{"id":11482,"date":"2021-09-07T14:54:51","date_gmt":"2021-09-07T14:54:51","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-tawny-coster\/"},"modified":"2021-09-07T14:54:51","modified_gmt":"2021-09-07T14:54:51","slug":"the-tawny-coster","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/","title":{"rendered":"The Tawny Coster"},"content":{"rendered":"<p><em>Acraea violae<\/em> memiliki sayap sisi atas berwarna oranye tua pada jantan dan kuning kecoklatan pada betina. Sayap depannya memiliki dua bintik hitam melintang di cell, bintik yang lebih lebar di space 2 \u2013 6 dan 10, tepi costa dan termen berwarna hitam. Sayap belakangnya memiliki bercak hitam di cell, 4 \u2013 5 bintik hitam di daerah basal, bintik di subcostal dan serangkaian bintik-bintik di discal. Daerah tepi termen dibatasi dengan garis hitam yang memiliki serangkaian bintik kecil. Kepalanya hitam dengan bintik kuning pucat dan kuning, antenanya hitam.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Acraea violae<\/em> bentuknya silinder, berwarna coklat kekuningan, tubuhnya ditutupi turbekel masing-masing memiliki satu setae hitam. Pada instar ke 2 ulat berwarna coklat jingga dan setaenya digantikan oleh barisan duri hitam yang tumbuh di dorso-lateral.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Acraea violae<\/em> berwarna keputihan dengan pita hitam di dorso-lateral dan bintik-bintik oranye di lateral dan ventral. Panjang pupa sekitar 19 \u2013 21 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Acraea violae memiliki sayap sisi atas berwarna oranye tua pada jantan dan kuning kecoklatan pada betina. Sayap depannya memiliki dua bintik hitam melintang di cell, bintik yang lebih lebar di space 2 \u2013 6 dan 10, tepi costa dan termen berwarna hitam. Sayap belakangnya memiliki bercak hitam di cell, 4 \u2013 5 bintik hitam di daerah basal, bintik di subcostal dan serangkaian bintik-bintik di discal. Daerah tepi termen dibatasi dengan garis hitam yang memiliki serangkaian bintik kecil. Kepalanya hitam dengan bintik kuning pucat dan kuning, antenanya hitam.<br \/>\nLarva : larva Acraea violae bentuknya silinder, berwarna coklat kekuningan, tubuhnya ditutupi turbekel masing-masing memiliki satu setae hitam. Pada instar ke 2 ulat berwarna coklat jingga dan setaenya digantikan oleh barisan duri hitam yang tumbuh di dorso-lateral.<br \/>\nPupa : pupa Acraea violae berwarna keputihan dengan pita hitam di dorso-lateral dan bintik-bintik oranye di lateral dan ventral. Panjang pupa sekitar 19 \u2013 21 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11438,"parent":0,"menu_order":909,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-11482","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Tawny Coster (Acraea violae) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Acraea violae memiliki sayap sisi atas berwarna oranye tua pada jantan dan kuning kecoklatan pada betina. Sayap depannya memiliki dua bintik hitam melintang di cell, bintik yang lebih lebar di space 2 \u2013 6 dan 10, tepi costa dan termen berwarna hitam. Sayap belakangnya memiliki bercak hitam di cell, 4 \u2013 5 bintik hitam di daerah basal, bintik di subcostal dan serangkaian bintik-bintik di discal. Daerah tepi termen dibatasi dengan garis hitam yang memiliki serangkaian bintik kecil. Kepalanya hitam dengan bintik kuning pucat dan kuning, antenanya hitam. Larva : larva Acraea violae bentuknya silinder, berwarna coklat kekuningan, tubuhnya ditutupi turbekel masing-masing memiliki satu setae hitam. Pada instar ke 2 ulat berwarna coklat jingga dan setaenya digantikan oleh barisan duri hitam yang tumbuh di dorso-lateral. Pupa : pupa Acraea violae berwarna keputihan dengan pita hitam di dorso-lateral dan bintik-bintik oranye di lateral dan ventral. Panjang pupa sekitar 19 \u2013 21 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Tawny Coster (Acraea violae) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Acraea violae memiliki sayap sisi atas berwarna oranye tua pada jantan dan kuning kecoklatan pada betina. Sayap depannya memiliki dua bintik hitam melintang di cell, bintik yang lebih lebar di space 2 \u2013 6 dan 10, tepi costa dan termen berwarna hitam. Sayap belakangnya memiliki bercak hitam di cell, 4 \u2013 5 bintik hitam di daerah basal, bintik di subcostal dan serangkaian bintik-bintik di discal. Daerah tepi termen dibatasi dengan garis hitam yang memiliki serangkaian bintik kecil. Kepalanya hitam dengan bintik kuning pucat dan kuning, antenanya hitam. Larva : larva Acraea violae bentuknya silinder, berwarna coklat kekuningan, tubuhnya ditutupi turbekel masing-masing memiliki satu setae hitam. Pada instar ke 2 ulat berwarna coklat jingga dan setaenya digantikan oleh barisan duri hitam yang tumbuh di dorso-lateral. Pupa : pupa Acraea violae berwarna keputihan dengan pita hitam di dorso-lateral dan bintik-bintik oranye di lateral dan ventral. Panjang pupa sekitar 19 \u2013 21 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0209.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1713\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/\",\"name\":\"The Tawny Coster (Acraea violae) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0209.