Tribe Satyrini
Satyrini adalah suku terbesar dari kupu-kupu berkaki sikat dalam subfamili Satyrinae (Famili Nymphalidae, Superfamili Papilionoidea, Ordo Lepidoptera). Suku ini terdiri dari lebih dari 2.000 spesies yang telah dideskripsikan dan tersebar di seluruh dunia, dengan keanekaragaman terbesar terjadi di wilayah tropis dan subtropis. Anggota suku ini menghuni hutan hujan tropis, hutan beriklim sedang, padang rumput, sabana, semak belukar, lahan basah, padang rumput alpin, lanskap pertanian, taman, dan kebun, di mana rumput dan tanaman monokotil lainnya berlimpah.
Kupu-kupu dari suku Satyrini umumnya berukuran kecil hingga sedang, meskipun beberapa spesies relatif besar. Seperti semua anggota famili Nymphalidae, mereka memiliki kaki depan yang mengecil dan seperti sikat yang tidak digunakan untuk berjalan. Tubuh mereka kokoh, dan sayapnya biasanya membulat, dengan warna yang didominasi oleh nuansa cokelat, abu-abu, krem, oranye, atau zaitun. Sebagian besar spesies memiliki satu atau lebih bintik mata (ocelli) pada sayap, seringkali dikelilingi oleh cincin konsentris berwarna hitam, kuning, putih, atau oranye. Tanda-tanda ini berfungsi untuk menghalau predator dengan mengejutkan predator atau mengalihkan serangan dari bagian tubuh yang vital. Bagian bawah sayap biasanya berpola samar menyerupai daun kering, kulit kayu, atau rumput kering, memberikan kamuflase yang sangat baik ketika sayap tertutup.
Kuda-kucing dewasa sebagian besar aktif di siang hari, meskipun banyak spesies paling aktif di pagi hari, sore hari, atau pada hari-hari mendung. Penerbangan mereka umumnya lambat, rendah, dan bergelombang, dengan individu tetap dekat dengan tanah atau di bawah naungan hutan. Tidak seperti banyak kupu-kupu yang sebagian besar bergantung pada nektar, banyak spesies Satyrini memakan buah-buahan yang difermentasi, getah pohon, kotoran hewan, bangkai, dan kelembapan yang kaya mineral, sementara bunga lebih jarang dikunjungi. Jantan biasanya melakukan pengumpulan lumpur untuk mendapatkan natrium dan mineral lain yang penting untuk reproduksi.
Siklus hidupnya melibatkan metamorfosis lengkap, yang terdiri dari tahap telur, larva (ulat), pupa (kepompong), dan dewasa. Betina bertelur satu per satu atau kadang-kadang dalam kelompok kecil pada tanaman inang. Ulatnya halus, silindris, dan biasanya berwarna hijau atau cokelat, seringkali dengan ekor bercabang (bifid) dan garis-garis memanjang yang samar yang berfungsi sebagai kamuflase. Sebagian besar spesies memakan rumput (Poaceae), teki (Cyperaceae), bambu, atau kadang-kadang palem (Arecaceae) dan tumbuhan monokotil lainnya. Kepompongan terjadi pada daun, batang, atau di antara serasah daun, di mana kepompong menempel dengan bantalan sutra atau digantung oleh kremasternya.
Suku ini mencakup banyak genus terkenal seperti Ypthima, Mycalesis, Melanitis, Lethe, Neope, Coenonympha, Maniola, Aphantopus, Lasiommata, dan Pararge. Banyak spesies menunjukkan polifenisme musiman, menghasilkan bentuk musim hujan dan musim kering yang berbeda sebagai respons terhadap kondisi lingkungan.
Secara ekologis, kupu-kupu Satyrini merupakan herbivora penting selama tahap larva dan berkontribusi pada siklus nutrisi dan penyerbukan selama masa dewasa. Ulatnya memengaruhi komunitas tumbuhan padang rumput dan hutan, sementara larva dan kupu-kupu dewasa menjadi mangsa bagi burung, reptil, amfibi, laba-laba, serangga predator, dan parasitoid. Karena banyak spesies terkait erat dengan habitat tertentu dan merespons dengan cepat terhadap gangguan habitat, perubahan iklim, dan perubahan vegetasi, kupu-kupu Satyrini secara luas dianggap sebagai indikator berharga bagi kesehatan ekosistem, kualitas habitat, dan keanekaragaman hayati.
