{"id":11392,"date":"2021-09-07T08:47:47","date_gmt":"2021-09-07T08:47:47","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-striped-blue-crow\/"},"modified":"2021-09-07T08:47:47","modified_gmt":"2021-09-07T08:47:47","slug":"the-striped-blue-crow","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/","title":{"rendered":"The Striped Blue Crow"},"content":{"rendered":"<p><em>Euploea mulciber<\/em> jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru terang dengan bintik-bintik putih menyebar di area distal pada sayap depan, sedangkan kupu-kupu betina memiliki sayap berwarna biru dengan bintik-bintik putih tertanam di area distal dan beberapa bintik dan garis putih di area basal pada sayap depan. Sayap belakang spesies ini berwarna coklat, pada betina terdapat tambahan garis-garis putih menyerupai spesies Ideopsis. Sayap sisi bawah berwarna coklat dengan garis atau bintik putih seperti sisi atasnya.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Euploea mulciber<\/em> saat menetas memiliki tubuh berwarna kekuningan, kaki berwarna hitam dan kapsul kepalanya besar berwarna hitam. Pada fase instar selanjutnya ulat menjadi berwarna kuning dengan cincin melintang berwarna coklat tua diselingi garis putih disetiap segmen tubuh. Tubuhnya ditutupi tanduk pada 4 segmen di area dorsum, 2 bintik hitam kecil di dorsum prothorax dan satu bercak besar di ujung posterior tubuh.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Euploea mulciber<\/em> awalnya berwarna coklat kekuningan, namun esoknya menjadi perak berkilau, bentuknya bulat dengan beberapa bintik kecil di dorsum. Panjang pupa sekitar 19 &#8211; 21 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Euploea mulciber jantan  memiliki sayap sisi atas berwarna biru terang dengan bintik-bintik putih menyebar di area distal pada sayap depan, sedangkan kupu-kupu betina memiliki sayap berwarna biru dengan bintik-bintik putih tertanam di area distal dan beberapa bintik dan garis putih di area basal pada sayap depan. Sayap belakang spesies ini berwarna coklat, pada betina terdapat tambahan garis-garis putih menyerupai spesies Ideopsis. Sayap sisi bawah berwarna coklat dengan garis atau bintik putih seperti sisi atasnya.<br \/>\nLarva : larva Euploea mulciber saat menetas memiliki tubuh berwarna kekuningan, kaki berwarna hitam dan kapsul kepalanya besar berwarna hitam. Pada fase instar selanjutnya ulat menjadi berwarna kuning dengan cincin melintang berwarna coklat tua diselingi garis putih disetiap segmen tubuh. Tubuhnya ditutupi tanduk pada 4 segmen di area dorsum, 2 bintik hitam kecil di dorsum prothorax dan satu bercak besar di ujung posterior tubuh.<br \/>\nPupa : pupa Euploea mulciber awalnya berwarna coklat kekuningan, namun esoknya menjadi perak berkilau, bentuknya bulat dengan beberapa bintik kecil di dorsum. Panjang pupa sekitar 19 &#8211; 21 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11378,"parent":0,"menu_order":903,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-11392","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Striped Blue Crow (Euploea mulciber) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Euploea mulciber jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru terang dengan bintik-bintik putih menyebar di area distal pada sayap depan, sedangkan kupu-kupu betina memiliki sayap berwarna biru dengan bintik-bintik putih tertanam di area distal dan beberapa bintik dan garis putih di area basal pada sayap depan. Sayap belakang spesies ini berwarna coklat, pada betina terdapat tambahan garis-garis putih menyerupai spesies Ideopsis. Sayap sisi bawah berwarna coklat dengan garis atau bintik putih seperti sisi atasnya. Larva : larva Euploea mulciber saat menetas memiliki tubuh berwarna kekuningan, kaki berwarna hitam dan kapsul kepalanya besar berwarna hitam. Pada fase instar selanjutnya ulat menjadi berwarna kuning dengan cincin melintang berwarna coklat tua diselingi garis putih disetiap segmen