Cecak Kayu

Hemidactylus frenatus

Deskripsi

Hemidactylus frenatus memiliki bentuk ekor agak silindris, dan mempunyai deretan duri kecil di atas dan sisi-sisinya. Punggungnya berbutir-butir halus dengan sebaran benjolan-benjolan kecil. Warnanya agak coklat atau keabu-abuan, dengan atau tanpa corengan atau lurik-lurik berwarna lebih tua atau muda. Pada malam hari warnanya akan tampak putih atau abu-abu muda. Bagian bawahnya berwarna agak putih.

Jumlah Populasi

Stabil

Masa Hidup

-

Berat

-

Panjang

12 cm

Ar

Arboreal

Ca

Carnivore

No

Nocturnal

Klasifikasi

KERAJAAN

:

Animalia

FILUM

:

Chordata

KELAS

:

Reptilia

BANGSA

:

Squamata

FAMILI

:

Gekkonidae

MARGA

:

Hemidactylus

SPECIES

:

Hemidactylus frenatus

Distribusi

Hemidactylus frenatus dapat ditemukan pada bangunan-bangunan buatan manusia, termasuk rongsokan mobil dan kandang ternak. Khususnya ditemukan disekitar lampu-lampu gedung. Di Bali banyak terdapat di hutan muson termasuk daerah pesisir di sepanjang pantai, savana, dan tanah pertanian

Geografi

Benua : Asia

Negara/Daerah : menyebar luas mulai dari Afrika timur dan selatan, Madagaskar, dan kepulauan-kepulauan Mauritius, Reunion, Rodrigues, Komoro dan Seychelles; Pakistan, Bhutan, Nepal, India, Sri Lanka, Bangladesh, Andaman, Nikobar, Maladewa; Tiongkok selatan, Myanmar, Laos, Kamboja, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaya, Filipina, Taiwan, Jepang (Ryukyu, Bonin); Di Indonesia: Sumatra, Borneo, Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi, Ambon, hingga ke Papua.

Perilaku dan Gaya Hidup

Spesies ini pada umumnya aktif pada malam hari, terutama sebelum tengah malam, dan dapat ditemukan di tempat yang teduh pada siang hari.  di lingkungan alaminya mereka hidup di pohon-pohon dan bebatuan, sering terlihat mencari makan diatas tanah

Gaya Hidup

Arboreal

Bioma

Hutan muson dan rumah

Zona Iklim

Tropis

Makanan dan Nutrisi

Sumber makanan utama nya adalah invertebrata meliputi kecoa, rayap, beberapa lebah dan tawon, kupu-kupu, ngengat, lalat, laba-laba, dan beberapa kelompok kumbang.

Perilaku Kawin

Jantan maupun betina pada spesies ini mencapai kedewasaan saat SVL berukuran 42 mm. Reproduksi pada spesies ini terjadi sepanjang tahun di Jawa dan Australia, dengan masa pengeraman berkisar 46 – 58 hari. Betina biasanya menghasilkan 2 butir telur

Masa reproduksi : Sepanjang tahun

Masa inkubasi : 46 – 58 hari

Usia mandiri : sejak menetas

Nama anakan : –

Jumlah anak/telur : 2 butir

Populasi

Status Populasi : Least Concern/resiko rendah (LC)

NE

DD

LC

NT

VU

EN

CR

EW

EX

Ancaman Populasi

Tidak mungkin ada ancaman besar yang berdampak pada spesies ini.

Kategori Populasi

emidactylus frenatus telah dinilai sebagai Least Concern/resiko rendah karena memiliki distribusi yang besar, umumnya ditemukan di lingkungan perkotaan, dan tidak terpengaruh oleh proses ancaman yang besar, atau mengalami penurunan populasi.

FOTO GALERI

Referensi

  1. Hemidactylus frenatus on Red List IUCN site
  2. Ota, H. & Whitaker, A.H. 2010. Hemidactylus frenatus. The IUCN Red List of Threatened Species 2010: e.T176130A7184890.
  3. Hemidactylus frenatus on Wikipedia article
  4. Somaweera, R. 2020. A Naturalist’s Guide To The Reptiles and Amphibians of Bali. John Beaufoy Publishing, Oxford, England.
  5. McKay, J.L. 2006. Reptil and Amphibi di Bali. Krieger Publishing Company, Florida, USA.