{"id":11121,"date":"2021-09-06T14:00:44","date_gmt":"2021-09-06T14:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-malayan-eggfly\/"},"modified":"2021-09-06T14:00:44","modified_gmt":"2021-09-06T14:00:44","slug":"the-malayan-eggfly","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/","title":{"rendered":"The Malayan Eggfly"},"content":{"rendered":"<p><em>Hypolimnas anomala <\/em>memiliki sayap berwarna coklat dengan kilau ungu dan bintik putih di tepinya. Biasanya terdapat dua baris bintik putih dan tiga garis pucat di setiap sayap depan, sayap belakang berwarna lebih pucat dengan garis coklat tua. Sisi bawah sayap mirip dengan sisi atas. Kupu-kupu meniru tampilan dari spesies Euploea.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Hypolimnas anomala <\/em>berbentuk silindris dengan panjang 1,9 mm, berwarna kuning keemasan ditutupi dengan banyak <em>turbecles<\/em> kecil dan gelap. Setae panjang, halus dan berwarna gelap muncul dari <em>turbecles<\/em>, kapsul kepalanya bulat dan hitam. Pada tahap akhir instar, ulat berwarna hitam dengan kepala merah cerah dan memiliki sepasang duri hitam panjang.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Hypolimnas anomala <\/em>berwarna coklat pucat hingga coklat keemasan, panjang pupa 19 \u2013 21 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hypolimnas anomala memiliki sayap berwarna coklat dengan kilau ungu dan bintik putih di tepinya. Biasanya terdapat dua baris bintik putih dan tiga garis pucat di setiap sayap depan, sayap belakang berwarna lebih pucat dengan garis coklat tua. Sisi bawah sayap mirip dengan sisi atas. Kupu-kupu meniru tampilan dari spesies Euploea.<br \/>\nLarva : larva Hypolimnas anomala berbentuk silindris dengan panjang 1,9 mm, berwarna kuning keemasan ditutupi dengan banyak turbecles kecil dan gelap. Setae panjang, halus dan berwarna gelap muncul dari turbecles, kapsul kepalanya bulat dan hitam. Pada tahap akhir instar, ulat berwarna hitam dengan kepala merah cerah dan memiliki sepasang duri hitam panjang.<br \/>\nPupa : pupa Hypolimnas anomala berwarna coklat pucat hingga coklat keemasan, panjang pupa 19 \u2013 21 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11099,"parent":0,"menu_order":879,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-11121","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Malayan Eggfly (Zizina otis) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Hypolimnas anomala memiliki sayap berwarna coklat dengan kilau ungu dan bintik putih di tepinya. Biasanya terdapat dua baris bintik putih dan tiga garis pucat di setiap sayap depan, sayap belakang berwarna lebih pucat dengan garis coklat tua. Sisi bawah sayap mirip dengan sisi atas. Kupu-kupu meniru tampilan dari spesies Euploea. Larva : larva Hypolimnas anomala berbentuk silindris dengan panjang 1,9 mm, berwarna kuning keemasan ditutupi dengan banyak turbecles kecil dan gelap. Setae panjang, halus dan berwarna gelap muncul dari turbecles, kapsul kepalanya bulat dan hitam. Pada tahap akhir instar, ulat berwarna hitam dengan kepala merah cerah dan memiliki sepasang duri hitam panjang. Pupa : pupa Hypolimnas anomala berwarna coklat pucat hingga coklat keemasan, panjang pupa 19 \u2013 21 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Malayan Eggfly (Zizina otis) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hypolimnas anomala memiliki sayap berwarna coklat dengan kilau ungu dan bintik putih di tepinya. Biasanya terdapat dua baris bintik putih dan tiga garis pucat di setiap sayap depan, sayap belakang berwarna lebih pucat dengan garis coklat tua. Sisi bawah sayap mirip dengan sisi atas. Kupu-kupu meniru tampilan dari spesies Euploea. Larva : larva Hypolimnas anomala berbentuk silindris dengan panjang 1,9 mm, berwarna kuning keemasan ditutupi dengan banyak turbecles kecil dan gelap. Setae panjang, halus dan berwarna gelap muncul dari turbecles, kapsul kepalanya bulat dan hitam. Pada tahap akhir instar, ulat berwarna hitam dengan kepala merah cerah dan memiliki sepasang duri hitam panjang. Pupa : pupa Hypolimnas anomala berwarna coklat pucat hingga coklat keemasan, panjang pupa 19 \u2013 21 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0333.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/\",\"name\":\"The Malayan Eggfly (Zizina otis) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0333.