Ular Cabai

Calliophis intestinalis

Deskripsi

Panjang tubuh Calliophis intestinalis mencapai 70 cm. Kepalanya berukuran kecil dan hampir sama lebar dengan lehernya. Tubuh bagian atas berwarna kehitaman dengan satu garis berwarna keputihan, kekuningan, atau jingga, yang membentang di sepanjang jalur vertebranya. Garis ini bercabang dua membentuk seperti huruf “Y” di bagian atas kepalanya. Pada kedua sisi badan bagian bawah terdapat garis berwarna keputihan yang membentang hingga ekor. Bagian bawah tubuhnya berwarna belang hitam-putih, dengan bagian bawah ekor berwarna merah cerah. Sisik-sisik pada dorsal (punggung) tersusun sebanyak 13 deret di bagian tengah tubuh. Sisik-sisik ventral (bagian bawah tubuh) berjumlah 197-273 buah, sedangkan sisik-sisik subkaudal berkisar antara 15-33 buah. Perisai (sisik) labial atas berjumlah 6 buah, beberapa di antaranya terletak di tepian mata, dan salah satunya bersentuhan dengan sisik perisai nasal posterior. Perisai anal tunggal dan tidak berbelah.

Jumlah Populasi

Stabil

Berat

-

Panjang

Panjang total 70 cm

Ca

Carnivore

No

Nocturnal

Te

Terrestrial

Klasifikasi

KERAJAAN

:

Animalia

FILUM

:

Chordata

KELAS

:

Reptilia

BANGSA

:

Squamata

FAMILI

:

Elapidae

MARGA

:

Calliophis

SPECIES

:

Calliophis intestinalis

Distribusi

Calliophis intestinalis hidup di hutan lembab, tetapi juga sering terlihat di sawah, perkebunan desa dan pekarangan di dataran rendah dan tengah.

Geografi

Benua : Asia

Negara/Daerah : Calliophis intestinalis tersebar di ThailandMalaysia (Semenanjung Malaya dan Serawak-Sabah), Singapura, dan Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan).

Perilaku dan Gaya Hidup

Ular pemalu ini aktif pada malam hari dan mampu berkelana di atas tanah maupun di dalam tanah (semi-fossorial). Ular ini sering ditemukan di bawah kayu, tumpukan bebatuan, dan juga serasah. Pada siang hari, ular cabai tidak agresif dan tidak menghindar walaupun diganggu. Jika terganggu, ular ini akan memipihkan tubuhnya dan mengangkat ekornya, sehingga terlihat bagian bawah ekornya yang berwarna merah. Kadang-kadang ular ini juga menggulingkan badannya atau memperlihatkan perutnya yang berwarna belang hitam-putih.

Gaya Hidup

Terrestrial dan semifossorial

Bioma

Hutan lembab

Zona Iklim

Tropis

Makanan dan Nutrisi

Calliophis intestinalis adalah spesies karnivora. Makanan utamanya adalah ular-ular kecil penggali liang (fosorial), di antaranya jenis-jenis Calamaria dan Liopeltis.

Tipe makanan : Karnivora

Perilaku Kawin

Calliophis intestinalis berkembang biak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 3-5 butir. Telur-telur tersebut akan menetas setelah diinkubasi selama 80 sampai 85 hari.

Masa reproduksi : –

Masa inkubasi : 80 – 85 hari

Usia mandiri : sejak menetas

Nama anakan : –

Jumlah anak/telur : 3 – 5 butir

Populasi

Status Populasi : Resiko Rendah (LC)

NE

DD

LC

NT

VU

EN

CR

EW

EX

Ancaman Populasi

Spesies ini mungkin terancam oleh hilangnya hutan yang disebabkan oleh konversi lahan pertanian, namun, karena ular yang tersebar luas ini tercatat dari lahan pertanian, hal ini tidak dianggap sebagai ancaman besar dan dampak apa pun kemungkinan besar akan terlokalisasi.

Kategori Populasi

Spesies ini telah tercatat dari Thailand selatan, Semenanjung Malaysia, dan Indonesia. Calliophis intestinalis terdaftar sebagai resiko rendah dalam kepunahan, karena penyebarannya yang luas, toleransi terhadap berbagai habitat, termasuk lingkungan yang dimodifikasi oleh manusia, dan karena tidak menghadapi ancaman besar.

FOTO GALERI