tubuh. Tubuhnya ditutupi tanduk pada 4 segmen di area dorsum, 2 bintik hitam kecil di dorsum prothorax dan satu bercak besar di ujung posterior tubuh. Pupa : pupa Euploea mulciber awalnya berwarna coklat kekuningan, namun esoknya menjadi perak berkilau, bentuknya bulat dengan beberapa bintik kecil di dorsum. Panjang pupa sekitar 19 - 21 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Striped Blue Crow (Euploea mulciber) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Euploea mulciber jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru terang dengan bintik-bintik putih menyebar di area distal pada sayap depan, sedangkan kupu-kupu betina memiliki sayap berwarna biru dengan bintik-bintik putih tertanam di area distal dan beberapa bintik dan garis putih di area basal pada sayap depan. Sayap belakang spesies ini berwarna coklat, pada betina terdapat tambahan garis-garis putih menyerupai spesies Ideopsis. Sayap sisi bawah berwarna coklat dengan garis atau bintik putih seperti sisi atasnya. Larva : larva Euploea mulciber saat menetas memiliki tubuh berwarna kekuningan, kaki berwarna hitam dan kapsul kepalanya besar berwarna hitam. Pada fase instar selanjutnya ulat menjadi berwarna kuning dengan cincin melintang berwarna coklat tua diselingi garis putih disetiap segmen tubuh. Tubuhnya ditutupi tanduk pada 4 segmen di area dorsum, 2 bintik hitam kecil di dorsum prothorax dan satu bercak besar di ujung posterior tubuh. Pupa : pupa Euploea mulciber awalnya berwarna coklat kekuningan, namun esoknya menjadi perak berkilau, bentuknya bulat dengan beberapa bintik kecil di dorsum. Panjang pupa sekitar 19 - 21 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_3010.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1713\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/\",\"name\":\"The Striped Blue Crow (Euploea mulciber) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_3010.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-07T08:47:47+00:00\",\"description\":\"Euploea mulciber jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru terang dengan bintik-bintik putih menyebar di area distal pada sayap depan, sedangkan kupu-kupu betina memiliki sayap berwarna biru dengan bintik-bintik putih tertanam di area distal dan beberapa bintik dan garis putih di area basal pada sayap depan. Sayap belakang spesies ini berwarna coklat, pada betina terdapat tambahan garis-garis putih menyerupai spesies Ideopsis. Sayap sisi bawah berwarna coklat dengan garis atau bintik putih seperti sisi atasnya. Larva : larva Euploea mulciber saat menetas memiliki tubuh berwarna kekuningan, kaki berwarna hitam dan kapsul kepalanya besar berwarna hitam. Pada fase instar selanjutnya ulat menjadi berwarna kuning dengan cincin melintang berwarna coklat tua diselingi garis putih disetiap segmen tubuh. Tubuhnya ditutupi tanduk pada 4 segmen di area dorsum, 2 bintik hitam kecil di dorsum prothorax dan satu bercak besar di ujung posterior tubuh. Pupa : pupa Euploea mulciber awalnya berwarna coklat kekuningan, namun esoknya menjadi perak berkilau, bentuknya bulat dengan beberapa bintik kecil di dorsum. Panjang pupa sekitar 19 - 21 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_3010.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_3010.jpg\",\"width\":1713,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Striped Blue Crow\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Striped Blue Crow (Euploea mulciber) - Bali Wildlife","description":"Euploea mulciber jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru terang dengan bintik-bintik putih menyebar di area distal pada sayap depan, sedangkan kupu-kupu betina memiliki sayap berwarna biru dengan bintik-bintik putih tertanam di area distal dan beberapa bintik dan garis putih di area basal pada sayap depan. Sayap belakang spesies ini berwarna coklat, pada betina terdapat tambahan garis-garis putih menyerupai spesies Ideopsis. Sayap sisi bawah berwarna coklat