{"id":10420,"date":"2021-09-02T08:26:44","date_gmt":"2021-09-02T08:26:44","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-common-mormon\/"},"modified":"2021-09-03T02:36:05","modified_gmt":"2021-09-03T02:36:05","slug":"the-common-mormon","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/","title":{"rendered":"The Common Mormon"},"content":{"rendered":"<p><em>Papilio polytes <\/em>jantan memiliki sisi sayap atas berwarna hitam dengan pita besar berwarna kuning keputihan di sepanjang sayap belakang. Sisi bawah sayapnya memiliki serangkaian lunula submarginal berwarna kuning hingga merah di sayap belakang. Kupu-kupu betina polimorfik, dengan beberapa bentuk yaitu bentuk \u2013polytes yang meniru Common Rose tetapi seluruh perut berwarna hitam. Bentuk \u2013cyrus yang hampir sama dengan individu jantan tetapi memiliki bintik merah robek di ruang 1a sayap belakang. Spesies ini memiliki ekor seperti spatula di vein 4 sayap belakang.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Papilio polytes <\/em>berwarna coklat kekuningan di area dorsal dan coklat tua di area lateral, panjangnya sekitar 3 mm, permukaan tubuhnya agak runcing. Pada tahap instar ke 5 warna tubuhnya berubah menjadi hijau dengan bintik mata pada segmen dada ke 3 yang dihubungkan oleh pita hijau melintang dan tanda berliku di punggungnya.<\/p>\n<p>Pupa : pupa <em>Papilio polytes <\/em>memiliki dua jenis warna. Pupa jenis hijau berwarna hijau dengan tanda seperti berlian berwarna kekuningan di dorsum abdominal segment. Pupa jenis coklat berwarna keabuan hingga coklat tua. Pupa spesies ini memiliki sepasang tanduk di kepalanya, punuk di punggung dan tampak miring ke samping. Panjang pupa sekitar 31 \u2013 32 mm.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papilio polytes jantan memiliki sisi sayap atas berwarna hitam dengan pita besar berwarna kuning keputihan di sepanjang sayap belakang. Sisi bawah sayapnya memiliki serangkaian lunula submarginal berwarna kuning hingga merah di sayap belakang. Kupu-kupu betina polimorfik, dengan beberapa bentuk yaitu bentuk \u2013polytes yang meniru Common Rose tetapi seluruh perut berwarna hitam. Bentuk \u2013cyrus yang hampir sama dengan individu jantan tetapi memiliki bintik merah robek di ruang 1a sayap belakang. Spesies ini memiliki ekor seperti spatula di vein 4 sayap belakang.<br \/>\nLarva : larva Papilio polytes berwarna coklat kekuningan di area dorsal dan coklat tua di area lateral, panjangnya sekitar 3 mm, permukaan tubuhnya agak runcing. Pada tahap instar ke 5 warna tubuhnya berubah menjadi hijau dengan bintik mata pada segmen dada ke 3 yang dihubungkan oleh pita hijau melintang dan tanda berliku di punggungnya.<br \/>\nPupa : pupa Papilio polytes memiliki dua jenis warna. Pupa jenis hijau berwarna hijau dengan tanda seperti berlian berwarna kekuningan di dorsum abdominal segment. Pupa jenis coklat berwarna keabuan hingga coklat tua. Pupa spesies ini memiliki sepasang tanduk di kepalanya, punuk di punggung dan tampak miring ke samping. Panjang pupa sekitar 31 \u2013 32 mm.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10415,"parent":0,"menu_order":835,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-10420","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Common Mormon (Papilio polytes) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Papilio polytes jantan memiliki sisi sayap atas berwarna hitam dengan pita besar berwarna kuning keputihan di sepanjang sayap belakang. Sisi bawah sayapnya memiliki serangkaian lunula submarginal berwarna kuning hingga merah di sayap belakang. Kupu-kupu betina polimorfik, dengan beberapa bentuk yaitu bentuk \u2013polytes yang meniru Common Rose tetapi seluruh perut berwarna hitam. Bentuk \u2013cyrus yang hampir sama dengan individu jantan tetapi memiliki bintik merah robek di ruang 1a sayap belakang. Spesies ini memiliki ekor seperti spatula di vein 4 sayap belakang. Larva : larva Papilio polytes berwarna coklat kekuningan di area dorsal dan coklat tua di area lateral, panjangnya sekitar 3 mm, permukaan tubuhnya agak runcing. Pada tahap instar ke 5 warna tubuhnya berubah menjadi hijau dengan bintik mata pada segmen dada ke 3 yang dihubungkan oleh pita hijau melintang dan tanda berliku di punggungnya. Pupa : pupa Papilio polytes memiliki dua jenis warna. Pupa jenis hijau berwarna hijau dengan tanda seperti berlian berwarna kekuningan di dorsum abdominal segment. Pupa jenis coklat berwarna keabuan hingga coklat tua. Pupa spesies ini memiliki sepasang tanduk di kepalanya, punuk di punggung dan tampak miring ke samping. Panjang pupa sekitar 31 \u2013 32 mm.