{"id":12199,"date":"2021-09-25T07:19:05","date_gmt":"2021-09-25T07:19:05","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-centaur-oakblue\/"},"modified":"2021-09-25T07:19:05","modified_gmt":"2021-09-25T07:19:05","slug":"the-centaur-oakblue","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/","title":{"rendered":"The Centaur Oakblue"},"content":{"rendered":"<p><em>Arhopala centaurus<\/em> jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru keunguan dengan garis tepi gelap seperti benang di bagian depan, sedangkan betinanya berwarna lebih pucat dengan garis tepi hitam yang lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat dengan corak coklat tua dan garis batas coklat pucat pada kedua jenis kelamin. Spesies ini memiliki puncak sayap depan yang runcing, ekor berujung putih di ujung vena 2 di sayap belakang. Selain itu untuk membedakan spesies ini dengan yang lainnya adalah adanya garis hijau keperakan yang membatasi bintik-bintik di sel sayap depan.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Arhopala centaurus<\/em> berwarna hijau kekuningan dengan pita kemerahan di dorsal, bentuknya pipih dengan setae panjang di lateral dan dorso-lateral. Pada instar selanjutnya pita kemerahan di dorsal semakin lebar dan warnanya menjadi merah kecoklatan.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Arhopala centaurus<\/em> berbentuk lycaenid, berwarna coklat dengan panjang 19 \u2013 20 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arhopala centaurus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru keunguan dengan garis tepi gelap seperti benang di bagian depan, sedangkan betinanya berwarna lebih pucat dengan garis tepi hitam yang lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat dengan corak coklat tua dan garis batas coklat pucat pada kedua jenis kelamin. Spesies ini memiliki puncak sayap depan yang runcing, ekor berujung putih di ujung vena 2 di sayap belakang. Selain itu untuk membedakan spesies ini dengan yang lainnya adalah adanya garis hijau keperakan yang membatasi bintik-bintik di sel sayap depan.<br \/>\nLarva : larva Arhopala centaurus berwarna hijau kekuningan dengan pita kemerahan di dorsal, bentuknya pipih dengan setae panjang di lateral dan dorso-lateral. Pada instar selanjutnya pita kemerahan di dorsal semakin lebar dan warnanya menjadi merah kecoklatan.<br \/>\nPupa : pupa Arhopala centaurus berbentuk lycaenid, berwarna coklat dengan panjang 19 \u2013 20 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12192,"parent":0,"menu_order":998,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-12199","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Centaur Oakblue (Arhopala centaurus) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Arhopala centaurus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru keunguan dengan garis tepi gelap seperti benang di bagian depan, sedangkan betinanya berwarna lebih pucat dengan garis tepi hitam yang lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat dengan corak coklat tua dan garis batas coklat pucat pada kedua jenis kelamin. Spesies ini memiliki puncak sayap depan yang runcing, ekor berujung putih di ujung vena 2 di sayap belakang. Selain itu untuk membedakan spesies ini dengan yang lainnya adalah adanya garis hijau keperakan yang membatasi bintik-bintik di sel sayap depan. Larva : larva Arhopala centaurus berwarna hijau kekuningan dengan pita kemerahan di dorsal, bentuknya pipih dengan setae panjang di lateral dan dorso-lateral. Pada instar selanjutnya pita kemerahan di dorsal semakin lebar dan warnanya menjadi merah kecoklatan. Pupa : pupa Arhopala centaurus berbentuk lycaenid, berwarna coklat dengan panjang 19 \u2013 20 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Centaur Oakblue (Arhopala centaurus) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Arhopala centaurus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru keunguan dengan garis tepi gelap seperti benang di bagian depan, sedangkan betinanya berwarna lebih pucat dengan garis tepi hitam yang lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat dengan corak coklat tua dan garis batas coklat pucat pada kedua jenis kelamin. Spesies ini memiliki puncak sayap depan yang runcing, ekor berujung putih di ujung vena 2 di sayap belakang. Selain itu untuk membedakan spesies ini dengan yang lainnya adalah adanya garis hijau keperakan yang membatasi bintik-bintik di sel sayap depan. Larva : larva Arhopala centaurus berwarna hijau kekuningan dengan pita kemerahan di dorsal, bentuknya pipih dengan setae panjang di lateral dan dorso-lateral. Pada instar selanjutnya pita kemerahan di dorsal semakin lebar dan warnanya menjadi merah kecoklatan. Pupa : pupa Arhopala centaurus berbentuk lycaenid, berwarna coklat dengan panjang 19 \u2013 20 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Arhopala-centaurus-by-Christopher-Source-iNaturalist.