwarna coklat jingga dengan beberapa garis coklat melintang dari costa menuju dorsum. Pada sayap belakang terdapat serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kemerahan mencolok, sedangkan pada sayap depan tidak terlalu mencolok. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat kusam dengan garis gelap yang membentang dari costa ke dorsum. Terdapat bintik putih besar di sebelah garis ruang 7 sayap belakang dan serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kekuningan pada kedua sayap. Larva : larva Junonia xx memiliki bentuk tubuh silinder berwarna kekuningan dan ditutupi turbekel dan setae panjang berwarna gelap saat menetas. Kapsul kepalanya berwarna kekuningan dengan dua bercak gelap lateral. Pada fase instar selanjutnya tubuhnya berwarna coklat tua hingga hitam, kecuali ujung posterior berwarna kekuningan. Pupa : pupa Junonia xx berwarna coklat keabu-abuan dengan serangkaian tonjolan runcing dan pendek di dorso-lateral. Panjang pupa sekitar 18 \u2013 19 mm.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Chocolate Pansy (Junonia) - Bali Wildlife","og_description":"Junonia xx memiliki sayap sisi atas berwarna coklat jingga dengan beberapa garis coklat melintang dari costa menuju dorsum. Pada sayap belakang terdapat serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kemerahan mencolok, sedangkan pada sayap depan tidak terlalu mencolok. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat kusam dengan garis gelap yang membentang dari costa ke dorsum. Terdapat bintik putih besar di sebelah garis ruang 7 sayap belakang dan serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kekuningan pada kedua sayap. Larva : larva Junonia xx memiliki bentuk tubuh silinder berwarna kekuningan dan ditutupi turbekel dan setae panjang berwarna gelap saat menetas. Kapsul kepalanya berwarna kekuningan dengan dua bercak gelap lateral. Pada fase instar selanjutnya tubuhnya berwarna coklat tua hingga hitam, kecuali ujung posterior berwarna kekuningan. Pupa : pupa Junonia xx berwarna coklat keabu-abuan dengan serangkaian tonjolan runcing dan pendek di dorso-lateral. Panjang pupa sekitar 18 \u2013 19 mm.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9343.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/","name":"The Chocolate Pansy (Junonia) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9343.jpg","datePublished":"2021-09-25T08:09:52+00:00","description":"Junonia xx memiliki sayap sisi atas berwarna coklat jingga dengan beberapa garis coklat melintang dari costa menuju dorsum. Pada sayap belakang terdapat serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kemerahan mencolok, sedangkan pada sayap depan tidak terlalu mencolok. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat kusam dengan garis gelap yang membentang dari costa ke dorsum. Terdapat bintik putih besar di sebelah garis ruang 7 sayap belakang dan serangkaian ocellus post-discal berwarna coklat kekuningan pada kedua sayap. Larva : larva Junonia xx memiliki bentuk tubuh silinder berwarna kekuningan dan ditutupi turbekel dan setae panjang berwarna gelap saat menetas. Kapsul kepalanya berwarna kekuningan dengan dua bercak gelap lateral. Pada fase instar selanjutnya tubuhnya berwarna coklat tua hingga hitam, kecuali ujung posterior berwarna kekuningan. Pupa : pupa Junonia xx berwarna coklat keabu-abuan dengan serangkaian tonjolan runcing dan pendek di dorso-lateral. Panjang pupa sekitar 18 \u2013 19 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9343.jpg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_9343.jpg","width":1714,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-chocolate-pansy\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Chocolate Pansy"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12274\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=12274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}