{"id":10279,"date":"2021-09-02T05:02:11","date_gmt":"2021-09-02T05:02:11","guid":{"rendered":"https:\/\/baliwildlife.com\/encyclopedia\/%encyclopedia-category%\/the-blue-emperor\/"},"modified":"2021-09-03T01:35:07","modified_gmt":"2021-09-03T01:35:07","slug":"the-blue-emperor","status":"publish","type":"encyclopedia","link":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/","title":{"rendered":"The Blue Emperor"},"content":{"rendered":"<p><em>Papilio ulysses <\/em>memiliki sayap atas berwarna hitam dengan warna biru elektrik pada bagian pangkal hingga ke tengah, bagian bawahnya berwarna hitam dan coklat. Kupu-kupu betina memiliki sedikit garis berbentuk sabit di bagian belakang. Ekor pada belakang sayap berwarna hitam dan panjang.<\/p>\n<p>Larva : larva <em>Papilio ulysses <\/em>pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna hijau kekuningan dengan tanda hitam di dada dan di belakang perut. Ulat ini memiliki sepasang duri lunak di setiap ruas punggungnya. Pada tahap instar 5 hanya menyisakan sepasang duri putih di ekornya, warna tubuhnya hijau gelap dengan dua pasang bintik putih di punggungnya. Hidup berpasangan atau berkelompok.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papilio ulysses memiliki sayap atas berwarna hitam dengan warna biru elektrik pada bagian pangkal hingga ke tengah, bagian bawahnya berwarna hitam dan coklat. Kupu-kupu betina memiliki sedikit garis berbentuk sabit di bagian belakang. Ekor pada belakang sayap berwarna hitam dan panjang.<br \/>\nLarva : larva Papilio ulysses pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna hijau kekuningan dengan tanda hitam di dada dan di belakang perut. Ulat ini memiliki sepasang duri lunak di setiap ruas punggungnya. Pada tahap instar 5 hanya menyisakan sepasang duri putih di ekornya, warna tubuhnya hijau gelap dengan dua pasang bintik putih di punggungnya. Hidup berpasangan atau berkelompok.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":10269,"parent":0,"menu_order":813,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"encyclopedia-category":[192,205,200],"class_list":["post-10279","encyclopedia","type-encyclopedia","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","encyclopedia-category-hewan","encyclopedia-category-kupu-kupu","encyclopedia-category-serangga","description-off"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>The Blue Emperor (Papilio ulysses) - Bali Wildlife<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Papilio ulysses memiliki sayap atas berwarna hitam dengan warna biru elektrik pada bagian pangkal hingga ke tengah, bagian bawahnya berwarna hitam dan coklat. Kupu-kupu betina memiliki sedikit garis berbentuk sabit di bagian belakang. Ekor pada belakang sayap berwarna hitam dan panjang. Larva : larva Papilio ulysses pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna hijau kekuningan dengan tanda hitam di dada dan di belakang perut. Ulat ini memiliki sepasang duri lunak di setiap ruas punggungnya. Pada tahap instar 5 hanya menyisakan sepasang duri putih di ekornya, warna tubuhnya hijau gelap dengan dua pasang bintik putih di punggungnya. Hidup berpasangan atau berkelompok.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"The Blue Emperor (Papilio ulysses) - Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Papilio ulysses memiliki sayap atas berwarna hitam dengan warna biru elektrik pada bagian pangkal hingga ke tengah, bagian bawahnya berwarna hitam dan coklat. Kupu-kupu betina memiliki sedikit garis berbentuk sabit di bagian belakang. Ekor pada belakang sayap berwarna hitam dan panjang. Larva : larva Papilio ulysses pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna hijau kekuningan dengan tanda hitam di dada dan di belakang perut. Ulat ini memiliki sepasang duri lunak di setiap ruas punggungnya. Pada tahap instar 5 hanya menyisakan sepasang duri putih di ekornya, warna tubuhnya hijau gelap dengan dua pasang bintik putih di punggungnya. Hidup berpasangan atau berkelompok.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Wildlife\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-09-03T01:35:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1210.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1715\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/\",\"name\":\"The Blue Emperor (Papilio ulysses) - Bali Wildlife\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1210.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-02T05:02:11+00:00\",\"dateModified\":\"2021-09-03T01:35:07+00:00\",\"description\":\"Papilio ulysses memiliki sayap atas berwarna hitam dengan warna biru elektrik pada bagian pangkal hingga ke tengah, bagian bawahnya berwarna hitam dan coklat. Kupu-kupu betina memiliki sedikit garis berbentuk sabit di bagian belakang. Ekor pada belakang sayap berwarna hitam dan panjang. Larva : larva Papilio ulysses pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna hijau kekuningan dengan tanda hitam di dada dan di belakang perut. Ulat ini memiliki sepasang duri lunak di setiap ruas punggungnya. Pada tahap instar 5 hanya menyisakan sepasang duri putih di ekornya, warna tubuhnya hijau gelap dengan dua pasang bintik putih di punggungnya. Hidup berpasangan atau berkelompok.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1210.