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1752\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1226\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/\",\"name\":\"The Centaur Oakblue (Arhopala centaurus) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Arhopala-centaurus-by-Christopher-Source-iNaturalist.jpeg\",\"datePublished\":\"2021-09-25T07:19:05+00:00\",\"description\":\"Arhopala centaurus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru keunguan dengan garis tepi gelap seperti benang di bagian depan, sedangkan betinanya berwarna lebih pucat dengan garis tepi hitam yang lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat dengan corak coklat tua dan garis batas coklat pucat pada kedua jenis kelamin. Spesies ini memiliki puncak sayap depan yang runcing, ekor berujung putih di ujung vena 2 di sayap belakang. Selain itu untuk membedakan spesies ini dengan yang lainnya adalah adanya garis hijau keperakan yang membatasi bintik-bintik di sel sayap depan. Larva : larva Arhopala centaurus berwarna hijau kekuningan dengan pita kemerahan di dorsal, bentuknya pipih dengan setae panjang di lateral dan dorso-lateral. Pada instar selanjutnya pita kemerahan di dorsal semakin lebar dan warnanya menjadi merah kecoklatan. Pupa : pupa Arhopala centaurus berbentuk lycaenid, berwarna coklat dengan panjang 19 \u2013 20 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Arhopala-centaurus-by-Christopher-Source-iNaturalist.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Arhopala-centaurus-by-Christopher-Source-iNaturalist.jpeg\",\"width\":1752,\"height\":1226},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Centaur Oakblue\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Centaur Oakblue (Arhopala centaurus) - Bali Wildlife","description":"Arhopala centaurus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru keunguan dengan garis tepi gelap seperti benang di bagian depan, sedangkan betinanya berwarna lebih pucat dengan garis tepi hitam yang lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat dengan corak coklat tua dan garis batas coklat pucat pada kedua jenis kelamin. Spesies ini memiliki puncak sayap depan yang runcing, ekor berujung putih di ujung vena 2 di sayap belakang. Selain itu untuk membedakan spesies ini dengan yang lainnya adalah adanya garis hijau keperakan yang membatasi bintik-bintik di sel sayap depan. Larva : larva Arhopala centaurus berwarna hijau kekuningan dengan pita kemerahan di dorsal, bentuknya pipih dengan setae panjang di lateral dan dorso-lateral. Pada instar selanjutnya pita kemerahan di dorsal semakin lebar dan warnanya menjadi merah kecoklatan. Pupa : pupa Arhopala centaurus berbentuk lycaenid, berwarna coklat dengan panjang 19 \u2013 20 mm.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Centaur Oakblue (Arhopala centaurus) - Bali Wildlife","og_description":"Arhopala centaurus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru keunguan dengan garis tepi gelap seperti benang di bagian depan, sedangkan betinanya berwarna lebih pucat dengan garis tepi hitam yang lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat dengan corak coklat tua dan garis batas coklat pucat pada kedua jenis kelamin. Spesies ini memiliki puncak sayap depan yang runcing, ekor berujung putih di ujung vena 2 di sayap belakang. Selain itu untuk membedakan spesies ini dengan yang lainnya adalah adanya garis hijau keperakan yang membatasi bintik-bintik di sel sayap depan. Larva : larva Arhopala centaurus berwarna hijau kekuningan dengan pita kemerahan di dorsal, bentuknya pipih dengan setae panjang di lateral dan dorso-lateral. Pada instar selanjutnya pita kemerahan di dorsal semakin lebar dan warnanya menjadi merah kecoklatan. Pupa : pupa Arhopala centaurus berbentuk lycaenid, berwarna coklat dengan panjang 19 \u2013 20 mm.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1752,"height":1226,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Arhopala-centaurus-by-Christopher-Source-iNaturalist.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/","name":"The Centaur Oakblue (Arhopala centaurus) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Arhopala-centaurus-by-Christopher-Source-iNaturalist.jpeg","datePublished":"2021-09-25T07:19:05+00:00","description":"Arhopala centaurus jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru keunguan dengan garis tepi gelap seperti benang di bagian depan, sedangkan betinanya berwarna lebih pucat dengan garis tepi hitam yang lebih luas. Sayap sisi bawahnya berwarna coklat dengan corak coklat tua dan garis batas coklat pucat pada kedua jenis kelamin. Spesies ini memiliki puncak sayap depan yang runcing, ekor berujung putih di ujung vena 2 di sayap belakang. Selain itu untuk membedakan spesies ini dengan yang lainnya adalah adanya garis hijau keperakan yang membatasi bintik-bintik di sel sayap depan. Larva : larva Arhopala centaurus berwarna hijau kekuningan dengan pita kemerahan di dorsal, bentuknya pipih dengan setae panjang di lateral dan dorso-lateral. Pada instar selanjutnya pita kemerahan di dorsal semakin lebar dan warnanya menjadi merah kecoklatan. Pupa : pupa Arhopala centaurus berbentuk lycaenid, berwarna coklat dengan panjang 19 \u2013 20 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Arhopala-centaurus-by-Christopher-Source-iNaturalist.jpeg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Arhopala-centaurus-by-Christopher-Source-iNaturalist.jpeg","width":1752,"height":1226},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-centaur-oakblue\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Centaur Oakblue"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/12199\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=12199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}