Superfamili Scorpionoidea
Scorpionoidea adalah superfamili utama dalam parvorder Iurida (Infraorder Orthosterni, Order Scorpiones), yang terdiri dari banyak kalajengking terbesar dan terkuat di dunia. Anggota superfamili ini tersebar luas di seluruh wilayah tropis, subtropis, dan beriklim sedang di Afrika, Asia, Australia, Eropa, dan Amerika. Mereka mendiami berbagai lingkungan, termasuk hutan hujan tropis, sabana, gurun, lanskap berbatu, gua, padang rumput, dan daerah pegunungan.
Kalajengking dari superfamili Scorpionoidea umumnya berukuran sedang hingga sangat besar dan dicirikan oleh tubuh yang sangat tersklerotisasi, pedipalpus yang berkembang dengan baik dengan capit besar (chelae), dan ekor bersegmen (metasoma) yang berujung pada telson berbisa. Pada banyak spesies, pedipalpus sangat kuat dan digunakan secara luas untuk menangkap mangsa, mengurangi ketergantungan pada sengat dibandingkan dengan beberapa kelompok kalajengking lainnya.
Warna tubuh bervariasi dari kuning pucat dan coklat kemerahan hingga coklat tua dan hitam mengkilap, seringkali memberikan kamuflase yang efektif terhadap tanah, kulit kayu, bebatuan, atau serasah daun. Seperti semua kalajengking, anggotanya memiliki organ sensorik khusus seperti sisir yang disebut pektin, yang mendeteksi getaran substrat, sinyal kimia, dan tekstur lingkungan. Eksoskeleton mereka juga berpendar di bawah sinar ultraviolet karena senyawa fluoresen alami yang terdapat di kutikula.
Sebagian besar spesies adalah predator nokturnal yang tetap bersembunyi di siang hari di bawah bebatuan, kayu gelondong, kulit kayu, serasah daun, atau di dalam liang. Pada malam hari mereka aktif berburu serangga, laba-laba, kelabang, dan arthropoda lainnya, sementara spesies yang lebih besar kadang-kadang dapat menangkap vertebrata kecil seperti kadal, katak, atau hewan pengerat. Mangsa ditangkap dengan capit yang kuat dan dilumpuhkan dengan racun jika perlu.
Reproduksi bersifat vivipar, dengan betina melahirkan anak hidup daripada bertelur. Kalajengking yang baru lahir naik ke punggung induknya, di mana mereka tetap tinggal sampai setelah pergantian kulit pertama mereka. Periode perawatan induk ini memberikan perlindungan dan meningkatkan kelangsungan hidup anak. Superfamili ini mencakup beberapa famili terkenal, seperti Scorpionidae, Hormuridae, Diplocentridae, dan garis keturunan terkait. Anggotanya menunjukkan berbagai adaptasi ekologis, dari spesies gurun yang menggali hingga bentuk arboreal dan penghuni hutan.
Secara ekologis, spesies Scorpionoidea merupakan predator penting yang membantu mengatur populasi serangga dan invertebrata lainnya. Mereka juga menjadi mangsa bagi burung, reptil, amfibi, mamalia, dan arthropoda yang lebih besar. Peran mereka sebagai predator dan mangsa, bersama dengan sejarah evolusi mereka yang panjang dan adaptasi khusus, menjadikan mereka komponen penting ekosistem darat dan indikator berharga dari integritas habitat.