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1210.jpg\",\"width\":1715,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encyclopedia\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hewan\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Serangga\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":5,\"name\":\"Kupu-Kupu\",\"item\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":6,\"name\":\"The Blue Emperor\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"description\":\"Every Spices Matter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Bali Wildlife\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png\",\"width\":150,\"height\":35,\"caption\":\"Bali Wildlife\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"The Blue Emperor (Papilio ulysses) - Bali Wildlife","description":"Papilio ulysses memiliki sayap atas berwarna hitam dengan warna biru elektrik pada bagian pangkal hingga ke tengah, bagian bawahnya berwarna hitam dan coklat. Kupu-kupu betina memiliki sedikit garis berbentuk sabit di bagian belakang. Ekor pada belakang sayap berwarna hitam dan panjang. Larva : larva Papilio ulysses pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna hijau kekuningan dengan tanda hitam di dada dan di belakang perut. Ulat ini memiliki sepasang duri lunak di setiap ruas punggungnya. Pada tahap instar 5 hanya menyisakan sepasang duri putih di ekornya, warna tubuhnya hijau gelap dengan dua pasang bintik putih di punggungnya. Hidup berpasangan atau berkelompok.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"The Blue Emperor (Papilio ulysses) - Bali Wildlife","og_description":"Papilio ulysses memiliki sayap atas berwarna hitam dengan warna biru elektrik pada bagian pangkal hingga ke tengah, bagian bawahnya berwarna hitam dan coklat. Kupu-kupu betina memiliki sedikit garis berbentuk sabit di bagian belakang. Ekor pada belakang sayap berwarna hitam dan panjang. Larva : larva Papilio ulysses pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna hijau kekuningan dengan tanda hitam di dada dan di belakang perut. Ulat ini memiliki sepasang duri lunak di setiap ruas punggungnya. Pada tahap instar 5 hanya menyisakan sepasang duri putih di ekornya, warna tubuhnya hijau gelap dengan dua pasang bintik putih di punggungnya. Hidup berpasangan atau berkelompok.","og_url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/","og_site_name":"Bali Wildlife","article_modified_time":"2021-09-03T01:35:07+00:00","og_image":[{"width":1715,"height":1200,"url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1210.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/","name":"The Blue Emperor (Papilio ulysses) - Bali Wildlife","isPartOf":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1210.jpg","datePublished":"2021-09-02T05:02:11+00:00","dateModified":"2021-09-03T01:35:07+00:00","description":"Papilio ulysses memiliki sayap atas berwarna hitam dengan warna biru elektrik pada bagian pangkal hingga ke tengah, bagian bawahnya berwarna hitam dan coklat. Kupu-kupu betina memiliki sedikit garis berbentuk sabit di bagian belakang. Ekor pada belakang sayap berwarna hitam dan panjang. Larva : larva Papilio ulysses pada tahap instar 1 memiliki tubuh berwarna hijau kekuningan dengan tanda hitam di dada dan di belakang perut. Ulat ini memiliki sepasang duri lunak di setiap ruas punggungnya. Pada tahap instar 5 hanya menyisakan sepasang duri putih di ekornya, warna tubuhnya hijau gelap dengan dua pasang bintik putih di punggungnya. Hidup berpasangan atau berkelompok.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/#primaryimage","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1210.jpg","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/IMG_1210.jpg","width":1715,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/the-blue-emperor\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encyclopedia","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/ensiklopedia\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hewan","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Serangga","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/"},{"@type":"ListItem","position":5,"name":"Kupu-Kupu","item":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/encyclopedia\/encyclopedia-category\/hewan\/serangga\/kupu-kupu\/"},{"@type":"ListItem","position":6,"name":"The Blue Emperor"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#website","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","name":"Bali Wildlife","description":"Every Spices Matter","publisher":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#organization","name":"Bali Wildlife","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","contentUrl":"https:\/\/baliwildlife.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Bali-Wildlife-logo.png","width":150,"height":35,"caption":"Bali Wildlife"},"image":{"@id":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10279","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia"}],"about":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/encyclopedia"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10279\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10438,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia\/10279\/revisions\/10438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"encyclopedia-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/baliwildlife.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/encyclopedia-category?post=10279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}