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Common Mormon (Papilio polytes) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Papilio polytes jantan memiliki sisi sayap atas berwarna hitam dengan pita besar berwarna kuning keputihan di sepanjang sayap belakang. Sisi bawah sayapnya memiliki serangkaian lunula submarginal berwarna kuning hingga merah di sayap belakang. Kupu-kupu betina polimorfik, dengan beberapa bentuk yaitu bentuk \u2013polytes yang meniru Common Rose tetapi seluruh perut berwarna hitam. Bentuk \u2013cyrus yang hampir sama dengan individu jantan tetapi memiliki bintik merah robek di ruang 1a sayap belakang. Spesies ini memiliki ekor seperti spatula di vein 4 sayap belakang. Larva : larva Papilio polytes berwarna coklat kekuningan di area dorsal dan coklat tua di area lateral, panjangnya sekitar 3 mm, permukaan tubuhnya agak runcing. Pada tahap instar ke 5 warna tubuhnya berubah menjadi hijau dengan bintik mata pada segmen dada ke 3 yang dihubungkan oleh pita hijau melintang dan tanda berliku di punggungnya. Pupa : pupa Papilio polytes memiliki dua jenis warna. Pupa jenis hijau berwarna hijau dengan tanda seperti berlian berwarna kekuningan di dorsum abdominal segment. Pupa jenis coklat berwarna keabuan hingga coklat tua. Pupa spesies ini memiliki sepasang tanduk di kepalanya, punuk di punggung dan tampak miring ke samping. Panjang pupa sekitar 31 \u2013 32 mm.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-09-03T02:36:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_4264.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-mormon\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-mormon\\\/\",\"name\":\"The Common Mormon (Papilio polytes) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-mormon\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-mormon\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_4264.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-02T08:26:44+00:00\",\"dateModified\":\"2021-09-03T02:36:05+00:00\",\"description\":\"Papilio polytes jantan memiliki sisi sayap atas berwarna hitam dengan pita besar berwarna kuning keputihan di sepanjang sayap belakang. Sisi bawah sayapnya memiliki serangkaian lunula submarginal berwarna kuning hingga merah di sayap belakang. Kupu-kupu betina polimorfik, dengan beberapa bentuk yaitu bentuk \u2013polytes yang meniru Common Rose tetapi seluruh perut berwarna hitam. Bentuk \u2013cyrus yang hampir sama dengan individu jantan tetapi memiliki bintik merah robek di ruang 1a sayap belakang. Spesies ini memiliki ekor seperti spatula di vein 4 sayap belakang. Larva : larva Papilio polytes berwarna coklat kekuningan di area dorsal dan coklat tua di area lateral, panjangnya sekitar 3 mm, permukaan tubuhnya agak runcing. Pada tahap instar ke 5 warna tubuhnya berubah menjadi hijau dengan bintik mata pada segmen dada ke 3 yang dihubungkan oleh pita hijau melintang dan tanda berliku di punggungnya. Pupa : pupa Papilio polytes memiliki dua jenis warna. Pupa jenis hijau berwarna hijau dengan tanda seperti berlian berwarna kekuningan di dorsum abdominal segment. Pupa jenis coklat berwarna keabuan hingga coklat tua. Pupa spesies ini memiliki sepasang tanduk di kepalanya, punuk di punggung dan tampak miring ke samping. Panjang pupa sekitar 31 \u2013 32 mm.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-mormon\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-mormon\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-mormon\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_4264.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/09\\\/IMG_4264.jpg\",\"width\":1714,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/the-common-mormon\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/ensiklopedia\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/encyclopedia\\\/encyclopedia-category\\\/hewan\\\/serangga\\\/kupu-kupu\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Common Mormon\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/baliwildlife.