Tribe Ropalidiini
Ropalidiini adalah suku dalam subfamili Polistinae (Famili Vespidae, Ordo Hymenoptera), yang terdiri dari kelompok tawon kertas sosial yang terutama tersebar di wilayah tropis dan subtropis, terutama di Asia, Afrika, dan Australasia. Anggota suku ini umumnya ditemukan di hutan, kebun, dan lingkungan yang dipengaruhi manusia di mana tersedia tempat bersarang yang sesuai.
Tawon dari suku Ropalidiini umumnya berukuran sedang dan memiliki tubuh ramping dengan pinggang sempit, khas tawon vespid. Mereka sering menampilkan warna dalam nuansa cokelat, hitam, kuning, atau kemerahan. Kepala dilengkapi dengan mata majemuk yang berkembang dengan baik dan antena panjang yang bersegmen, dan sayapnya berupa membran dan terlipat memanjang saat istirahat. Seperti tawon polistine lainnya, kaki panjang mereka sering menggantung ke bawah saat terbang.
Ropalidiini adalah serangga eusosial, membentuk koloni dengan pembagian kerja di antara ratu, pekerja, dan jantan. Dibandingkan dengan tawon kertas lainnya, beberapa spesies dalam suku ini menunjukkan organisasi sosial dan struktur koloni yang lebih kompleks. Sarang mereka dibangun dari serat tumbuhan yang dicampur dengan air liur, membentuk material seperti kertas. Sarang dapat terbuka atau sebagian tertutup dan sering kali menempel pada vegetasi, cabang, atau struktur buatan manusia.
Siklus hidup mereka melibatkan metamorfosis lengkap. Ratu memulai pembuatan sarang dan bertelur, dan pekerja mengambil alih pencarian makanan dan perawatan larva. Larva diberi makan mangsa yang kaya protein, biasanya serangga seperti ulat, yang ditangkap dan diproses oleh tawon dewasa.
Tawon dewasa terutama memakan nektar, getah tumbuhan, atau zat manis lainnya, sedangkan larva bergantung pada protein hewani. Perilaku makan ganda ini memungkinkan mereka untuk berfungsi sebagai predator dan penyerbuk sesekali.
Suku ini mencakup genus seperti Ropalidia dan bentuk terkait, yang bervariasi dalam kebiasaan bersarang dan kompleksitas sosial.
Secara ekologis, Ropalidiini memainkan peran penting dalam mengendalikan populasi serangga melalui predasi, membantu mengatur hama herbivora. Mereka juga berkontribusi pada penyerbukan saat mengunjungi bunga. Meskipun mereka mungkin mempertahankan sarang mereka ketika diganggu, mereka merupakan bagian penting dari keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati.
