Subfamili Dichopterinae
Dichopterinae adalah subfamili kumbang bersayap jaring dalam famili Lycidae (Ordo Coleoptera). Anggota subfamili ini tersebar terutama di wilayah tropis dan subtropis Asia, Afrika, dan Amerika, dengan spesies tambahan yang terdapat di hutan beriklim sedang. Mereka umumnya ditemukan di hutan, hutan hujan, tepi hutan, dan habitat lain yang mengandung banyak kayu lapuk, jamur, dan serasah daun.
Kumbang dari subfamili Dichopterinae umumnya berukuran kecil hingga sedang dan dikenali dari tubuhnya yang lunak dan memanjang serta elytra retikulasi yang khas, di mana penutup sayap ditandai dengan jaringan tonjolan memanjang dan melintang yang menonjol. Penampilan “bersayap jaring” yang khas ini merupakan ciri khas famili Lycidae. Pewarnaan seringkali mencolok, dengan kombinasi warna oranye, merah, kuning, dan hitam yang berfungsi sebagai pewarnaan aposematik (peringatan), yang mengiklankan rasa tidak enak kumbang tersebut kepada predator potensial.
Serangga dewasa biasanya bergerak lambat dan aktif di dedaunan, bunga, batang kayu yang tumbang, atau batang pohon. Banyak spesies memakan nektar, serbuk sari, jamur, atau eksudat tumbuhan, meskipun kebiasaan makan bervariasi di antara genus. Tubuh lunak mereka mengandung bahan kimia pertahanan yang membuat mereka tidak enak, dan banyak serangga yang tidak terkait meniru penampilan mereka sebagai bagian dari kompleks mimikri Müllerian atau Batesian.
Siklus hidup melibatkan metamorfosis lengkap, yang terdiri dari tahap telur, larva, pupa, dan dewasa. Larva memanjang, pipih, dan sangat tersklerotisasi, hidup di bawah kulit kayu, di dalam batang kayu yang membusuk, atau di serasah daun. Mereka terutama memakan jamur, bahan tumbuhan yang membusuk, atau mikroorganisme yang terkait dengan kayu yang membusuk, sehingga berkontribusi pada dekomposisi dan siklus nutrisi. Kepompongan terjadi di lokasi yang terlindung di dalam substrat.
Subfamili ini mencakup genus seperti Dichopterus, Dihammatus, dan taksa terkait, yang menunjukkan adaptasi terhadap lingkungan hutan dan habitat saproksilik.
Secara ekologis, kumbang Dichopterinae memainkan peran penting dalam ekosistem hutan dengan berpartisipasi dalam penguraian kayu mati dan bahan jamur selama tahap larva. Kumbang dewasa berkontribusi pada penyerbukan melalui kunjungan ke bunga dan menjadi mangsa bagi burung, reptil, laba-laba, dan serangga predator, meskipun warna peringatan dan pertahanan kimiawi mereka mengurangi predasi. Keterkaitan erat mereka dengan kayu yang membusuk dan hutan dewasa juga menjadikan banyak spesies sebagai indikator berharga kesehatan ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati.
