Genus Telinga
Telinga adalah genus kupu-kupu berkaki sikat dalam subtribe Mycalesina (Tribe Satyrini, Subfamili Satyrinae, Famili Nymphalidae, Superfamili Papilionoidea, Ordo Lepidoptera). Spesies dari genus ini tersebar terutama di seluruh Asia Selatan dan Tenggara, di mana mereka menghuni hutan hujan tropis, hutan sekunder, tepi hutan, rumpun bambu, jalan setapak hutan, perkebunan, dan habitat teduh lainnya dengan rumput dan bambu yang melimpah.
Kupu-kupu dari genus Telinga umumnya berukuran kecil hingga sedang, memiliki tubuh yang kokoh dan sayap bulat yang merupakan ciri khas kupu-kupu satyrine. Seperti semua anggota famili Nymphalidae, kaki depannya mengecil dan seperti sikat, sehingga secara fungsional mereka berkaki empat. Permukaan atas sayap sebagian besar berwarna cokelat hingga cokelat tua, kadang-kadang dengan bayangan oranye atau oker yang samar di dekat tepinya. Bagian bawahnya memiliki pola yang lebih rumit dengan garis-garis bergelombang halus, pita, dan serangkaian bintik mata (ocelli) pada sayap depan dan belakang. Tanda samar ini sangat mirip dengan daun mati dan vegetasi kering, memberikan kamuflase yang efektif ketika kupu-kupu beristirahat dengan sayap tertutup.
Kupu-kupu dewasa bersifat diurnal, meskipun mereka paling aktif pada pagi hari dan sore hari atau di bawah kondisi hutan yang teduh. Penerbangan mereka lambat, rendah, dan mengepak, biasanya dekat dengan lantai hutan atau melalui semak belukar yang lebat. Kupu-kupu dewasa umumnya memakan buah-buahan yang difermentasi, getah pohon, kotoran hewan, bahan organik yang membusuk, dan kelembapan yang kaya mineral, sementara kunjungan ke bunga untuk nektar relatif jarang. Jantan sering melakukan pengumpulan lumpur untuk mendapatkan natrium dan mineral terlarut lainnya yang penting untuk reproduksi.
Siklus hidup melibatkan metamorfosis lengkap, yang terdiri dari tahap telur, larva (ulat), pupa (kepompong), dan dewasa. Betina meletakkan telur satu per satu di daun tanaman inang. Ulat memiliki tubuh yang halus, berwarna hijau atau cokelat, dan memiliki ekor bercabang (bifid) yang khas, ciri khas dari banyak larva satyrine. Mereka terutama memakan rumput (Poaceae) dan bambu, sementara pupasi terjadi pada daun, batang, atau di antara serasah daun, di mana kepompong menempel dengan bantalan sutra.
Spesies Telinga sangat terkait dengan habitat hutan lembap dan sering ditemukan di sepanjang jalan yang teduh, tepi sungai, dan semak bambu. Warna mereka yang kalem dan kebiasaan mereka yang tertutup membuat mereka kurang mencolok daripada banyak kupu-kupu berwarna cerah, meskipun merupakan penghuni tetap lapisan bawah hutan tropis.
Secara ekologis, kupu-kupu Telinga berkontribusi pada ekosistem hutan sebagai herbivora selama tahap larva dan sebagai pendaur ulang nutrisi selama masa dewasa. Ulat mereka berpartisipasi dalam herbivora rumput dan bambu, sementara larva dan dewasa menyediakan makanan bagi burung, reptil, amfibi, laba-laba, serangga predator, dan parasitoid. Karena mereka sangat terkait dengan lapisan bawah hutan yang utuh dan merespons gangguan habitat, spesies Telinga merupakan indikator berharga kesehatan hutan, kualitas habitat, dan keanekaragaman hayati regional.