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-06T14:00:44+00:00\",\"description\":\"Hypolimnas anomala memiliki sayap berwarna coklat dengan kilau ungu dan bintik putih di tepinya. Biasanya terdapat dua baris bintik putih dan tiga garis pucat di setiap sayap depan, sayap belakang berwarna lebih pucat dengan garis coklat tua. Sisi bawah sayap mirip dengan sisi atas. Kupu-kupu meniru tampilan dari spesies Euploea. Larva : larva Hypolimnas anomala berbentuk silindris dengan panjang 1,9 mm, berwarna kuning keemasan ditutupi dengan banyak turbecles kecil dan gelap. Setae panjang, halus dan berwarna gelap muncul dari turbecles, kapsul kepalanya bulat dan hitam. Pada tahap akhir instar, ulat berwarna hitam dengan kepala merah cerah dan memiliki sepasang duri hitam panjang. Pupa : pupa Hypolimnas anomala berwarna coklat pucat hingga coklat keemasan, panjang pupa 19 \u2013 21 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0333.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0333.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Malayan Eggfly\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Malayan Eggfly (Zizina otis) - Bali Wildlife","description":"Hypolimnas anomala memiliki sayap berwarna coklat dengan kilau ungu dan bintik putih di tepinya. Biasanya terdapat dua baris bintik putih dan tiga garis pucat di setiap sayap depan, sayap belakang berwarna lebih pucat dengan garis coklat tua. Sisi bawah sayap mirip dengan sisi atas. Kupu-kupu meniru tampilan dari spesies Euploea. Larva : larva Hypolimnas anomala berbentuk silindris dengan panjang 1,9 mm, berwarna kuning keemasan ditutupi dengan banyak turbecles kecil dan gelap. Setae panjang, halus dan berwarna gelap muncul dari turbecles, kapsul kepalanya bulat dan hitam. Pada tahap akhir instar, ulat berwarna hitam dengan kepala merah cerah dan memiliki sepasang duri hitam panjang. Pupa : pupa Hypolimnas anomala berwarna coklat pucat hingga coklat keemasan, panjang pupa 19 \u2013 21 mm.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Malayan Eggfly (Zizina otis) - Bali Wildlife","og_description":"Hypolimnas anomala memiliki sayap berwarna coklat dengan kilau ungu dan bintik putih di tepinya. Biasanya terdapat dua baris bintik putih dan tiga garis pucat di setiap sayap depan, sayap belakang berwarna lebih pucat dengan garis coklat tua. Sisi bawah sayap mirip dengan sisi atas. Kupu-kupu meniru tampilan dari spesies Euploea. Larva : larva Hypolimnas anomala berbentuk silindris dengan panjang 1,9 mm, berwarna kuning keemasan ditutupi dengan banyak turbecles kecil dan gelap. Setae panjang, halus dan berwarna gelap muncul dari turbecles, kapsul kepalanya bulat dan hitam. Pada tahap akhir instar, ulat berwarna hitam dengan kepala merah cerah dan memiliki sepasang duri hitam panjang. Pupa : pupa Hypolimnas anomala berwarna coklat pucat hingga coklat keemasan, panjang pupa 19 \u2013 21 mm.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/","og_site_name":"Bali Wildlife","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0333.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/","name":"The Malayan Eggfly (Zizina otis) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0333.jpg","datePublished":"2021-09-06T14:00:44+00:00","description":"Hypolimnas anomala memiliki sayap berwarna coklat dengan kilau ungu dan bintik putih di tepinya. Biasanya terdapat dua baris bintik putih dan tiga garis pucat di setiap sayap depan, sayap belakang berwarna lebih pucat dengan garis coklat tua. Sisi bawah sayap mirip dengan sisi atas. Kupu-kupu meniru tampilan dari spesies Euploea. Larva : larva Hypolimnas anomala berbentuk silindris dengan panjang 1,9 mm, berwarna kuning keemasan ditutupi dengan banyak turbecles kecil dan gelap. Setae panjang, halus dan berwarna gelap muncul dari turbecles, kapsul kepalanya bulat dan hitam. Pada tahap akhir instar, ulat berwarna hitam dengan kepala merah cerah dan memiliki sepasang duri hitam panjang. Pupa : pupa Hypolimnas anomala berwarna coklat pucat hingga coklat keemasan, panjang pupa 19 \u2013 21 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0333.jpg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_0333.jpg","width":1714,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-malayan-eggfly\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Malayan Eggfly"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11121","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/11121\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11099"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11121"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=11121"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}