Codot (Genus Cynopterus)
Cynopterus adalah genus kelelawar buah Dunia Lama dalam suku Cynopterini (Subfamili Cynopterinae, Famili Pteropodidae, Ordo Chiroptera). Umumnya disebut kelelawar buah berhidung pendek, spesies dalam genus ini tersebar luas di Asia Selatan dan Tenggara—dari India dan Sri Lanka hingga daratan Asia Tenggara, Indonesia, dan Filipina. Mereka berkembang biak di berbagai habitat, termasuk hutan, kebun buah, perkebunan, taman, dan daerah perkotaan.
Anggota Cynopterus adalah kelelawar berukuran kecil hingga sedang yang dibedakan oleh moncong yang relatif pendek dan lebar serta mata besar yang beradaptasi untuk kondisi cahaya redup. Bulunya biasanya berwarna cokelat, abu-abu, atau zaitun, terkadang dengan bagian bawah yang lebih pucat. Seperti kelelawar buah lainnya, mereka memiliki sayap yang kuat untuk penerbangan yang berkelanjutan dan tungkai belakang yang beradaptasi untuk menggantung terbalik saat beristirahat.
Kelelawar ini terutama mengandalkan penglihatan dan indra penciuman yang berkembang dengan baik daripada ekolokasi untuk menemukan makanan. Mereka nokturnal dan menjadi aktif saat senja.
Kebiasaan makannya sebagian besar adalah frugivora, dengan preferensi buah-buahan lunak seperti buah ara, pisang, dan buah-buahan budidaya atau liar lainnya. Beberapa spesies juga mengonsumsi nektar dan serbuk sari. Saat makan, mereka sering membawa buah ke tempat makan dan membuang biji, membantu penyebaran tanaman.
Perilaku Cynopterus yang terkenal adalah membangun tempat bertengger berbentuk “tenda”. Individu memodifikasi daun besar dengan menggigit sepanjang urat daun sehingga daun terlipat menjadi tempat berlindung, memberikan perlindungan dari predator dan kondisi lingkungan.
Siklus hidupnya mengikuti reproduksi mamalia pada umumnya. Betina biasanya melahirkan satu anak, yang dirawat sampai dapat terbang dan mencari makan secara mandiri.
Secara ekologis, Cynopterus memainkan peran penting sebagai penyebar biji dan penyerbuk sesekali di ekosistem tropis. Dengan menyebarkan biji ke jarak jauh, kelelawar ini berkontribusi pada regenerasi hutan, keanekaragaman tumbuhan, dan ketahanan ekosistem, menjadikannya komponen vital keanekaragaman hayati di wilayah jelajahnya.