dengan garis atau bintik putih seperti sisi atasnya. Larva : larva Euploea mulciber saat menetas memiliki tubuh berwarna kekuningan, kaki berwarna hitam dan kapsul kepalanya besar berwarna hitam. Pada fase instar selanjutnya ulat menjadi berwarna kuning dengan cincin melintang berwarna coklat tua diselingi garis putih disetiap segmen tubuh. Tubuhnya ditutupi tanduk pada 4 segmen di area dorsum, 2 bintik hitam kecil di dorsum prothorax dan satu bercak besar di ujung posterior tubuh. Pupa : pupa Euploea mulciber awalnya berwarna coklat kekuningan, namun esoknya menjadi perak berkilau, bentuknya bulat dengan beberapa bintik kecil di dorsum. Panjang pupa sekitar 19 - 21 mm.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Striped Blue Crow (Euploea mulciber) - Bali Wildlife","og_description":"Euploea mulciber jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru terang dengan bintik-bintik putih menyebar di area distal pada sayap depan, sedangkan kupu-kupu betina memiliki sayap berwarna biru dengan bintik-bintik putih tertanam di area distal dan beberapa bintik dan garis putih di area basal pada sayap depan. Sayap belakang spesies ini berwarna coklat, pada betina terdapat tambahan garis-garis putih menyerupai spesies Ideopsis. Sayap sisi bawah berwarna coklat dengan garis atau bintik putih seperti sisi atasnya. Larva : larva Euploea mulciber saat menetas memiliki tubuh berwarna kekuningan, kaki berwarna hitam dan kapsul kepalanya besar berwarna hitam. Pada fase instar selanjutnya ulat menjadi berwarna kuning dengan cincin melintang berwarna coklat tua diselingi garis putih disetiap segmen tubuh. Tubuhnya ditutupi tanduk pada 4 segmen di area dorsum, 2 bintik hitam kecil di dorsum prothorax dan satu bercak besar di ujung posterior tubuh. Pupa : pupa Euploea mulciber awalnya berwarna coklat kekuningan, namun esoknya menjadi perak berkilau, bentuknya bulat dengan beberapa bintik kecil di dorsum. Panjang pupa sekitar 19 - 21 mm.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1713,"height":1200,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_3010.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/","name":"The Striped Blue Crow (Euploea mulciber) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_3010.jpg","datePublished":"2021-09-07T08:47:47+00:00","description":"Euploea mulciber jantan memiliki sayap sisi atas berwarna biru terang dengan bintik-bintik putih menyebar di area distal pada sayap depan, sedangkan kupu-kupu betina memiliki sayap berwarna biru dengan bintik-bintik putih tertanam di area distal dan beberapa bintik dan garis putih di area basal pada sayap depan. Sayap belakang spesies ini berwarna coklat, pada betina terdapat tambahan garis-garis putih menyerupai spesies Ideopsis. Sayap sisi bawah berwarna coklat dengan garis atau bintik putih seperti sisi atasnya. Larva : larva Euploea mulciber saat menetas memiliki tubuh berwarna kekuningan, kaki berwarna hitam dan kapsul kepalanya besar berwarna hitam. Pada fase instar selanjutnya ulat menjadi berwarna kuning dengan cincin melintang berwarna coklat tua diselingi garis putih disetiap segmen tubuh. Tubuhnya ditutupi tanduk pada 4 segmen di area dorsum, 2 bintik hitam kecil di dorsum prothorax dan satu bercak besar di ujung posterior tubuh. Pupa : pupa Euploea mulciber awalnya berwarna coklat kekuningan, namun esoknya menjadi perak berkilau, bentuknya bulat dengan beberapa bintik kecil di dorsum. Panjang pupa sekitar 19 - 21 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_3010.jpg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_3010.jpg","width":1713,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-striped-blue-crow\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Striped Blue Crow"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11392\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11378"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=11392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}