Burung Alap-alap Capung

Microhierax fringillarius

Deskripsi

Microhierax fringillarius jantan dewasa tubuh bagian atas hitam mengkilap dengan garis dahi putih yang melingkari pipi hitam. Tenggorokan putih atau kemerah-merahan, dada sampai perut berwarna kemerahan. Paha dan panggul hitam, paruh dan kaki hitam, iris mata hitam. Saat terbang, jantan memiliki sayap putih di bawahnya dengan pembatas hitam pada bulu terbang primer dan sekunder, dan guratan ringan pada penutup bawah sayap. Betina dan remaja mirip dengan jantan dewasa, tetapi pada betina ekornya lebih panjang.

Jumlah Populasi

Tidak diketahui

Masa Hidup

-

Berat

35 g

Panjang

14-16 cm

Ca

Carnivore

So

Solitary

Klasifikasi

KERAJAAN

:

Animalia

FILUM

:

Chordata

KELAS

:

Aves

BANGSA

:

Falconiformes

FAMILI

:

Falconidae

MARGA

:

Microhierax

SPECIES

:

Microhierax fringillarius

Distribusi

Microhierax fringillarius dapat ditemukan di hutan, tepi hutan, desa, sungai, dan sawah. Tersebar di bawah ketinggian 1500 m dpl.

Geografi

Benua : Asia

Negara/Daerah : Brunei Darussalam, Myanmar, Malaysia, Thailand, Singapura, Sri Lanka, Indonesia.

Perilaku dan Gaya Hidup

Microhierax fringillarius dikenal sebagai burung sosial dan suka berteman. Burung ini sering ditemukan berpasangan atau dalam kelompok.

Gaya Hidup

Soliter

Bioma

Zona Iklim

Tropis atau subtropis

Makanan dan Nutrisi

Microhierax fringillarius adalah burung pemakan serangga, seperti ngengat, kupu-kupu, capung, rayap, dan jangkrik. Terkadang juga memakan burung kecil dan kadal.

Tipe makanan : Karnivora

Perilaku Kawin

Musim kawin burung ini bervariasi menurut lokasi, Februari-Juni di khatulistiwa utara dan November-Desember di khatulistiwa selatan. Jumlah telur dalam sarang 2-5 butir telur.

Masa reproduksi : –

Masa inkubasi : –

Usia mandiri : –

Nama anakan : –

Jumlah anak/telur : 2-5 telur

Populasi

Status Populasi : Resiko Rendah (LC)

NE

DD

LC

NT

VU

EN

CR

EW

EX

Kategori Populasi

Populasi burung ini stabil, sehingga dikategorikan sebagai spesies Least Concern dalam IUCN Redlist.

FOTO GALERI