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-07T14:54:51+00:00\",\"description\":\"Acraea violae memiliki sayap sisi atas berwarna oranye tua pada jantan dan kuning kecoklatan pada betina. Sayap depannya memiliki dua bintik hitam melintang di cell, bintik yang lebih lebar di space 2 \u2013 6 dan 10, tepi costa dan termen berwarna hitam. Sayap belakangnya memiliki bercak hitam di cell, 4 \u2013 5 bintik hitam di daerah basal, bintik di subcostal dan serangkaian bintik-bintik di discal. Daerah tepi termen dibatasi dengan garis hitam yang memiliki serangkaian bintik kecil. Kepalanya hitam dengan bintik kuning pucat dan kuning, antenanya hitam. Larva : larva Acraea violae bentuknya silinder, berwarna coklat kekuningan, tubuhnya ditutupi turbekel masing-masing memiliki satu setae hitam. Pada instar ke 2 ulat berwarna coklat jingga dan setaenya digantikan oleh barisan duri hitam yang tumbuh di dorso-lateral. Pupa : pupa Acraea violae berwarna keputihan dengan pita hitam di dorso-lateral dan bintik-bintik oranye di lateral dan ventral. Panjang pupa sekitar 19 \u2013 21 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0209.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0209.jpg\",\"width\":1713,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Tawny Coster\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Tawny Coster (Acraea violae) - Bali Wildlife","description":"Acraea violae memiliki sayap sisi atas berwarna oranye tua pada jantan dan kuning kecoklatan pada betina. Sayap depannya memiliki dua bintik hitam melintang di cell, bintik yang lebih lebar di space 2 \u2013 6 dan 10, tepi costa dan termen berwarna hitam. Sayap belakangnya memiliki bercak hitam di cell, 4 \u2013 5 bintik hitam di daerah basal, bintik di subcostal dan serangkaian bintik-bintik di discal. Daerah tepi termen dibatasi dengan garis hitam yang memiliki serangkaian bintik kecil. Kepalanya hitam dengan bintik kuning pucat dan kuning, antenanya hitam. Larva : larva Acraea violae bentuknya silinder, berwarna coklat kekuningan, tubuhnya ditutupi turbekel masing-masing memiliki satu setae hitam. Pada instar ke 2 ulat berwarna coklat jingga dan setaenya digantikan oleh barisan duri hitam yang tumbuh di dorso-lateral. Pupa : pupa Acraea violae berwarna keputihan dengan pita hitam di dorso-lateral dan bintik-bintik oranye di lateral dan ventral. Panjang pupa sekitar 19 \u2013 21 mm.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Tawny Coster (Acraea violae) - Bali Wildlife","og_description":"Acraea violae memiliki sayap sisi atas berwarna oranye tua pada jantan dan kuning kecoklatan pada betina. Sayap depannya memiliki dua bintik hitam melintang di cell, bintik yang lebih lebar di space 2 \u2013 6 dan 10, tepi costa dan termen berwarna hitam. Sayap belakangnya memiliki bercak hitam di cell, 4 \u2013 5 bintik hitam di daerah basal, bintik di subcostal dan serangkaian bintik-bintik di discal. Daerah tepi termen dibatasi dengan garis hitam yang memiliki serangkaian bintik kecil. Kepalanya hitam dengan bintik kuning pucat dan kuning, antenanya hitam. Larva : larva Acraea violae bentuknya silinder, berwarna coklat kekuningan, tubuhnya ditutupi turbekel masing-masing memiliki satu setae hitam. Pada instar ke 2 ulat berwarna coklat jingga dan setaenya digantikan oleh barisan duri hitam yang tumbuh di dorso-lateral. Pupa : pupa Acraea violae berwarna keputihan dengan pita hitam di dorso-lateral dan bintik-bintik oranye di lateral dan ventral. Panjang pupa sekitar 19 \u2013 21 mm.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1713,"height":1200,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0209.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/","name":"The Tawny Coster (Acraea violae) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0209.jpg","datePublished":"2021-09-07T14:54:51+00:00","description":"Acraea violae memiliki sayap sisi atas berwarna oranye tua pada jantan dan kuning kecoklatan pada betina. Sayap depannya memiliki dua bintik hitam melintang di cell, bintik yang lebih lebar di space 2 \u2013 6 dan 10, tepi costa dan termen berwarna hitam. Sayap belakangnya memiliki bercak hitam di cell, 4 \u2013 5 bintik hitam di daerah basal, bintik di subcostal dan serangkaian bintik-bintik di discal. Daerah tepi termen dibatasi dengan garis hitam yang memiliki serangkaian bintik kecil. Kepalanya hitam dengan bintik kuning pucat dan kuning, antenanya hitam. Larva : larva Acraea violae bentuknya silinder, berwarna coklat kekuningan, tubuhnya ditutupi turbekel masing-masing memiliki satu setae hitam. Pada instar ke 2 ulat berwarna coklat jingga dan setaenya digantikan oleh barisan duri hitam yang tumbuh di dorso-lateral. Pupa : pupa Acraea violae berwarna keputihan dengan pita hitam di dorso-lateral dan bintik-bintik oranye di lateral dan ventral. Panjang pupa sekitar 19 \u2013 21 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0209.jpg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0209.jpg","width":1713,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-tawny-coster\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Tawny Coster"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11482","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11482\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11438"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=11482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}