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Common Mormon (Papilio polytes) - Bali Wildlife","description":"Papilio polytes jantan memiliki sisi sayap atas berwarna hitam dengan pita besar berwarna kuning keputihan di sepanjang sayap belakang. Sisi bawah sayapnya memiliki serangkaian lunula submarginal berwarna kuning hingga merah di sayap belakang. Kupu-kupu betina polimorfik, dengan beberapa bentuk yaitu bentuk \u2013polytes yang meniru Common Rose tetapi seluruh perut berwarna hitam. Bentuk \u2013cyrus yang hampir sama dengan individu jantan tetapi memiliki bintik merah robek di ruang 1a sayap belakang. Spesies ini memiliki ekor seperti spatula di vein 4 sayap belakang. Larva : larva Papilio polytes berwarna coklat kekuningan di area dorsal dan coklat tua di area lateral, panjangnya sekitar 3 mm, permukaan tubuhnya agak runcing. Pada tahap instar ke 5 warna tubuhnya berubah menjadi hijau dengan bintik mata pada segmen dada ke 3 yang dihubungkan oleh pita hijau melintang dan tanda berliku di punggungnya. Pupa : pupa Papilio polytes memiliki dua jenis warna. Pupa jenis hijau berwarna hijau dengan tanda seperti berlian berwarna kekuningan di dorsum abdominal segment. Pupa jenis coklat berwarna keabuan hingga coklat tua. Pupa spesies ini memiliki sepasang tanduk di kepalanya, punuk di punggung dan tampak miring ke samping. Panjang pupa sekitar 31 \u2013 32 mm.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Common Mormon (Papilio polytes) - Bali Wildlife","og_description":"Papilio polytes jantan memiliki sisi sayap atas berwarna hitam dengan pita besar berwarna kuning keputihan di sepanjang sayap belakang. Sisi bawah sayapnya memiliki serangkaian lunula submarginal berwarna kuning hingga merah di sayap belakang. Kupu-kupu betina polimorfik, dengan beberapa bentuk yaitu bentuk \u2013polytes yang meniru Common Rose tetapi seluruh perut berwarna hitam. Bentuk \u2013cyrus yang hampir sama dengan individu jantan tetapi memiliki bintik merah robek di ruang 1a sayap belakang. Spesies ini memiliki ekor seperti spatula di vein 4 sayap belakang. Larva : larva Papilio polytes berwarna coklat kekuningan di area dorsal dan coklat tua di area lateral, panjangnya sekitar 3 mm, permukaan tubuhnya agak runcing. Pada tahap instar ke 5 warna tubuhnya berubah menjadi hijau dengan bintik mata pada segmen dada ke 3 yang dihubungkan oleh pita hijau melintang dan tanda berliku di punggungnya. Pupa : pupa Papilio polytes memiliki dua jenis warna. Pupa jenis hijau berwarna hijau dengan tanda seperti berlian berwarna kekuningan di dorsum abdominal segment. Pupa jenis coklat berwarna keabuan hingga coklat tua. Pupa spesies ini memiliki sepasang tanduk di kepalanya, punuk di punggung dan tampak miring ke samping. Panjang pupa sekitar 31 \u2013 32 mm.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2021-09-03T02:36:05+00:00","og_image":[{"width":1714,"height":1200,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_4264.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/","name":"The Common Mormon (Papilio polytes) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_4264.jpg","datePublished":"2021-09-02T08:26:44+00:00","dateModified":"2021-09-03T02:36:05+00:00","description":"Papilio polytes jantan memiliki sisi sayap atas berwarna hitam dengan pita besar berwarna kuning keputihan di sepanjang sayap belakang. Sisi bawah sayapnya memiliki serangkaian lunula submarginal berwarna kuning hingga merah di sayap belakang. Kupu-kupu betina polimorfik, dengan beberapa bentuk yaitu bentuk \u2013polytes yang meniru Common Rose tetapi seluruh perut berwarna hitam. Bentuk \u2013cyrus yang hampir sama dengan individu jantan tetapi memiliki bintik merah robek di ruang 1a sayap belakang. Spesies ini memiliki ekor seperti spatula di vein 4 sayap belakang. Larva : larva Papilio polytes berwarna coklat kekuningan di area dorsal dan coklat tua di area lateral, panjangnya sekitar 3 mm, permukaan tubuhnya agak runcing. Pada tahap instar ke 5 warna tubuhnya berubah menjadi hijau dengan bintik mata pada segmen dada ke 3 yang dihubungkan oleh pita hijau melintang dan tanda berliku di punggungnya. Pupa : pupa Papilio polytes memiliki dua jenis warna. Pupa jenis hijau berwarna hijau dengan tanda seperti berlian berwarna kekuningan di dorsum abdominal segment. Pupa jenis coklat berwarna keabuan hingga coklat tua. Pupa spesies ini memiliki sepasang tanduk di kepalanya, punuk di punggung dan tampak miring ke samping. Panjang pupa sekitar 31 \u2013 32 mm.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_4264.jpg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_4264.jpg","width":1714,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-common-mormon\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Common Mormon"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10420","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10420\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10448,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10420\/revisions\/10448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10420"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=10420"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}