Trigoniulus corallinus
Trigoniulus corallinus adalah spesies kaki seribu yang termasuk dalam genus Trigoniulus (Famili Trigoniulidae, Ordo Spirobolida, Kelas Diplopoda). Umumnya dikenal sebagai Kaki Seribu Berkarat atau Kaki Seribu Merah, spesies ini tersebar luas di seluruh Asia Selatan, Asia Tenggara, Tiongkok selatan, dan banyak wilayah tropis di dunia, di mana ia telah diperkenalkan melalui aktivitas manusia. Spesies ini menghuni hutan hujan tropis, hutan sekunder, perkebunan, kebun, lahan pertanian, taman, tumpukan kompos, dan lingkungan lembap lainnya yang kaya akan bahan organik yang membusuk.
Trigoniulus corallinus adalah kaki seribu silindris berukuran sedang hingga besar, biasanya berukuran 50–100 mm panjangnya dan 4–8 mm diameternya. Tubuhnya terdiri dari banyak segmen keras berbentuk cincin, masing-masing memiliki dua pasang kaki, memberikan hewan tersebut penampilan yang halus dan bulat. Eksoskeletonnya mengkilap dan biasanya berwarna coklat kemerahan, merah bata, cokelat kemerahan, atau merah jingga, meskipun individu yang lebih tua mungkin tampak lebih gelap. Kepalanya memiliki sepasang antena pendek yang bersegmen dan mata sederhana (ocelli), sedangkan segmen tubuh terminalnya tidak memiliki ekor memanjang seperti yang terlihat pada beberapa kelompok kaki seribu lainnya.
Spesies ini terutama nokturnal, menghabiskan waktu siang hari bersembunyi di bawah serasah daun, batang kayu tumbang, batu, kayu lapuk, atau di dalam tanah. Pada malam hari, ia muncul untuk mencari makan perlahan di lantai hutan menggunakan banyak kakinya dalam gerakan seperti gelombang yang terkoordinasi. Ketika diganggu, ia biasanya menggulung tubuhnya dengan rapat menjadi spiral, melindungi bagian bawahnya yang lebih lunak. Ia juga dapat melepaskan sekresi pertahanan dari kelenjar khusus di sepanjang sisi tubuhnya. Sekresi ini, yang sering mengandung benzoquinon, membantu menghalau predator seperti semut, laba-laba, burung, reptil, dan mamalia kecil.
Trigoniulus corallinus adalah detritivora, yang terutama memakan daun yang membusuk, kayu yang membusuk, jamur, kompos, dan bahan tanaman yang membusuk lainnya. Kadang-kadang ia mengonsumsi akar muda, bibit, atau buah yang jatuh ketika bahan yang membusuk langka, tetapi peran ekologis utamanya adalah penguraian dan daur ulang bahan organik. Siklus hidupnya melibatkan perkembangan bertahap, yang terdiri dari tahap telur, juvenil, dan dewasa. Betina meletakkan telur di tanah lembap atau di dalam bahan organik yang membusuk. Juvenil yang baru menetas memiliki relatif sedikit segmen tubuh dan kaki, memperoleh segmen dan pasangan kaki tambahan melalui pergantian kulit berturut-turut hingga mencapai usia dewasa. Pola perkembangan ini, yang dikenal sebagai anamorphosis, merupakan ciri khas kaki seribu.
Secara ekologis, Trigoniulus corallinus merupakan pengurai penting yang mempercepat penguraian serasah daun dan puing-puing organik lainnya, berkontribusi secara signifikan terhadap siklus nutrisi dan pembentukan tanah. Aktivitas makannya memperbaiki struktur tanah dan mendorong dekomposisi mikroba. Spesies ini juga menjadi mangsa bagi burung, reptil, amfibi, kelabang, laba-laba, dan mamalia kecil, meskipun memiliki pertahanan kimia. Karena kelimpahannya di habitat tropis yang lembap dan sensitivitasnya terhadap kekeringan berkepanjangan dan degradasi habitat yang parah, T. corallinus dianggap sebagai indikator penting ekosistem tanah yang sehat dan keanekaragaman hayati lantai hutan.
